Manchester City 0 – 0 Manchester United

November 11, 2010 oleh Pangeran Siahaan
Dilihat sebanyak 23 Kali

Tidak banyak yang bisa diingat dari derby Manchester di City of Manchester Stadium kali ini setelah kedua tim berbagi angka tanpa gol lewat sebuah pertandingan yang menidurkan dan menjemukan. Untuk sebuah derby yang musim lalu diwarnai hujan gol dan tiga kali dimenangi lewat gol di injury time, pertandingan kali ini jauh dari harapan.

Roberto Mancini berhutang penjelasan mengapa timnya bermain defensif, hanya mengandalkan serangan balik di babak kedua padahal ini adalah partai derby dan City pun bermain di kandang sendiri. City praktis memarkir bis di depan gawangnya dengan menumpuk 5-6 pemain di dalam kotak penalti yang membuat para pemain United kehilangan akal membongkarnya. Jika memang instruksi Mancini demikian, mungkin sudah menjadi keinginan Mancini untuk hanya mengamankan satu angka kali ini.

Menghadapi tim lawan yang turun dengan kekuatan penuh termasuk kapten Carlos Tevez lini depan bersama David Silva sedikit di belakangnya, Sir Alex Ferguson menurunkan lima pemain gelandang untuk mengimbangi lini tengah City yang penuh tenaga karena dihuni oleh Yaya Toure, Gareth Barry, Nigel de Jong, dan James Milner. Ferguson memasang Dimitar Berbatov sebagai striker tunggal yang didukung Nani, Park Ji Sung, Paul Scholes, dan dua gelandang yang bermain brilian malam itu, Michael Carrick dan Darren Fletcher.

Babak pertama berjalan dengan ketat dan bola banyak terpotong di lini tengah karena kedua tim sama-sama menumpuk gelandang. Tendangan pertama ke arah gawang baru tercipta pada menit 21 setelah aksi individu Patrice Evra menusuk ke tengah membuatnya mendapat ruang tembak, tapi tendangannya tepat mengarah ke pelukan Joe Hart.

Peluang terbaik City pada babak pertama diperoleh saat Tevez mengeksekusi tendangan bebas dengan baik melewati pagar betis United ke arah tiang jauh. Kiper Edwin van der Sar yang berusia 40 tahun harus terbang meregangkan ototnya untuk menepis tendangan tersebut dengan susah payah.

Babak kedua para pemain City nampaknya lebih menikmati bertahan dan hanya meninggalkan Carlos Tevez seorang diri di depan. Ketatnya lini belakang City menyebabkan United yang mendominasi pertandingan tidak mampu menembus pertahanan The Citizens yang memasang blokade di area terlarang. Dua bek sayap United, Rafael da Silva dan Evra harus diganti karena cedera, masing-masing oleh Wes Brown dan John O’Shea.

Lewat sebuah umpan satu dua dengan rekan setimnya, Brown melepaskan diri dari kawalan bek City dan merangsek masuk daerah pinggir kotak penalti pada menit 57. Ia melepaskan umpan silang kepada Berbatov yang menyambutnya dengan tendangan akrobatik yang lagi-lagi mengarah tepat ke Hart.

City mendapat peluang emas akibat kecerobohan O’Shea memblok bola umpan Adam Johnson. Bola yang tidak sempurna diblok O’Shea jatuh ke kaki Aleksandar Kolarov yang ternyata juga kaget tiba-tiba mendapat bola. Kolarov bisa melakukannya lebih baik jika ia mengoper pada Tevez di tengah, tapi ia memilih untuk menendang langsung dan bola melayang ke atas mistar.

Di tengah-tengah timnya yang bertahan hebat dan waktu tersisa satu menit, Mancini melakukan pergantian pemain aneh dengan memasukkan Emmanuel Adebayor untuk Tevez. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan Adebayor dalam satu menit hanyalah menurunkan temperatur tubuhnya dan memperoleh appearance fee.

Cemoohan dari suporter tim tuan rumah terdengar saat wasit Chris Foy meniup peluit panjang untuk menutup laga yang sepolos roti tawar ini. Satu-satunya kejadian menarik dalam partai ini adalah ketika Rafael da Silva menunjukkan bahwa ia tak takut untuk berkonfrontasi dengan Carlos Tevez saat mereka saling membenturkan dada usai berebut bola.