
Ya, Torres adalah pemain sensasional. Torres mengejutkan dunia persepak bolaan, setelah di hari terakhir menjelang penutupan transfer musim dingin, tiba-tiba menerima pinangan Chelsea dengan memecahkan rekor transfer Inggris sepanjang masa, 50 juta Poundsterling.
Selama seminggu sebelum debutnya pada pertandingan kemarin, Torres selalu menjadi headline di semua media olahraga. Siapa yang meragukan instingnya dalam hal mencetak gol? Menoleh ke belakang pada musim 2007-2008, Torres ’hanya’ kalah dari Cristiano Ronaldo yang saat itu masih bermarkas di Old Trafford. 33 gol dicetak di semua kompetisi, sebuah torehan yang luar biasa untuk seorang penyerang.
Torres sudah ’berkoar’ sebelum bertanding, dirinya mengatakan tak akan merayakan selebrasi apabila mampu membobol gawang Pepe Reina, mantan rekan timnya di Liverpool, yang juga kompatriotnya. Hal ini semakin membuat semua mata seolah tertuju padanya, dan berharap bisa menjadi saksi langsung pada saat Torres melakukan hal itu.

Perpindahannya pun menjadi polemik, dirinya dihujat habis-habisan oleh suporter Liverpool, bahkan ada beberapa orang yang membakar seragam kebesaran Liverpool dengan nama ’Torres’ di bagian belakangnya. Tak hanya suporter, beberapa legenda Anfield pun ikut mengejeknya. Atas kejadian itu, suporter The Reds pun menjulukinya ’Judas’, sebutan yang sama yang didapat Ashley Cole pasca menyeberang ke arah barat dari Arsenal.
Namun Torres membela diri, menurutnya dirinya pindah karena Liverpool tak bisa menepati janji. Menurut Torres, tim itu sudah tak mampu lagi bersaing di Premier League. Kepergian Xabi Alonso dan Javier Mascherano dua musim berturut-turut mengecewakannya, menurutnya Liverpool semakin melepaskan peluang untuk bisa bersaing di papan atas.

Hari yang ditunggu-tunggu pun akhirnya datang juga, 6 Februari 2011 puluhan ribu suporter Chelsea sudah memadati lapangan yang berlokasi di Fulham road itu. Tujuan mereka satu, melihat Torres untuk pertama kalinya dengan jersey Chelsea bernomor punggung 9, dan melihatnya mencetak gol.
Namun Torres terkejut, bek-bek Liverpool rupanya sudah mengantisipasi segala tindak-tanduknya. Setiap kali memegang bola, Torres langsung dikepung dua atau tiga pemain, seolah tak rela gawang mereka dijebol oleh pemain yang mereka anggap berkhianat itu.
Trio maut Torres-Didier Drogba-Nicolas Anelka pun mandek, meskipun mendapatkan peluang yang lebih banyak, namun tak mampu mengancam serius gawang Reina. Dan Torres pun harus tertunduk lesu, ketika di menit ke-66, pelatih Chelsea, Carlo Ancelotti, menariknya keluar dan memasukkan Salomon Kalou.
Uniknya, begitu Torres keluar, Liverpool langsung mencetak gol. Raul Meireles pun membuat para pendukung Chelsea tersentak karena tiba-tiba gawang Petr Cech bobol. Bahkan sampai peluit panjang dibunyikan, Chelsea tak mampu menyamakan kedudukan dan merelakan tiga poin di bawa pulang ke Anfield.
Para suporter tuan rumah pun harus kecewa, setelah gagal menyaksikan idola baru mereka mencetak gol, tim mereka pun harus dipermalukan oleh tim tamu. Namun Torres berterima kasih pada pendukung Chelsea, karena selalu memberikan semangatnya selama dirinya menjalani debut.

Sang pelatih pun membela Torres, Ancelotti mengatakan Torres sudah melakukan yang terbaik. Menurutnya Torres akan menemukan kembali ketajamannya dalam waktu yang sangat cepat.
Untuk harga 50 juta Pounds, Torres tahu benar bahwa dirinya diharapkan mampu menampilkan penampilan terbaiknya. Jika tidak, semua dukungan dari pelatih, pemain, dan para suporter kepadanya akan luntur dan dirinya terlupakan. Para suporter Chelsea sepertinya trauma dengan kejadian serupa, setelah waktu itu membeli Andriy Shevchenko dengan harga mahal dari AC Milan, Sheva malah melempem di Chelsea sampai akhirnya harus dibuang.
Apakah Torres akan bernasib sama dengan Sheva? Atau malah dirinya mampu menggeser Drogba yang sudah lebih dulu menjadi idola di Stamford Bridge, karena terkenal dengan sebutan ’mesin gol’? Bagaimana menurut anda?