Setelah kedua tim menemui kesepakatan harga transfer, yang dikira-kira mencapai 26 juta Pounds, Mata pun akhirnya terbang ke Inggris untuk menjalani tes medis. Proses kepindahan Mata ke London Barat tampaknya cukup mengagetkan banyak pihak, pasalnya selama musim panas ini ia digadang-gadang akan bergabung dengan klub London lain, Arsenal.Klub asuhan Arsene Wenger itu tampaknya mulai membuka pikirannya, dengan mendatangkan pemain-pemain baru yang ’agak’ mahal, setelah sekian enam tahun lamanya mereka puasa gelar. Seperti yang kita tahu bersama, Wenger adalah tipe pelatih yang tak suka belanja pemain mahal. Ia lebih menyukai pemain muda yang berharga murah dan ’menyulapnya’ menjadi pemain bintang di Emirates.
Namun ketika Cesc Fabregas benar-benar (akhirnya) pindah ke Barcelona, dan Samir Nasri juga yang masih belum memberikan keputusan pasti, Wenger pun boleh sedikit geram ketika mengetahui target incarannya tiba-tiba lebih memilih Stamford Bridge untuk tempat tinggalnya mulai musim ini.
Tentu saja ada alasan yang kuat, mengapa Mata lebih memilih Chelsea dibandingkan dengan Arsenal dan Tottenham Hotspur (yang juga menginginkannya). Mantan pemain Real Madrid ini pun angkat bicara mengenai hal ini: â€Saya ingin datang ke Inggris dan memenangkan piala, itulah mengapa saya menerima tawaran Chelsea.â€
â€Ini adalah murni masalah gelar, bukan uang. Arsenal dan Tottenham memang menginginkan saya, tapi mereka tak sebanding dengan The Blues. Saya ingin gelar Premier League, dan ini adalah hal yang mungkin di Chelsea.â€
Ada alasan lain, mengapa Mata lebih memilih Chelsea. Ia rupanya mencintai warna biru, yang kebetulan menjadi warna kebesaran Chelsea. Warna biru mengingatkannya pada klub pertamanya, Real Oviedo. Ia mengatakan: â€Sejak kecil, warna kesukaan saya adalah biru. Saya menikmati bermain di Real Oviedo, dan ingin kembali ke sana suatu saat nanti.â€

Mata juga mengatakan bahwa Fernando Torres cukup mempengaruhi dirinya untuk lebih memilih Chelsea, namun faktor Andre Villas-Boas lah yang membuat Mata memutuskan untuk bergabung dengan John Terry cs.
â€Pelatih menjelaskan gaya bermainnya dengan formasi 4-3-3, dan seberapa pentingnya saya bagi rencananya,†tambah Mata lagi.
Selain mengagumi pelatih barunya, Mata juga tersanjung bisa bermain satu tim bersama Frank Lampard. Ia memuji idolanya tersebut: â€Frank Lampard adalah monster sepak bola, bisa bermain bersamanya adalah sesuatu yang luar biasa.â€
Mata baru berusia 23 tahun, namun ia cukup berpengalaman jika bermain di taraf internasional. Ia menjadi bagian dari timnas Spanyol yang memenangkan Piala Dunia pada 2010 silam, meskipun hanya bermain satu kali saat menjadi pemain pengganti saat menghadapi Honduras di babak grup.
Yang teranyar, Mata tampil luar biasa dengan timnas Spanyol U-21. Ia juga merupakan pemain terbaik Valencia di La Liga selama musim 2010-2011, mencetak delapan gol dan dua belas assist, dan membawa Valencia finish di peringkat tiga klasemen akhir.

Posisinya sebenarnya adalah di sayap kiri, namun ia mampu bermain di tengah juga. Ia adalah salah satu pemain yang paling cerdas saat ini, dan juga merupakan raja pengumpan. Kemampuannya mengolah bola, kemampuan mengumpan, dan mencetak gol adalah kelebihannya.
Setelah menjalani dua pertandingan di awal musim, Villas-Boas tampaknya masih belum cukup puas akan kreatifitas timnya, terlebih di lini tengah. Oleh karena itu, pelatih asal Portugal itu pun memutuskan untuk mendatangkan lagi pemain-pemain muda yang berprospek cerah di masa depan, Mata adalah salah satunya.
Chelsea tentu beruntung bisa mendapatkan Mata, kehadirannya akan membawa dampak positif bagi mereka menjalani musim baru yang dipastikan akan berlangsung sangat ketat. Apakah pada akhirnya Mata bisa sukses di Stamford Bridge di bawah bimbingan Villas-Boas? Hal ini tentu akan menjadi pertanyaan, sampai ia benar-benar resmi bermain untuk Chelsea. Just wait!