• berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion

10 Transfer Terburuk Premier League Musim 2010-2011

Transfer pemain adalah salah satu bagian dari kebijakan klub, yang sebenarnya bermaksud untuk membuat klub tersebut lebih baik lagi. Namun, mendatangkan pemain baru tak selalu menjadi jaminan tim tersebut akan menjadi lebih baik.

Di bawah ini adalah 10 transfer terburuk musim ini:

1.  Bebe (Manchester United, 7,4 juta Pounds dari Vitoria Guimaraes)

Jika Javier Hernandez adalah salah satu pembelian tersukses Manchester United, maka Bebe adalah salah satu pembelian terburuk Sir Alex Ferguson.

Fergie bahkan belum pernah melihatnya bermain sebelumnya, saat mendatangkannya ke Old Trafford. Ia sebenarnya berharap, gelandang Portugal ini bisa semengkilap dua pendahulunya, Cristiano Ronaldo dan Nani.

2.  Fernando Torres (Chelsea, 50 juta Pounds dari Liverpool)

Setelah tampil biasa saja di paruh pertama musim ini bersama Liverpool, Torres sempat kecewa dengan penampilan mantan timnya yang menurun drastis di awal musim.

Pada akhir Januari silam, ia bergabung dengan Chelsea dan berharap bisa juara dengan tim barunya itu. Tapi penampilannya di Chelsea pun melempem, ia baru mencetak satu gol saat menghadapi West Ham.

Sulit untuk menemukan formasi yang tepat untuknya, meski ia dimainkan sendirian di depan, bersama Didier Drogba, atau Nicolas Anelka, atau keduanya.

 

3. Christian Poulsen (Liverpol, 4,5 juta Pounds dari Juventus)

Kepindahannya ke Liverpool menjadi mimpi buruk, yang menjadi salah satu simbol pembelian sia-sia Roy Hodgson di awal musim. Ia seperti kesulitan untuk beradaptasi di Premier League.

Sekarang di bawah pelatih baru, Kenny Dalgish, ia tak bermain sejak timnya kalah oleh Braga 1-0 dua bulan lalu. Ia sepertinya akan meninggalkan Anfield, musim panas ini.

 

4.  Paul Konchesky (Liverpool, transfer tidak diketahui dari Fulham)

Ia merupakan bagian dari kejayaan Hodgson sewaktu di Fulham, tapi merupakan kegagalan di Liverpool. Penampilannya yang buruk membuatnya tak lagi menjadi andalan di bawah pelatih baru, terakhir kali ia bermain saat kalah 3-1 atas Blackburn pada Januari silam.

Itu dikarenakan, Dalglish mengambil alih klub dan memutuskan tak menggunakannya lagi dalam skuadnya. Ia pun dipinjamkan ke Nottingham Forest sampai akhir musim ini.

 

5.  Mauro Boselli (Wigan, 6 juta Pounds dari Estudiantes)

Salah satu perjudian yang dilakukan oleh pelatih Roberto Martinez. Boselli menjadi rekor transfer klub saat didatangkan dari Argentina, tempat dimana ia mencetak banyak gol.

Namun di Wigan, ia pun seperti kehilangan tajinya. Ia sulit beradaptasi dengan tim, bahkan kompatriotnya, Franco Di Santo, masih lebih baik darinya.

Ia hanya mencetak satu gol di Piala Carling, Martinez kehilangan kesabarannya dan meminjamkannya ke Genoa sampai akhir musim, dimana ia baru mencetak sepasang gol saja di sana.

 

6. Stephen Ireland (Aston Villa, pertukaran pemain dari Manchester City; Newcastle, dipinjamkan dari Aston Villa)

Ia menjadi bagian dari pertukaran saat James Milner didatangkan ke Eastlands, membuatnya harus pindah ke tempat sebaliknya. Penampilan perdananya pun merupakan bencana, saat timnya dikalahkan 6-0 di Newcastle.

Saat Villa diambil alih oleh Gerard Houllier, ia pun semakin diacuhkan. Ia tak pernah menjadi starter di bawah kepemimpinan Houllier. Newcastle pun meminjamnya pada Januari lalu, tapi cidera menderanya pada saat ia baru bermain 49 menit bersama Newcastle.

 

7.   Edin Dzeko (Manchester City, 27 juta Pouns dari Wolfsburg)

Mempunyai Carlos Tevez, Mario Balotelli, dan David Silva di lini depan belumlah cukup untuk pelatih Roberto Mancini. Ia pun memboyong penyerang tersubur di Bundesliga ini, untuk memperkuat City berlaga di Liga Champion.

City akan bermain di kompetisi tertinggi di Eropa musim depan, namun penyerang Bosnia ini baru mencetak satu gol sejak didatangkan ke Eastlands.

Ia lebih dipercaya dibandingkan Balotelli, atau Tevez yang cidera. Ia pun sedang menyesuaikan diri bermain di Premier League, dan diharapkan bisa bersinar musim depan.

 

8.  Sebastien Squillaci (Arsenal, 6,5 juta Pounds dari Sevilla)

Setelah kepergian Sol Campbell dan William Gallas, datanglah Laurent Koscielny dan Squillaci. Dan lini belakang Arsenal pun menjadi salah satu yang terburuk musim ini di Premier League.

Koscielny masih punya waktu untuk berkembang, tapi Squillaci yang sudah berusia 30 tahun yang seharusnya sudah sarat akan pengalaman menjadi salah satu titik lemah di lini belakang The Gunners.

Pemain Perancis ini mudah sekali dikalahkan di udara, dan sering membiarkan penyerang lawan berdiri onside. Sepertinya sulit untuk menemukannya di starting XI Arsenal musim depan, jika Thomas Vermaelen sudah kembali dari cidera.

 

9.  Pablo Barrera (West Ham, 4 juta Pounds dari Pumas)

Setelah tampil cukup menjanjikan di Piala Dunia untuk Mexico, The Hammers pun mendatangkannya untuk menjadi supplier bola bagi penyerang mereka.

Barrera adalah pemain sayap yang sangat cepat, yang bisa menggunakan kedua kakinya dengan baik. Ia diminati oleh Everton, Manchester United, dan Tottenham sebelum akhirnya didatangkan ke Upton Park.

Namun segala kemampuannya seperti hilang, ketika ia menggunakan jersey kebanggaan West Ham. Ia tak bermain sejak Januari silam.

 

10. Robbie Keane (West Ham, dipinjamkan dari Tottenham)

West Ham mendatangkan pemain Republik Irlandia ini pada Januari silam, dengan meminjamnya dari tim sekota bagian utara.

Ia seperti kehilangan sihirnya sejak meninggalkan Spurs untuk bergabung dengan Liverpool pada 2008, dan sepertinya kehadirannya di Upton Park juga tak berpengaruh banyak, karena tim tersebut harus terdegradasi musim ini.