Belanda 0 – Spanyol 1

July 12, 2010 oleh Mahdi Manshuri
Dilihat sebanyak 9 Kali

Diwaranai 14 kartu kuning dan 1 kartu merah,  Andres Iniesta hantarkan Spanyol rebut trofi Piala Dunia Afrika Selatan 2010. Spanyol berhasil menciptakan sejarah sebagai Juara Dunia untuk kali pertama. Sementara Belanda kembali harus menjadi runner-up untuk kali ketiga.

Sebelum berlangsungnya laga final didahului dengan closing ceremony yang diisi berbagai atraksi menarik. Panasnya tarian Shakira yang menyanyikan lagu resmi “Waka waka” berlanjut ke dalam pertandingan. 47 pelanggaran, 28 di antaranya dilakukan para pemain Belanda mengakibatkan 10 kartu kuning harus di keluarkan dari saku Howard Webb kepada para pemain De Oranje. Semantara 5 kartu kuning dari 19 kali pelanggaran cukup untuk memberi gelar tambahan Spanyol sebagai tim paling sedikit mendapatkan kartu.

Vicente del Bosque membuat keputusan dengan tetap memasang Pedro dari pada harus memilih Torres. Keputusan ini tepat. Pedro tampil penuh percaya diri menemani Xavi dan Iniesta untuk mensupport David Villa. Kombinasi Pedro dan Sergio Ramos di sisi kiri pertahanan Belanda membuat kapten tim Gio van Bronckhorst harus berjibaku menutup ruang. Peluang pertama Spanyol diperoleh dari tendangan bebas Xavi Hernandes akibat pelanggaran van Bronckhorts atas Ramos. Umpan tendangan bebas Xavi pada menit ke-5 ke kota penalti Belanda dituntaskan Ramos dengan heading keras. Namun Stekelenburg masih sanggup terbang menghalau bola.

Tak ingin terus ditekan di awal pertandingan, peluang Belanda diperoleh Kuyt pada menit ke-8. Namun tendangan dari kotak penalti Kyut masih lemah dan mudah dikuasai Casillas. Selanjutnya Spanyol kembali mendominasi pertandingan. Spanyol yang memang sangat lihai dalam bermain umpan pendek di area tengah lapangan, membuat Sneijder praktis bertahan menemani van Bommel dan de Jong yang tampak kerepotan. Bahkan van Persie pun harus bermain layaknya gelandang bertahan dengan beberapa kali membuat tekel. Akibatnya Webb memberi kartu kuning kepada penyerang Arsenal ini di menit ke-15 setelah melanggar Capdevila.

Belanda yang sangat mengandalkan Robben dalam membongkar sisi kiri pertahanan Spanyol, membuat aliran bola banyak di tujukan ke Robben. Namun ketatnya pengawalan Capdevila yang dilapisi Puyol membuat Robben tak berkutik. Namun, Robben akhirnya sanggup melepaskan diri dari kawalan. Aksi nya pada menit ke-17 harus dihentikan Puyol, akibatnya kapten Barcelona tersebut harus mendapat kartu kuning. Selanjutnya hujan kartu silih berganti dikeluarkan Webb. Giliran van Bommel pada menit ke-22 setelah menerjang Andres Iniesta. Sergio Ramos berganti mendapat peringatan kartu kuning semenit kemudian setelah mencoba menghentikan gebrakan Kuyt. Belanda masih beruntung bermain dengan sebelas pemain setelah aksi de Jong menerjang dada Alonso pada menit ke-28 hanya berbuah kartu kuning.

Hingga peluit akhir babak pertama, hasil masih imbang tanpa gol.

Babak kedua pertandingan, kedua tim mencoba lebih bermain terbuka. Pada menit ke-48, Spanyol berhasil memperoleh peluang. Bermula dari sepak pojok Xavi ke kotak penalti yang ditanduk Puyol. Bola kemudian bergulir ke arah Capdevilla. Namun Capdevila yang berdiri tanpa kawalan gagal menjangkau bola.

Del Bosque menyadari jika hanya fokus bermain di area tengah, variasi serangan Spanyol mudah diantisipasi barisan "tanpa kompromi" para pemain Belanda. Pedro pun di tarik digantikan Jesus Navas pada menit ke-60. Navas bertipikal bermain melebar dan lebih banyak mengirim umpan-umpan silang. Hal ini dibutuhkan Spanyol.

Namun justru Belanda yang nyaris mencetak skor andai saja Robben lebih tenang dalam menembak. Pada menit ke-62, Robben berhasil menjangkau umpan terobosan Sneijder, kemudian menggiring ke dalam kotak penalti. Hanya tinggal berhadapan dengan Casillas, tendangan mantan winger Real Madrid ini masih bisa dihalau kaki Casillas. Selamatlah gawang Spanyol.

Spanyol berganti memperoleh peluang emas. David Villa yang mendapat peluang emas setelah menerima umpan silang Navas enam menit kemudian. namun tendangan pemain baru Barcelona ini masih sanggup diblok Heitinga.

Melihat Navas mulai meraja lela, Marwijk menggantikan Kuyt dengan Elia. Tujuannya jelas, selain lebih muda, cepat dan bertenaga, beberapa kali aksi Ramos yang maju ke depan sangat membahayakan van Bronckhorts pasti berpikir ulang untuk terlalu sering naik.

84490 penonton yang memadati Soccercity tak jua melihat gol. Bahkan masuknya Fabregas menggantikan Alonso tak juga merubah skor pertandingan hingga waktu normal berakhir.

Untuk mengetahui Juara Piala Dunia, tambahan waktu harus dijalani kedua tim.

Van der Vaart mendapat kesempatan bermain menggantikan Nigel de Jong pada menit ke-9 periode pertama babak tambahan waktu. Bahkan melihat van Bronckhorts yang kerepotan mengingat telah berusia 35 tahun, Marwijk memasukkan pemain muda Edson Braafheid di menit ke-terakhir babak pertama extra time.

Namun tetap tak ada gol yang tercipta di babak ini.

Torres yang menjadi pencetak gol tunggal kemenangan Spanyol di final Piala Eropa dua tahun silam masuk menggantikan David Villa di awal babak kedua extra time. Masuknya Torres sedikit memberi perbedaaan permainan. Torres yang lebih lihai sebagai penyerang tengah, sanggup membuka ruang bagi Iniesta dan Xavi. Iniesta yang berulang kali menusuk pertahanan Belanda sembari bermian satu-dua, harus dihentikan Heitinga pada menit ke-109. Heitinga yang telah mendapatkan kartu kuning pada menit ke-57 harus meninggalkan lapangan.

Setelah kehilangan Heitinga, praktis Belanda bermain bertahan. Spanyol yang benar-benar di atas angin, akhirnya berhasil mencetak gol. Adalah Andres Iniesta yang menjadi pencetak gol tersebut. Gelandang Barcelona ini sanggup melepaskan diri dari kawalan pemain Belanda yang terfokus pergerakan Fabregas. Gelandang Arsenal yang disiukan akan hijrah ke Barcelona ini memberi umpan matang kepada Iniesta. Sekali kontrol sambil mengangkat bola, tendangan setengah voli Iniesta masuk ke pojok kanan gawang Stekelenburg.

1-0 untuk Spanyol. Hingga akhir laga, gol Iniesta menjadi satu-satunya gol meski beberapa kali peluang emas Spanyol tercipta. Iniesta pun terpilih sebagai man of the match parta final tersebut.

Dengan kemenangan ini, Spanyol menjadi juara dunia ke delapan menyusul Uruguay, Italia, Brasil, Jerman, Inggris, Argentina dan Perancis. Semantara Belanda, untuk kali ketiga harus puas menjadi runner-up.

Permainan indah, tiki-taka khas Barcelona menyelamatkan Piala Dunia dari pragmatisme sepakbola. Kekalahan di laga pembuka atas Swiss benar-benar dijadikan pelajaran.

Spanyol layak berpesta.###YOUTUBE###

Selain trofi Piala Dunia, Spanyol juga mendapat gelar FIFA Fair Play Award. Sementara Golden Boot diraih Thomas Muller. Dengan raihan 5 gol dan 3 assist, ia mengalahkan David Villa dan Wesley Sneijder yang juga mencetak 5 gol namun hanya menciptakan 1 assist. Muller juga meraih penghargaan sebagai Pemain Muda Terbaik.

Diego Forlan yang juga mencetak lima gol, namun berada diurutan keempat, meraih Golden Ball sebagai pemain terbaik Piala Dunia.

Susunan pemain:

Belanda: Maarten Stekelenburg; Gregory van der Wiel, John Heitinga, Joris Mathijsen, Giovanni van Bronckhorst (Edson Braafheid  104); Dirk Kuyt (Eljero Elia 70), Mark van Bommel, Wesley Sneijder, Nigel de Jong (Rafael Van der Vaart 98), Arjen Robben; Robin van Persie
Spanyol: Iker Casillas; Sergio Ramos, Gerard Pique, Carles Puyol, Joan Capdevila; Xabi Alonso (Cesc Fabregas), Xavi, Andres Iniesta, Sergio Busquets; Pedro (Jesus Navas 60), David Villa (Fernando Torres 106)