DEAL! Alfred Riedl akhirnya menyatakan setuju untuk melatih tim nasional Indonesia, setelah melalui negoisasi nan alot. Riedl menggantikan Benny Dollo, pelatih timnas sebelumnya. Beban berat di pundak Riedl. PSSI selaku otorita sepak bola di Tanah Air menargetkan emas sepak bola SEA Games tahun depan, di samping jadi finalis Piala AFF Desember 2010.
Di kancah Asia Tenggara, dalam beberapa tahun belakangan, Indonesia tak lagi jadi momok yang menakutkan bagi negara jiran. Diajang SEA Games, Indonesia terakhir kali menyabet medali emas ketika SEA Games berlangsung di Manila, Philifina, sembilan belas tahun silam.
Di Piala AFF (dulu Piala Tiger), pasukan Merah Putih belum pernah keluar sebagai yang terbaik, sejak kejuaraan yang diikuti negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini dihelat tahun 1996. Prestasi Indonesia tak jelek-jelek amat. Tercatat, Indonesia tiga kali sebagai runner up, yakni 2000, 2002, dan 2004. Tahun 2000 dan 2004, Indonesia dikalahkan Thailand. Tahun 2004, giliran Singapura mengandaskan mimpi Indonesia. Ditiga final tersebut, bomber-bomber kita membukukan diri sebagai pencetak gol tersubur. Gendut Doni lima gol, Bambang Pamungkas delapan gol, serta Ilham Jaya Kesuma tujuh gol.
Sejauh ini, tak ada lagi yang bisa dibanggakan. Di bawah komando Nurdin Halid, sejak dia terpilih lima tahun lalu, prestasi timnas terjun bebas. Kita tersisih dari putaran final Piala Asia 2010, sejak terus berpartisipasi dari tahun 1996. Di SEA Games Laos tahun lalu lebih parah. Di perkuat timnas u-23, Indonesia menjadi juru kunci dan harus pulang dengan tangan hampa. Yang menyakitkan, Tony Sucipto dan kawan-kawan takluk di kaki timnas Laos yang saat itu ditukangi Riedl.
Nurdin Halid jadi sasaran tembak. Mantan Manajer PSM Makassar panen kritik. Bahkan, Susilo Bambang Yudhoyono, yang tak lain adalah Presiden RI ikut prihatin. Kepada PWI, bertepatan dengan HUT PWI di Palembang, Presiden SBY meminta PWI agar menggelar Kongres Sepak Bola (KSN) di Malang. PWI kemudian melibatkan Kementerian Pemuda dan Olahraga, KONI, dan PSSI. KSN digelar Malang, 30-31 Maret 2010. Namun, rekomendasi yang dihasilkan tak membawa pengaruh signifikan bagi PSSI. Tadinya, masyarakat Indonesia berharap, lewat KSN Nurdin Halid diganti meski harus menanggung risiko FIFA akan membekukan PSSI. Nyatanya, Nurdin Halid tetap kokoh di kursinya. Dia bahkan berhasil mendesak Ketua KSN Agum Gumelar untuk menghapus salah satu butir yang menurut sebagian besar masyarakat Indonesia sangat penting, yakni Dewan Sepak Bola Nasional Independen.
Nurdin Halid paham betul jika dirinya disorot. Dia lalu menjadikan timnas sebagai PR utama. Asumsinya, jika timnas sukses di Piala AFF Desember mendatang serta mampu menyabet medali emas SEA Games tahun depan di Jakarta, maka citra politisi dari Partai Politik Golongan Karya ini akan membaik. Jika tidak, sulit bagi Nurdin Halid untuk tetap bertahan di takhtanya. Masa jabatan Nurdin Halid berakhir tahun depan.
Mengingat pentingnya kursi pelatih, Nurdin Halid tak mau gegabah dalam menentukan pilihan. Dari sekian nominasi, PSSI akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Riedl. Pelatih asal Austria punya catatan kinclong, setidaknya bagi Nurdin Halid dan kroni-kroninya. Riedl pernah sukses membawa timnas Vietnam ke babak semifinal Piala Asia 2007 dan mengantarkan timnas u-23 ke babak semifinal SEA Games 2009.
"Kami menargetkan emas sepak bola kepada Riedl. Ini harga mati," kata Nurdin Halid.
Dalam sepak bola, segala sesuatu bisa terjadi. Dengan kata lain, ucapan Nurdin Halid bisa saja terbukti atau bisa juga sebaliknya.
Perlu diingat, Vietnam dan Laos berbeda dengan Indonesia. Riedl mengatakan, di kedua negara itu dia punya hak penuh menentukan siapa-siapa saja pemain yang layak masuk timnas atau tidak. Riedl tak silau dengan pemain bintang. Dia lebih suka kepada pemain-pemain yang ‘biasa saja’, tapi mau bekerja keras. Terbukti, bak seorang pesulap, Riedl memoles pemain-pemain muda Vietnam dan Laos yang namanya kurang terkenal menjadi pemain yang berkarakter dengan kemampuan teknik prima. Dan itu diakui sendiri oleh Nugraha Besoes, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI. "Makanya kita memfokuskan Riedl untuk menukangi timnas u-23, karena mereka-mereka inilah yang akan mewakili Indonesia di Piala AFF dan SEA Games tahun depan," kata Nugraha.
Kita berdoa, juga berharap, Riedl mampu merealisasikan target yang dicanangkan PSSI. Good luck, Riedl!