Kini setelah bergabung dengan Fulham dan kembali dibersatukan bersama mantan pelatihnya di Blackburn Roy Hodgson, ia pun berharap bisa berkembang di situasi kerja yang lebih stabil. "Musim lalu saya bermain untuk empat manajer yang berbeda. Masing masing dengan pola pikir mereka sendiri sendiri, sehingga sulit bagi kami untuk membangun kekompakan di lapangan. Di Fulham saya lihat kondisi lebih stabil, bukan saja dengan manajer dan administrasi, tapi juga di kondisi tim utama." ujar Damien Duff.
Duff yang sempat menikmati gelar juara Liga Premier dua kali bersama José Mourinho, mengaku tidak tau apa apa mengenai perkembangan kepemilikan di Newcastle yang porak poranda sejak dipegang oleh Mike Ashley. "Terpuruk degradasi adalah hal yang sangat berat bagi kami semua. Bukan saja bagi kami para pemain, tapi juga para penggemar Newcastle United yang amat sangat loyal dan fanatik" ucap Duff. "Kami tidak bisa menikmati bermain sepak bola selama kekisruhan manajemen dan kepemilikan berlangsung, dan melihat usia saya, saya tidak mau menunggu berlarut larut di kondisi yang tidak pasti itu. Karena itulah saya memutuskan untuk meninggalkan Newcastle" lanjut Duff.
Di Fulham sendiri, Duff langsung berandil di aksi mereka menaklukkan FK Amkar Perm di Craven Cottage semalam. Masuk di menit ke 75 ia tampil sangat atraktif dan melakukan umpan silang yang berakhir dengan gol Bobby Zamora di malam kompetisi Liga Europa semalam yang dimenangkan Fulham 3-1.