Terlalu dini mungkin. Tapi jumlah pertandingan yang sudah melewati dobel digit sudah sedikit menunjukkan bahwa pasukan Roberto Mancini ini punya konsistensi -setidaknya sampai sekarang. Dengan modal dana yang luar biasa besar, mereka memiliki deretan pemain bintang yang bisa membuat dua tim sendiri dengan level kekuatan yang tidak terlalu jauh berbeda. Bayangkan saja pemain sekelas Samir Nasri bisa hanya duduk di bench dan timnya tetap menang telak.
Mari kita coba lihat kemampuan City sejauh ini. Jika melihat kembali pertandingan yang sudah mereka hadapi, masih belum ada tim-tim besar yang dilewat. Kecuali Manchester United dan Tottenham Hotspur yang dihancurkan 6-1 dan 5-1.

Ujian yang sebenarnya bagi City akan muncul dalam lima hingga enam pekan ke depan. Newcastle United, Liverpool, Chelsea, dan Arsenal siap meladeni rekor tidak terkalahkan mereka. Bukan jadwal yang mudah tentu saja. Namun jika memang ingin menjadi juara, deretan tim ini jelas menjadi sasaran tepat untuk membuktikan dominasi mereka.
City punya modal yang cukup baik untuk menghancurkan semuanya. Tapi jika lengah, kekalahan beruntun bisa mengancam mereka dan merusak semua rekor bagus yang sudah didapat. Karena itu, bahkan Mancini sekalipun masih terlihat sangat berhati-hati melihat rekor gemilang mereka ini. Apalagi, dalam pertandingan terakhir menghadapi Queens Park Rangers, City akhirnya mengalami ketinggalan pertama kalinya di Premier League. Lini belakang mereka mulai leaking, dan bahkan nyaris kalah.
Beruntung, dengan mental dan keberuntungan Joe Hart harus jungkir balik mengamankan gawangnya- City tetap bisa pulang dari Loftus Road dengan tiga poin dan sebuah kemenangan tipis. Lampu kuning? Bisa jadi. Lini belakang City memang beberapa menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan. Contoh lain adalah saat Vincent Kompany yang mendapat kartu merah saat menang lawan Wolves.

Mancini jelas menyadari hal ini. Dan ia harus melakukan sesuatu untuk menyelesaikannya dan menjaga rekor luar biasa City.
Jadi, apakah David Silva cs. tidak bisa dihentikan? Well. Untuk saat ini memang tidak. Lini depan yang dahsyat dua striker mereka ada di daerah atas top scorer sementara- dan lini tengah kelas dunia, membuat siapapun lawannya terpental. Namun, pertandingan dalam beberapa pekan ke depan akan krusial. Apakah City memang punya kualitas dan konsistensi untuk juara? Atau hanya paket kejutan besar di awal musim.