Klub Super, Prestasi Keteter

January 8, 2010 oleh Samuel Bukti
Dilihat sebanyak 12 Kali

Banyak kejutan yang terjadi sejak DISL (Djarum Indonesia Super League) 2009/2010 digulirkan medio November tahun silam. Yang mencolok adalah soal sepak terjang beberapa klub yang memiliki nama besar di blantika sepakbola nasional.

Jelang berakhirnya putaran pertama akhir Januari 2010, tim-tim besar seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, PSM Makassar, Sriwijaya FC, dan juara DISL musim lalu, Persipura Jayapura, berada di peringkat yang kurang bagus di klasemen sementara.

Sriwijaya FC bercokol di peringkat kedelapan, Persija peringkat ke-13, Persib ke-12, PSM ke-14, dan Persebaya peringkat ke-10. Mereka berada di bawah tim yang kurang diunggulkan, yakni Persiba Balikpapan, Persema Malang, Persela Lamongan, Persik Kediri, dan Persijap Jepara.

Ini membuktikan bahwa materi pemain dan modal besar tak menjamin kesuksesan. Kita tahu, baik Persija, PSM, Persib, Sriwijaya FC, Persebaya, terlebih Persipura dihuni pemain-pemain top.

Di Persija beredar lima pemain timnas. Mereka adalah Bambang Pamungkas, Ismed Sofyan, M Ilham, TA Musafri, dan Frengky Irawan. Di Persib ada Eka Rhamdani, Maman Abdurrahman, dan Nova Arianto. Sriwijaya FC diperkuat Ferry Rotinsulu, Cristian Warobay, Charis Yulianto, dan Ponaryo Astaman. Persipura bercokol Boas Solossa, Imanuel Wanggai, Ricardo Salampessy dan mantan pemain timnas seperti kiper Jendri Pitoy, gelandang energik Edward Ivakdalam, dan Ortisan Solossa.

Persebaya dan PSM minim pemain timnas. Namun, materi pemain Bajul Ijo tak kalah kinclong dari tim pesaing. PSM, selain diperkuat gelandang pekerja Syamsul Chaeruddin, Ayam Jantan dari Timur didominasi talenta-talenta muda.

Kekalahan demi kekalahan menuai kritik. Suporter Persebaya, Bonek Mania, mendesak agar manajemen segera memecat pelatih Danurwindo. Di mata Bonek, mantan pelatih Persija Jakarta tersebut dinilai gagal. Dalam empat laga terakhir, Bajul Ijo dibekap kekalahan dan sekali seri.

Suporter PSM juga mendesak agar Hanafing diganti. Seperti Danurwindo, rapor Hanafing dinilai jeblok. Kursi Jaya Hartono sebagai pelatih Persib juga tengah dipertaruhkan. Belakangan, taican asal Medan itu irit bicara. Manajemen memang menargetkan Persib juara musim ini. Musim lalu, walau urung menjadi yang terbaik, Jaya sukses mengantarkan Maung Bandung ke peringkat tiga DISL setelah Persiwa Wamena dan Persipura Jayapura. Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, pun tengah pusing dengan jebloknya prestasi Laskar Wong Kito. Berstatus sebagai doble winner 2007, torehan yang dihasilkan Charis Yulianto dan kawan-kawan tak setara dengan nama besar.

Tapi perlu diingat, pertandingan belum usai. Berdasarkan agenda PT Liga Indonesia (LI) selaku penyelenggara DISL, kompetisi sepakbola yang paling bergengsi di Tanah Air rencananya akan berakhir medio tahun ini. Itu berarti, masih banyak pertandingan yang harus dilakoni.

Jelang putaran kedua, semua tim punya kesempatan untuk membenahi tim, termasuk memecat dan merekrut pemain baru. Persija, PSM, dan Persebaya dikabarkan tengah memburu pemain asing berkualitas. Adapun Persib, Sriwijaya FC, dan Persipura belum ngebet mengganti materi pemain. Hanya saja, manajemen Persib tak segan-segan untuk memutuskan hubungan kerja pemain maupun pelatih.

Masih ada waktu untuk berbenah. Maka dari itu, berbenalah.  Tunjukkan. Buktikan.