Aston Villa akhirnya mengumumkan secara resmi penunjukkan Alex McLeish sebagai manajer baru mereka untuk tiga tahun ke depan. Masalah penunjukkan McLeish sebagai peracik skuad Villa di musim mendatang memang sangat berliku. Mulai dari hadangan yang dilakukan oleh Birmingham City agar Villa tak mengambil mantan manajer mereka, hingga penolakan dari pihak suporter Villa
sendiri. Bahkan, meskipun telah diumumkan secara resmi bahwa manajer asal Skotlandia ini akan memimpin Aston Villa musim depan, masalah-masalah yang menghantui perpindahan McLeish dari Birmingham ini belum akan berakhir. Pasalnya, Birmingham telah mengungkapkan bahwa akan membawa masalah ini ke pihak Premier League, dan berusaha untuk menuntut kompensasi dari perpindahan sang mantan manajer yang di musim lalu gagal menyelamatkan The Blues dari jurang degradasi.
Tetapi sebenarnya, masalah penolakan suporter justru lebih penting bagi Villa. Persoalan ini tak bisa dianggap remeh, karena bagaimanapun, suporter tetaplah salah satu aspek terpenting bagi klub. Mereka adalah salah satu sumber utama pemasukan klub. Pada akhirnya, jika suporter sampai tak puas dengan keputusan pihak klub, pihak klub sendiri lah yang akan merugi. Pasalnya, suporter bisa saja membatalkan tiket musiman yang telah mereka beli dan memboikot untuk tidak menonton langsung pertandingan-pertandingan Villa. Hal ini tentu tak baik bagi Aston Villa sendiri, baik secara finansial yaitu berkurangnya pemasukan dari tiket pertandingan, juga dari segi moril karena berkurangnya dukungan untuk tim ketika bertanding. Masalah pemboikotan ini bahkan sudah diutarakan oleh Jonathan Fear, editor di Vital Villa, sebuah website yang dikhususkan bagi fans Aston Villa.
“Saya menakutkan atmosfer dan tingkat kehadiran penonton di Villa Park jika Alex McLeish ditunjuk sebagai manajer. Ia mempunyai beberapa teman yang berniat akan mengembalikan tiket musiman mereka jika McLeish ditunjuk sebagai manajer,†ujarnya. Fear juga mengungkapkan bahwa McLeish sepertinya akan sulit memenangkan hati para fans. “Akan sangat sulit bagi McLeish memenangkan hati fans Villa, bahkan jika pun Villa menang di tangannya.â€
Mengapa M
cLeish sulit diterima oleh fans Villa? Satu masalah yang pasti: ia merupakan mantan manajer Birmingham, yang notabene merupakan rival terbesar Aston Villa. Pertemuan keduanya bahkan sudah terjadi sejak tahun 1879, yaitu ketika Birmingham masih bernama Small Heath Alliance. Hingga akhir musim 2010/11, kedua tim telah bertemu dalam 120 pertandingan, dengan keunggulan Aston Villa yang berhasil menang 51 kali dan Birmingham menang 38 kali, sedang sisanya berakhir seri. Derby kedua tim merupakan salah satu yang terkeras di Inggris, dan dinamakan dengan istilah “Second City Derbyâ€. Kerasnya derby ini bahkan terasa hingga 1 Desember 2010 yang lalu, di mana saat itu terjadi perkelahian antar kedua kubu suporter. Kerusuhan tersebut terjadi pasca pertandingan Piala Liga yang berlangsung di kandang Birmingham, Stadion St. Andrew. Kerusuhan itu oleh seorang suporter yang menyaksikannya dideskripsikan layaknya sebuah zona perang.
Tak heran jika kemudian kehadiran McLeish pun ditentang habis-habisan oleh para suporter. Salah satu bentuk penolakan mereka diekspresikan dengan coretan grafiti di tembok tempat latihan Villa di Bodymoor Heath. Coretan tersebut berbunyi, ‘Bluenose scum not welcome’. Anda tentu bisa mengartikan bahwa yang dimaksud dengan ‘Bluenose scum’ adalah McLeish.
Mantan manajer West Ham yang juga mantan gelandang Birmingham, Alan Curbishley memahami betul bagaimana reaksi suporter Villa. Ia sangat memahami rivalitas antara kedua tim. “Ketika Ron Saunders pindah dari Villa ke Birmingham, terjadilah kegemparan. Saya bisa mengerti kehebohan yang akan terjadi jika Alex McLeish pergi ke Villa. Saya pikir orang-orang di luar kota Birmingham tak akan mengerti rivalitas antara kedua klub. (Rivalitas tersebut) Sangatlah besar.†Ron Saunders adalah mantan manajer Villa yang mengantarkan mereka menjadi juara Piala Liga tahun 1975 dan 1977 dan juara liga pada tahun 1981 sebelum akhirnya pindah ke Birmingham pada tahun 1982.

Dengan rendahnya dukungan dari suporter, sulit Villa di bawah asuhan McLeish akan berprestasi. Padahal jika sedikit saja McLeish melakukan kesalahan, suporter Villa siap berusaha menendangnya dari klub yang mereka cintai.
“Ia tak akan mendapatkan kesabaran dan dukungan seperti yang ia dapatkan di Blues (Birmingham). Jika ia memulai musim dengan buruk, fans Villa akan langsung menunjukkan banner “McLeish Out†hanya dalam lima menit,†ungkap Kevin Ball, editor website fans Birmingham.
Jadi, pertanyaan selanjutnya adalah, seberapa lama kah McLeish akan bertahan menghadapi tekanan dari suporter Villa sendiri? Dan mampukah ia merebut hati fans yang, hingga saat ini, masih menolak kehadirannya?
Hanya waktu yang akan menjawabnya.
###YOUTUBE###