Persipura Jayapura tak berdaya menghadapi Changchun Yatai China. Juara DISL (Djarum Indonesia Super League) 2009/2010 itu kalah 0-9 dalam babak kualifikasi LCA (Liga Chmapions Asia) yang dilangsungkan di Changchun Jingkai Stadium China, kemarin. Sebelumnya, di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Persipura juga kalah 1-4 dari klub asal Korea Selatan, Jeonbuk Motors.
Kebobolan sampai sembilan gol menandakan betapa keroposnya pertahanan besutan Jacksen F Tiago. Lini belakang Persipura yang dikawal Bio Paulin, Ricardo Salampessy, dan Jack Komboy tak kuasa menahan gempuran pemain-pemain depan Changchun Yatai. Padahal, di blantika sepakbola dalam negeri, ketiganya merupakan bek tangguh dan sulit dilewati.
Kerjasama antar lini tak bersinergi. Serangan-serangan yang dibangun dari bawah sangay gampang dipatahkan. Pemain-pemain depan Mutiara Hitam juga kewalahan menembus pertahanan tuan rumah yang tak lain adalah juara Liga Super China.
Gol tuan rumah dicetak oleh Gao Jian pada menit ke-24. Pada menit ke-34, Jian kembali menjadi petaka bagi penjaga gawang Persipura, Jendri Pitoy. Di menit-menit terakhir babak pertama, pemain asal Kostarika, Woodly Lambert, memaksa Jendri kembali memungut bola dari gawangnya.
Ketinggalan 0-3 tak membuat Edward Ivakdalam dan kawan-kawan bangkit. Sebaliknya, tuan rumah kian menggila. Menit ke-53 Lambert lagi-lagi tak bisa dihentikan oleh pemain belakang Mutiara Hitam sehingga gol lagi-lagi tercipta. Lima menit kemudian Jian mencetak hattrick. Hanya berselang satu menit, gawang Jendri Pitoy bergetar lagi. Lambert ikut mencetak hattrick. Pada menit ke-66 Liu Weidong ikut menyumbangkan gol. Dua gol terakhir tuan rumah diceploskan oleh Wang Bo pada menit ke-85 dan Weidong menit ke-90.