Birmingham City vs Tottenham Hotspur: Trend Fluktuatif

December 3, 2010 oleh Pangeran Siahaan
Dilihat sebanyak 8 Kali

Tottenham Hotspur adalah sebuah teka-teki karena mereka bisa bermain hebat seperti yang mereka tunjukkan saat mengalahkan Arsenal, tapi pada kesempatan lain bisa melempem seperti saat dikalahkan Bolton. Ini adalah penyakit klasik Tottenham yang tidak bisa meneruskan form bagus saat melawan tim-tim yang di atas kertas bisa mereka atasi.

Pekan ini mereka akan bertandang ke St Andrews untuk menghadapi Birmingham City yang berkutat di peringkat 14 sejauh ini, berbeda 9 tingkat dari Tottenham di peringkat 5. Di atas kertas, suporter Tottenham bisa berharap akan menyaksikan akselerasi Gareth Bale dan kejeniusan Luka Modric mengacak-acak lini pertahanan lawan nanti, tapi jika ternyata Spurs tampil di bawah standar, mereka tidak akan kaget.

Beberapa waktu lalu Rafael van der Vaart mengutarakan sebuah pernyataan mengejutkan yang mengatakan bahwa manajer Harry Redknapp tidak menekankan pentingnya taktik dan strategi dalam bermain. Gelandang asal Belanda ini membocorkan informasi bahwa Redknapp lebih suka memberikan arahan secara verbal kepada pemain tanpa memberikan instruksi taktis lewat papan strategi seperti yang biasa dilakukan. Mungkinkah ini alasan di balik performa Tottenham yang kadang drop mendadak?

Kondisi Van der Vaart sendiri masih diragukan bisa tampil besok setelah ditarik dalam 11 menit pertama pekan lalu saat menghadapi Liverpool. Yang juga diragukan akan diturunkan adalah Wilson Palacios yang melakukan serangkaian kesalahan passing pekan lalu. Palacios kehilangan formnya dari musim lalu, padahal ia adalah gelandang jangkar yang kemampuan mendukung pertahanannya tidak diragukan.

Sementara Birmingham sedang tenggelam dalam euforia setelah mengalahkan rival sekota, Aston Villa dalam Piala Carling. Tapi euforia tersebut berimbas negatif setelah invasi lapangan yang dilakukan suporter The Blues yang terlibat bentrok dengan suporter Villa dalam laga penuh tensi tersebut. Menjadi tugas manajer Alex McLeish untuk mengubah segala energi yang ada di dalam dan luar lapangan menjadi kontribusi positif dalam permainan.