Para fans United sedang menyaksikan timnya melakukan atraksi rollercoaster yang cukup membuat jantung siap berhenti kapan saja. Kemenangan memang tetap menjadi beberapa hasil mereka. Tapi tetap saja tidak cukup untuk membuat fansnya tenang.
Segalanya berawal dengan kekalahan memalukan 1-6 dari Manchester City –sesuatu yang bahkan diakui Sir Alex Ferguson semakin sulit diterima semakin waktu berlalu. Peruntungan United sedikit bergeser.

Cedera mulai menghampiri dan kebiasaan mereka untuk menciptakan banyak gol dalam satu pertandingan mendadak lenyap. Wayne Rooney bahkan sempat harus rela bermain di lini tengah sebagai Defensive Midfielder. Sisi positif –jika mungkin harus ada- adalah lini belakang. Yang sempat secara berderet menghasilkan clean sheet. Itupun sudah berakhir sekarang.
Deretan kemenangan 1-0 United berakhir pekan lalu saat ditahan imbang secara kontroversial oleh Newcastle United. Gol tim tamu boleh kontroversial, tapi kemampuan United membuang peluang begitu banyak juga layak untuk dipertanyakan.
Nasib buruk juara bertahan Liga Premier ini bisa ditarik dari beberapa hari sebelumnya. Di Liga Champions, mereka tertahan oleh Benfica di kandang sendiri. Dan harus berjuang mati-matian demi meraih poin di kandang FC Basel pada pertandingan terakhir nanti.
Dan di midweek kemarin, nasib mereka jauh dari membaik. Tampil dengan pemain lapis kedua –yang sebenarnya tidak begitu buruk mengingat ada nama nama semacam Park Ji Sung, Dimitar Berbatov, hingga Darron Gibson- United tampil kelewat buruk dan terhempas dari Carling Cup oleh… Crystal Palace. Hasil yang sampai membuat Fergie tidak mampu berkata-kata dan berakhir meminta maaf pada fans.

Kondisi yang sangat buruk? Well. Sebenarnya tidak juga. Mereka masih berada di posisi kedua klasemen. Selisih lima poin masih sangat dekat untuk dikejar. Dan seperti tradisi United di musim-musim sebelumnya, mereka nyaris tidak pernah tampil bagus di paruh pertama musim.
Karena itu, seperti yang sudah ditekankan di awal, beberapa pekan ke depan akan sangat krusial. Mungkin tidak ada pertandingan menghadapi tim-tim dari posisi empat besar. Namun justru, pertandingan lainnya inilah yang seringkali menjadi kunci bagi United untuk mendapatkan hasil positif di akhir musim.
Desember sudah tiba dan ini akan menjadi bulan paling sibuk di tanah Inggris. United akan mengawali perjuangan mereka menghadapi Aston Villa di Villa Park pada akhir pekan ini. Kemenangan akan membuat kondisi compang-camping mereka mendadak akan jauh lebih baik lagi.
Ditambah kemudian, laga krusial melawan Basel. Satu poin saja dan lolos –tidak peduli siapa lawan di 16 besar nanti- akan cukup mengembalikan rasa percaya diri. Dan selanjutnya, pekan padat Liga Premier yang akan terus berlangsung hingga… Tahun Baru.
United selalu punya sesuatu yang membuat mereka bersinar di bulan Desember. Entah keajaiban Natal atau semacamnya. Dan inilah yang wajib diwaspadai setiap pesaing mereka. Apakah hal ini akan kembali muncul tahun ini? Ataukah keterpurukan di akhir November adalah pertanda buruk bagi Manchester Merah?
Let’s just wait and see.