Pertanyaan apakah mungkin seorang pemain duduk di bangku cadangan –atau bahkan hanya di bangku penonton- tetap merasa senang saat menyaksikan timnya? Bisa. Contoh paling jelas adalah Michael Owen. Meskipun ia bahkan tidak ada di dalam bench United dalam kemenangan atas Chelsea kemarin, ia tetap bersemangat menyambut kembalinya trofi Liga Premier di Old Trafford.
Pemain berusia 31 t
ahun ini hanya bermain sebagai pemain pengganti saat menghadapi Arsenal. Itu adalah penampilan ke-10 nya musim ini. Dan meskipun sembilan di antaranya hanya sebagai pemain pengganti, Owen akan diberikan medali sebagai pemenang gelar juara di akhir musim nanti. Untuk pertama kalinya dalam karirnya. Sejauh ini, ada 21 pemain Fergie yang sudah memainkan cukup pertandingan untuk meraih medali. Antonio Valencia akan bergabung dalam daftar ini segera. Mengingat dia sudah fit kembali dan nyaris selalu dipilih belakangan.
Ini adalah gambaran bagaimana skuad Manchester United begitu luas. Terutama di dalam musim ini. Mereka bisa bergantian mengisi berbagai posisi dengan pemain-pemain yang berbeda di setiap pertandingan. Di lini belakang contohnya. Nemanja Vidic mungkin terlihat sebagai faktor yang sangat krusial –jadi starter di 33 dari 36 pertandingan di Liga sejauh ini- dan begitu juga Edwin van Der Sar. Tapi Rio Ferdinand sering absen karena cedera. Dan Johnny Evans atau Chris Smalling siap melapis dan tampil baik setiap saat.
Begitu juga di sisi bek kanan. Rafael sempat disebut-sebut sebagai pengganti utama Gary Neville. Sekarang, giliran saudara kembarnya Fabio yang mengisi posisi tersebut dengan penampilan yang tidak kalah baiknya. Di tengah, Nani sedang menjalani musim yang luar biasa kali ini. Bisa dibilang bahkan yang terbaik dalam karirnya. Tapi ini tidak menjamin tempat permanen. Kembali Valencia membuat ia kembali harus keluar masuk bench. Ia bahkan masuk dalam tim “cadangan†United saat menghantam Schalke 4-1 di Liga Champions.
Paul Scholes juga menjadi salah satu bagian dari revolusi ini. He’s a genius. Yes. Tapi masalah umur membuat penampilannya tidak lagi semaksimal dulu. Sehingga Fergie kini melakukan rotasi dengan baik untuk posisi sang veteran. Michael Carrick, Darren Fletcher, Darron Gibson, dan Anderson bergantian mengisi sisi tengah United sejauh ini.

Di depan? Selain Michael Owen yang sering tampil sebagai cameo, kita tahu ada Dimitar Berbatov. Sang top scorer yang belakangan duduk di bangku cadangan. Tapi jika melihat bagaimana reaksinya saat United mencetak gol melawan Chelsea kemarin, rasanya tidak ada yang meragukan betapa bahagianya ia berada di United.
Kita bisa bandingkan dengan tahun 1993-94 silam. Fergie baru saja memenangai gelar keduanya dengan United. Dan ketika itu, ia hanya butuh 14 pemain yang bermain setidaknya 10 pertandingan. Sekarang, jumlah itu berkembang menjadi nyaris dua kali lipat. Sepakbola modern membuat revolusi ini harus dilakukan. Dan di tangan seorang Sir Alex Ferguson, kondisi ini bisa dihadapinya dengan sempurna. Berulang-ulang setiap tahunnya.
Bukti yang paling terlihat adalah sedikitnya pemain yang berubah saat menghadapi Chelsea kemarin. Terutama jika dibandingkan dengan saat keduanya bertemu di final Liga Champions tahun 2008 silam. Masih ada banyak pemain United yang tetap setia dan bersemangat membela timnya –meski kadang itu berarti harus rela duduk di bangku cadangan setiap beberapa pekan sekali.
Faktor Sir Alex sangat penting di sini. Sebagai manajer, ia mampu menjaga agar setiap pemainnya bahagia. Ia sadar, ia membutuhkan sebanyak mungkin sumber daya pemain di skuad demi menghadapi begitu banyak pertandingan dalam satu musim ini. Dan satu kunci untuk menjaga rasa senang mereka: kemenangan di berbagai kompetisi.
And he seems to do the same thing again this season…