Cesc Fabregas berhasil memenuhi impiannya –dan juga kengototannya– untuk kembali ke klub lamanya Barcelona. Transfer puluhan juta pound menjadi harga bagi sang kapten Arsenal untuk meyeberang ke La Liga tempat di mana ia mulai menendang bola.Lahir pada tanggal 5 Mei 1987, pemain yang sudah mendukung Barcelona bahkan semenjak masih sangat kecil ini memulai karir sepakbola di klub CE Mataro, saat usianya masih sangat muda. Kemudian, Barcelona tertarik melihat bakat yang dimilikinya dan ia pun bergabung dengan akademi pemain muda Barca bernama La Masia pada usianya yang ke 10.
Meski menunjukkan bakat yang luar biasa sebagai seorang pemain muda –ia bahkan pernah menciptakan lebih dari 30 gol dalam satu musim untuk tim muda mereka– nama Fabregas tidak berhasil menyentuh tim utama Barcelona di Nou Camp. Dan ada satu klub dari Inggris yang mengendus kondisi ini.
Tanggal 11 September 2003, Fab yang semakin menyadari sempitnya peluang baginya jika tetap bertahan di Barca, memutuskan untuk bergabung dengan Arsenal dalam akademi muda mereka. Dalam usianya yang masih 16 tahun, ia pada awalnya terlihat kesulitan untuk beradaptasi. Tapi perlahan, potensi luar biasanya mulai terlihat.
Dan hanya butuh beberapa bulan, anak muda ini membuat debutnya untuk Arsenal. 23 Oktober 2003. Rotherham United. Piala Liga. Ia memecahkan rekor sebagai pemain termuda dalam tim utama Arsenal dengan usia 16 tahun dan 177 hari. Cukup? Belum. Ia kemudian melanjutkan rekor ini dengan menjadi pemain termuda yang mencetak gol saat membantu timnya mencukur Wolves 5-1, juga di Piala Liga. Arsenal akhirnya juara EPL musim itu, namun Fabregas tidak menerima medali. Ia masih belum bermain di Liga Premier sekalipun.
Di musim 2004-05, Fabregas mulai menunjukkan peningkatan yang semakin signifikan. Ia mulai bisa menembus tim utama di luar Piala Liga. Cederanya Patrick Vieira membuat jalannya semakin terbuka. Dan, lagi-lagi, menjadi pemain termuda yang mencetak gol saat timnya menghantam Blackburn Rovers 3-0. Berbagai cedera lain di skuad menjadikan Fabregas sebagai salah satu bagian penting. Hasil di musim itu? Sebuah kontrak profesional jangka panjang untuknya plus satu gelar Piala FA, gelar pertama dan terakhir yang dipersembahkannya bagi Arsenal.

Selanjutnya perjalanan Fabregas di Arsenal terus meningkat. Posisinya di tim utama menjadi tidak tergantikan. Terutama setelah Vieira akhirnya hengkang dari klub London Utara ini. Bahkan di tahun 2008, ia berhasil mendapatkan kepercayaan penuh dari Arsene Wenger sebagai kapten. Sebuah kepercayaan yang dipertahankannya hingga hengkang.
Di lapangan, kontribusi orang Spanyol ini nyaris tidak ada tandingannya. Assist-assist cantiknya selalu menjadi salah satu trademark utama dalam permainan Arsenal. Belum lagi gol-golnya yang sering muncul pada saat-saat menentukan. Ia adalah penentu irama permainan tim muda ini. Dan dengan mudah menjadi idola bagi fans di manapun.
Sayangnya, ada satu hal yang kurang dari karir briliannya di Arsenal. Meski terus menjadi pencetak assist terbanyak di Liga Premier, klubnya sama sekali tidak merasakan trofi gelar apapun sejak tahun 2005 silam. Semua perjalanan mereka berakhir pahit. Baik di Liga Premier, Liga Champions, Piala FA, dan bahkan Piala Carling.
Padahal, di tengah paceklik gelar di klub, Fabregas merasakan kesuksesan yang bertolak belakang saat tampil bersama tim nasional Spanyol. Gelar Piala Eropa dan Juara Dunia dirasakannya hanya dalam selang waktu yang sangat singkat. Meski harus bertukar tempat dengan pemain semacam Xavi dan Iniesta, ia tetap menjadi salah satu bagian penting dalam generasi tersukses Spanyol ini.
Seiring dengan penampilannya yang makin baik dan makin dewasa, ketertarikan klub-klub besar Eropa mulai muncul pada dirinya. Tapi hanya ada satu tim yang mampu membuatnya mengalihkan perhatian dari The Gunners. Klub lamanya, klub cinta masa kecilnya: Barcelona.

Saga transfernya bukan sesuatu yang sederhana. Barca mulai menunjukkan minatnya semenjak setidaknya dua musim silam. Dan setelah itu, setiap jendela transfer dibuka, pasti muncul pemberitaan mengenai kepindahan sang pemain ke Nou Camp. Dari sekedar rumor, hingga tawaran yang ditolak.
Pernyataan-pernyataan yang muncul dari Fabregas juga menunjukkan dirinya sangat ingin untuk pindah. Namun, Arsenal –terutama Wenger– berusaha sekuat tenaga untuk menjaga aset berharga mereka ini. Musim lalu, dan juga awal tahun ini, mereka berhasil melakukannya. Sang kapten tetap bertahan di Emirates Stadium.
Hingga akhirnya, spekulasi ini semakin mengencang saat musim 2011/12 akan dimulai. Dan mimpi buruk bagi banyak fans Arsenal pun terwujud, Cesc Fabregas resmi pindah ke Barcelona pada tanggal 15 Agustus 2011. Harga sekitar 34 Juta Euro ditambah 5 Juta Euro lagi tergantung penampilan menjadi labelnya. Kontrak 5 tahun pun sudah ditandanganinya. Dan Fabregas siap memulai hidup barunya di rumah, Spanyol.
Farewell, Fabregas!