Kedua tim sama-sama mencari solusi atas kebuntuan mereka dalam mendapatkan trofi sejauh ini. City terakhir kali menyentuh sebuah trofi di tangan adalah tahun 1976 silam. Stoke lebih lama lagi, 1972.
Kini keduanya hanya berjarak satu pertandingan saja dari mengamankan satu gelar di musim ini dan membuat para fans berpersta pora. Manchester City jelas lebih diunggulkan di pertandingan ini. Reputasi mereka sebagai klub kaya raya dan disesaki oleh bintang-bintang dunia jelas membuat mereka –seharusnya- berada sedikit di atas sang rival malam ini.
Nama-nama semacam David Silva, Yaya Toure, Mario Balotelli, dan juga sederet bintang lainnya siap untuk bertarung dan mendapatkan gelar kehormatan mereka ini di Wembley. Setelah menanti sekian lama, ini adalah kesempatan City yang begitu besar untuk “sedikit†keluar dari bayang-bayang tim sekota mereka, United.
Momentum juga sedang sangat positif di anak-anak asuhan Roberto Mancini ini. Mereka baru saja berhasil mengamankan satu posisi di Liga Champions musim mendatang. Sebuah pencapaian yang layak dirayakan. And they did. Setelah kemenangan tipis atas Spurs di midweek kemarin, kubu Eastland sudah menjalani pesta pertama pekan ini, apakah nanti malam akan berlanjut?

Well, masalah City sebenarnya ada di lini depan. Kondisi Carlos Tevez masih menjadi tanda tanya. Hanya bermain sekitar 12 menit saat melawan Spurs rasanya belum memastikan sang top skorer klub ini mendapat satu posisi sebagai starter. Tapi mengingat betapa pentingnya pertandingan ini, resiko rasanya bisa diambil Mancini.
Di sisi lain Wembley, satu tim penuh kejutan siap untuk melanjutkan efek kejut mereka hingga level yang tidak diduga siapapun: meraih juara. Yap. Sebut Stoke City akan mencapai final Piala FA di awal musim dan orang akan menganggap anda gila. And here they are. At Wembley.
Berada di peringkat
ke-8 klasemen Liga Inggris sejauh ini jelas bukan sebuah pencapaian yang buruk untuk tim sekelas Stoke –yang biasanya prioritasnya hanya menghindari degradasi. Momentum Jermaine Pennant cs juga sedang sangat luar biasa. Kemenangan telak di semifinal kemarin hanya salah satu contoh. Di Liga, mereka baru saja menghantam Arsenal 3-1.
Semua ini membuat rasa percaya diri pasukan Tony Pulis ini melayang sangat tinggi. Walaupun tetap saja, mereka adalah underdog di pertandingan kali ini. Tapi justru label seperti ini yang akan membuat mereka bahkan dua kali lipat lebih berbahaya.
Dua tim yang bertemu nanti malam tidak terkenal dengan permainan menyerang mereka. Memanfaatkan keunggulan fisik dalam bertahan, dan mengandalkan serangan balik seringkali menjadi pilihan kedua pelatih untuk menghadapi pertandingan besar. Jadi, sepertinya akan sulit mengharapkan sebuah pertandingan terbuka sejak awal. Kemungkinan, dua tim ini akan sangat berhati-hati.
Ditambah lagi fakta bahwa ini adalah final perdana mereka setelah sekian lama. Dan jelas akan ada rasa gugup –setidaknya sedikit- yang mempengaruhi para pemain.
City sebenarnya punya potensi yang lebih baik untuk menyerang. Apalagi jika ternyata Tevez mampu pulih dan menampilkan penampilan terbaiknya. Trofi Piala FA sepertinya akan segera singgah ke Eastland musim ini.
Tapi tunggu dulu. Tidak ada yang bisa meremehkan Stoke. Status mereka sebagai tim kejutan yang nyaris selalu mengganggu perjalanan tim besar semakin terlihat musim ini. Kekuatan fisik mereka di lapangan luar biasa, serangan balik mereka pun berbahaya. Lengah sedikit, pendulum juara akan bergerak kencang ke arah Stoke.
Di pertemuan mereka musim ini, City dan Stoke berbagi angka 1-1 di Brittania Stadium. Namun dengan level pertandingan yang meningkat puluhan kali lipat semenjak pertemuan mereka ketika itu, well… rasanya sangat sulit memprediksi siapa yang akan juara nanti malam.
What do you think?
Let’s just sit back, fasten your seatbelt, and enjoy this final!