Arsenal, Para Anak Muda Yang Haus Gelar

March 2, 2011 oleh Malvino Gladwin Mambu
Dilihat sebanyak 24 Kali

Ya, selain Barcelona mungkin tak ada lagi tim yang bermain lebih indah selain Arsenal. Para anak muda ini selalu bisa memperlihatkan permainan cantik, dan memanjakan para pecinta sepak bola yang menyaksikan pertandingan mereka.

Namun, apalah artinya permainan cantik tanpa konsistensi? Minggu yang lalu, The Gunners menjadi salah satu tim yang berkesempatan untuk mencetak Quadruple Winner musim ini. Namun, siapa yang menyangka bahwa Arsenal akan takluk di tangan tim sekelas Birmingham City di final Piala Carling, Sabtu lalu?

Piala Carling, mungkin adalah satu-satunya piala di depan mata yang kemungkinan besar bisa mereka menangkan musim ini. Karena di Premier League, mereka masih berada di bawah Manchester United. Begitupun di Piala FA, Arsenal kemungkinan akan bertemu dengan United di babak selanjutnya. Di Liga Champion, mereka sudah unggul atas tim dewa, Barcelona, di leg pertama. Namun, tak tahu apa yang akan terjadi di leg kedua, karena pertandingan akan dihelat di Nou Camp.

Dan Birmingham pun membuat Jack Wilshere menangis, kemenangan di partai puncak untuk mengakhiri penantian gelar yang sudah enam tahun lamanya itupun harus sirna. Terakhir kali Arsenal memenangkan gelar adalah pada 2005, pada saat itu mereka menjuara Piala FA setelah mengalahkan United melalui adu tendangan penalti.

Sejak saat itu, Arsenal tak pernah memenangkan apapun. Arsene Wenger dan para prajuritnya pun sudah lapar, rindu dengan momen-momen indah yang mungkin kini sudah mulai dilupakan orang. Mereka ingin sekali kembali mencicipi setidaknya sebuah gelar, bukankah itu tujuan sebuah klub profesional yang berkompetisi di divisi utama? Apalagi, dengan tim yang penuh dengan sejarah seperti Arsenal.

Arsenal didominasi oleh para pemain muda, rata-rata umur pemain mereka saat ini mungkin yang termuda di Premier League. Siapa yang meragukan kemampuan para pemain muda yang mereka miliki saat ini? Nama-nama para ’berondong’ seperti Cesc Fabregas, Samir Nasri, Theo Walcott dan Jack Wilshere adalah kualitas nomor satu di lini tengah Arsenal. Skill yang mereka miliki, adalah kualitas jempolan.

Namun pemain-pemain muda ini masih belum mampu membawa timnya mencicipi gelar musim ini, meskipun mereka selalu bermain atraktif di banyak pertandingan, Arsenal masih dibilang kurang konsisten. Mereka bisa terlihat begitu dominan ketika menghadapi Barcelona, namun harus keok di tangan Birmingham. Apa yang menjadi masalah? Apabila anda mengatakan mental, mungkin ada benarnya.

Para anak muda ini harus berbuat lebih untuk bisa memenangkan sesuatu musim ini. Tiga piala sisa masih mungkin mereka raih asalkan terus bermain konsisten dan serius. Mungkin tahun ini adalah tahun terakhir penantian gelar mereka.

Fabregas cs. pasti bisa mengambil hikmah dari kegagalan mereka yang sudah sangat dekat dengan gelar musim ini, setidaknya mereka untuk mencoba tak mengulang kesalahan yang sama di kesempatan mendatang. Mereka akan menghadapi Leyton Orient midweek ini di Piala FA, dan menatap kemenangan untuk mengobati kekalahan mereka kemarin.

Belajar dari kesalahan untuk mendapatkan gelar yang lama sudah dinanti. Selamat berjuang anak muda, semoga berhasil musim ini!