Aaron Lennon: Diam tapi Berbahaya

September 8, 2009 oleh Muhajjir Esyaputra
Dilihat sebanyak 7 Kali

Aaron Lennon. Inggris dan Tottenham Hotspurs. Sebuah fenomena ‘baru’ sepakbola saat ini. Kenapa barunya diberi tanda petik? Well, sederhana saja, karena pemain berbakat ini sebenarnya sudah lama berkeliaran di Liga Inggris dan tim nasional. Namun, kali inilah sinarnya mulai semakin tepat. Di waktu yang cukup tepat pula sepertinya.

Usianya baru 22 tahun. Dan musim ini bisa jadi musim terbaiknya sejauh ini. Start Spurs yang luar biasa gemilang (out of nowhere, i should say…) dengan 4 kemenangan dari 4 pertandingan awal. Ditambah penampilan ciamiknya saat menghadapi Slovenia, membuat publik Inggris dan Fabio Capello bisa melupakan sang ‘fenomenal-tapi-kini-seremonial’ David Beckham. England has found their new right winger!

Kecepatannya, kemampuannya menciptakan assist, meninggalkan para penjaganya  dan dribbling bola yang baik. Itulah kemampuan Lennon. Tapi yang utama dan kerap mengundang decak kagum dan ditakuti lawan adalah: kecepatan. Melesat bagai peluru di sisi kanan atau kiri lapangan, anak muda asal Leeds ini sulit sekali untuk dihentikan.

Penampilannya melawan Slovenia kemariin adalah satu dari sangat sedikit titik terang Inggris. Dengan diving Wayne Rooney dan berbagai peluang yang terbuang, kiprahnya sedikit  terlupakan. Namun, ia menunjukkan pada Capello, dan dunia, bahwa ia layak untuk masuk starting line up.

Pemain kelahiran 16 April ini memulai karir di Leeds United. Sempat menjadi pemain termuda yang pernah bermain di Premier League, saat tampil untuk Leeds pada usia 16 tahun, 129 hari pada tahun 2003 lalu.

2005, ia pindah ke Tottenham Hotspurs yang ‘hanya’ perlu membayar 1 juta pound saja. Salah satu pemain terpendek di liga ini (hanya 165 cm…), mulai menunjukkan potensinya.

Selanjutnya, seperti yang kita lihat, penampilannya on-off. Dengan gangguan cedera yang dideritanya, penampilan Lennon memang jarang terlihat maksimal. Meskipun begitu, ia sempat diboyong ke piala dunia 2006 dan tampil sebagai pemain pengganti. Untuk saat ini, he’s definetely ON. Dan iapun menatap piala dunia keduanya berurutan, sebagai starter mungkin kali ini.

‘Kekurangan’-nya adalah: ia jarang berbicara pada media. Dengan penampilan yang semakin baik, ini menjadi masalah tersendiri. Karena, mau tidak mau, sorotan lampu mulai mengarah pada dirinya. Pilihannya untuk lebih banyak diam mungkin ‘dibenci’ banyak pihak, khususnya sirkus media. Namun jelas-jelas punya sisi positif. Fokusnya jelas: pertandingan dan bagaimana bermain dengan baik.

Tetapi rasanya memang, dengan penampilan seperti saat ini, dan kecepatannya yang luar biasa. He has the right to remain silent and keeps us amazed.