Pemain yang mempunyai nama asli Andrew Thomas Carroll ini pun akhirnya berhasil didatangkan ke Anfield.
Tak kurang 35 juta Pounds digelontorkan oleh Kenny Dalglish untuk mendatangkan penyerang jangkung itu dari Newcastle, padahal mereka baru saja memecahkan rekor transfer saat mendatangkan Luis Suarez dari Ajax dengan harga 23 juta Pounds, sehari sebelumnya.
Carroll didatangkan karena Liverpool membutuhkan seorang pengganti Fernando Torres, yang dalam detik-detik terakhir akhirnya bergabung dengan Chelsea, dan memecahkan rekor transfer Inggris dengan nilai fantastis, 50 juta Pounds.
Layakkah label seharga 35 juta Pounds untuk seorang Andy Carroll? Padahal dirinya ’hanya’ membawa Newcastle memenangkan gelar juara Championsip musim lalu, sehingga bisa promosi ke Premier League musim ini.
Ya, sepertinya angka tersebut terlalu mahal untuk seorang striker yang ’belum teruji’. Sebelumnya, Liverpool sudah menawarkan 30 juta Pounds untuk mendatangkannya, namun ditolak mentah-mentah oleh Newcastle. Dan ketika tawaran itu naik, Newcastle pun tak perlu pikir panjang untuk menjualnya, sebuah uang yang sangat besar buat mereka.
Namun tahukah anda bahwa kedatangan Carroll ke Anfield adalah bukan kemauannya? Dirinya mengatakan bahwa managing director Newcastle, Derek Llambias, memaksanya untuk menerima transfer tersebut. Merasa dipojokkan, Carroll pun tak punya pilihan lain. Dia merasa tak diinginkan lagi di Newcastle, menurutnya The Magpies hanya menginginkan uang hasil penjualannya saja.
Proses transfer pun akhirnya terjadi, Carroll resmi menjadi pemain The Reds di hari terakhir penutupan bursa transfer. Jersey bernomor punggung 9 yang tadinya dipakai Torres pun kini diserahkan kepadanya, berharap dirinya bisa sesukses pemain Spanyol itu dalam hal mencetak gol.

Carroll kini sudah berada di Anfield dan ingin membuktikan bahwa dirinya layak dihargai semahal itu, meskipun pembeliannya terlihat sebagai salah satu kepanikan Liverpool karena ditinggal seorang Torres.
Mampukah Carroll mencuri hati fans Liverpool yang sampai sekarang masih kecewa karena kepergian Torres? Apabila ingin mendapatkan tempat di hati mereka, Carroll harus mampu membawa Liverpool ke tempat yang lebih layak musim ini. Misalnya kembali ke empat besar, tempat dimana biasanya mereka berada setiap musimnya. Sehingga jatah Liga Champion pun bisa diselamatkan.
Sebuah hal yang berat memang, namun Carroll harus melakukannya. Ia tahu bahwa sebenarnya hatinya masih tertinggal di Newcastle, karena proses perpindahannya terbilang sangat tiba-tiba.
Carroll harus melupakan cinta lamanya, dan mencoba untuk mencintai klub barunya dalam waktu yang amat singkat. Ia pun harus berusaha keras untuk bisa dicintai di tempat barunya itu, miris!
I don’t know what should I say besides, Good luck Andy!
*Claude Pelletier adalah seorang mantan scout untuk Arsenal, Crystal Palace, dan Lens FC. Meskipun demikian, ia lebih menyukai bermain Mahjong ketimbang Football Manager di waktu senggangnya.