Tampil di kandang sendiri dengan defisit 0-1 akibat kekalahan di kandang Ipswich pada pertandingan leg pertama, ambisi Arsenal Cuma satu: menang.
Tapi ini bukan hal yang mudah bagi Cesc Fabregas dan kawan-kawan. Tim tamu tahu bagaimana meredam penampilan peringkat kedua klasemen sementara Liga Inggris ini.
Arsenal mengawali pertandingan seperti seharusnya, dengan terus menguasai bola dan menciptakan peluang. Anak-anak asuh Arsene Wenger ini terlihat dipaksa bekerja keras untuk mendapatkan keunggulan mereka.
Ipswich mampu tampil baik dan meredam setiap upaya pemain Arsenal di babak pertama. Hasil imbang tanpa gol tetap bertahan.
Hingga akhirnya di menit ke 61, pertahanan ketat itu roboh juga, tuan rumah menyamakan agregat melalui gol cantik Niklas Bendtner. Ia mengontrol bola dengan sempurna sebelum melepas sebuah tembakan manis ke pojok gawang. 1-0. Dan pintu gol mulai terbuka.
Hanya butuh waktu TIGA menit bagi Lauren Koscielny untuk membunuh harapan sekecil apapun yang sempat dimiliki The Tractor Boys.
Sundulannya meman
faatkan sepak pojok kali ini sama sekali tidak bisa dihentikan oleh barisan pertahanan lawan. Kiper Marton Fulop gagal mengantisipasi keadaan ini dengan sempurna. 2-0.
Dan akhirnya, Fabregas menambahkan paku terakhir di kotak kematian Ipswich dengan golnya pada menit ke 77.
Keasikan menyerang untuk mengejar ketinggalan mereka, Ipswich gagal mengantisipasi serangan balik cepat Arsenal. Kerja sama satu-dua Fabregas dengan Andrei Arshavin diselesaikan dengan sebuah chip manis yang menaklukkan Fulop. 3-0.
Sebuah hasil yang terus bertahan hingga pertandingan berakhir. Arsenal pun memenangi partai semifinal ini dengan agregat 3-1.
Kemenangan yang membawa Arsenal selangkah lebih dekat ke trofi pertama mereka setelah puasa gelar selama sekitar enam tahun belakangan. Dan tetap menjaga kemungkinan mereka menyapu bersih empat gelar di empat turnamen yang mereka ikuti tahun ini.
###YOUTUBE###