Apakah Carlos Tevez Sudah Membuktikan Dirinya Siap Tampil di Final?

May 13, 2011 oleh Muhajjir Esyaputra
Dilihat sebanyak 11 Kali

Waktu menunjukkan angka 64 menit saat Tevez diberikan isyarat untuk pertama kalinya agar mempersiapkan diri sebelum merasakan kembali aura pertandingan kompetitif pertamanya semenjak dihantam cedera di Anfield empat pekan silam. Ini terjadi di pertengahan pekan kemarin, saat Manchester City menjamu Tottenham Hotspur.

Tevez jelas sudah menanti-nantikan kesempatan ini. Sebuah momen untuk membuktikan dirinya sudah pulih dari cedera hamstringnya dan siap untuk bertarung di Final Piala FA menghadapi Stoke City hari Sabtu.

Sayangnya, saat itu adalah masa-masa terbaik Spurs dalam pertandingan. Dan Mancini sempat menengok ke belakang beberapa kali, dan akhirnya memutuskan mengubah pikiran. Ia memilih untuk memasukkan Patrick Vieira. Dan Tevez pun kembali harus rela berlari-lari lagi melakukan pemanasan di pinggir lapangan.

Jelas, pemain asal Argentina ini terlihat kesal. Ia melanjutkan pemanasan untuk beberapa waktu dan kemudian kembali duduk di bench dengan muka merengut. Mancini menyadari hal ini dan dengan segera memutuskan untuk memasukkan Tevex. Di balik kemarahannya, iapun masuk ke lapangan. Dan untuk beberapa detik, kita bisa melihat hubungan antara pemain-pelatih yang sudah mendekati akhir ini.

“Saya berkata, ‘Bersiaplah. Karena dalam dua menit, kamu akan masuk ke dalam lapangan,” ucap Mancini setelahnya. Dan respon Tevez? Mancini hanya tersenyum dan berkata, “Saya tidak tahu.”

Yang bisa dipastikan adalah Tevez kecewa dengan fakta bahwa ia tidak dimasukkan lebih cepat ke pertandingan menentukan tersebut. Totalnya, ia menjalani tujuh menit waktu normal dan lima menit injury time. Kejadian ini nyaris terlewatkan karena fokus usai pertandingan adalah perayaan lolosnya City ke Liga Champions. Sekarang, ada satu pertanyaan besar yang sebenarnya sudah menggantung: cukupkah 12 menit memberikan Tevez satu tempat sebagai starter di Wembley nanti?

Mancini sendiri mengungkapkan keraguannya. “Rasanya tidak.” Itu adalah jawaban pertamanya. Ia memang sedikit mengubah jawabannya untuk beberapa saat. Tapi yang terlihat saat ini adalah Tevez tidak lagi menjadi salah satu pemain yang wajib dan sangat diharapkan tampil di final nanti.

“Saya tidak yakin dia bisa tampil 100 persen,” ucap Mancini di The Guardian. “Ia bermain hanya 15 menit dan baru menghabiskan satu minggu bersama tim. Tapi akan sangat berbeda untuk memainkannya 30 menit jelang pertandingan usai. Saya ingin menghabiskan sisa waktu untuk memikirkan hal ini.”

Yang bisa menikmati segala keraguan dan perselisihan antara keduanya ini mungkin Tony Pulis –sang manajer Stoke City. Tevez sudah menciptkan 37 persen dari seluruh jumlah gol City musim ini. Lebih banyak dari pemain manapun di divisi papan atas Liga Inggris. Jika digabungkan antara gol dan assist-nya, ia nyaris terlibat dalam satu dari dua gol yang sudah diciptakan City sejauh ini (48%) –ini juga yang tertinggi di Inggris.

Hingga saat ia cedera, Tevez juga sudah mencetak atau memberikan umpan yang menjadi gol dengan jumlah paling banyak di antara tim manapun di divisi atas Inggris (25). Ia juga menciptakan gol-gol penting. Enam dari 19 golnya adalah gol kemenangan. Tidak diragukan lagi, penampilan Tevez musim ini memberikan dorongan luar biasa bagi City untuk menghentikan puasa gelar mereka.

Dan memang terlihat seperti itu. Meski hanya punya waktu singkat di lapangan. Ia berhasil menunjukkan potensinya dan merepotkan kiper Carlo Cudicini. Ia juga menjadi pemain terakhir yang meninggalkan lapangan setelah melakukan perayaan dan mengucapkan terima kasih pada para fans yang sudah berteriak-teriak meminta Mancini memasukkannya sepanjang pertandingan.

Suatu hal yang sedikit kontradiktif dengan fakta bahwa ia kini sudah mulai turun popularitasnya di Eastland. Alasannya apalagi kalau bukan keinginannya yang jelas untuk segera pindah dari City pada musim panas ini.

Tapi malam itu memang termasuk malam yang sulit juga untuk Edin Dzeko. Bukan kebetulan Mancini akhirnya memasukkan Tevez setelah orang Bosnia ini menyia-nyiakan peluang secara luar biasa. Fans City mungkin masih akan mengamati Tevez dengan mata penuh kecurigaan sepanjang sisa musim ini, tapi mereka tetap menginginkan sang striker berada dalam skuad yang meladeni permainan keras ala Stoke di Final Piala FA nanti. Demi titel yang mereka idamkan semenjak lama.

So it’s your move now, Mancini…