Aston Villa datang ke Old Trafford dengan sejarah terburuk. Tidak pernah menang dalam lebih dari 20 tahun terakhir.
Manchester United juga sedang dalam form yang sangat baik. Dan mengawali pertandingan dengan kabar tertahannya Chelsea.
Tapi statistik ini pupus seketika. Gabriel Agbonlahor membawa tim-nya mendapat surprise of the week dengan mencetak gol satu-satunya Villa di pertandingan ini.
Peluang United menyamai poin Chelsea, yang jtersandung di kandang dari Everton, juga hilang bersamaan dengan peluang-peluang mereka yang terbuang.
Padahal, krisis lini belakang tuan rumah sudah mulai teratasi. Nemanja Vidic dan Wes Brown sudah kembali mengawal lini belakang United.
Wayne Rooney menjadi andalan di sendirian di depan. Dengan dukungan Ryan Giggs. Sebuah formasi yang belakangan cukup sukses digunakan Sir Alex Ferguson. But not this time.
Aston Villa juga muncul dengan tim terbaiknya. Kembalinya Stewart Downing di line up melengkapi lini tengah mereka.
Dengan catatan dua kemenangan dari dua penghuni big-four lain, United has to sensed the danger from this team.
Di awal-awal pertandingan, tidak ada peluang yang benar-benar berbahaya diciptakan oleh kedua tim.
Hingga di menit ke 21,
kejutan itu datang.
Umpan silang Ashley Young diselesaikan dengan sempurna oleh sundulan Gabriel Agbonlahor, yang punya hobi mencetak gol di kandang Manchester United. GOL. 1-0. Old Trafford terdiam.
Selanjutnya, Villa punya beberapa peluang lagi untuk menggandakan keunggulan. Tapi upaya Emile Heskey memanfaatkan umpan Agbonlahor masih bisa dihentikan Tomasz Kuszcack.
United tidak tinggal diam. Sadar mereka butuh angka penuh dan tidak ingin dipermalukan, serangan mulai meningkat.
Tapi, somehow, tidak banyak peluang bersih yang tercipta.
Satu-satunya h
ighlight adalah saat tembakan Wayne Rooney membentur kencang mistar gawang Brad Friedel dan memantul keluar.
First Half’s over. United 0. Villa 1.
Fergie terlihat sedikit frustasi dengan penampilan anak-anak asuhannya, dan langsung memutuskan mengirimkan Michael Owen menggantikan Ryan Giggs saat pertandingan re-start.
Tidak cukup, Dimitar Berbatov pun dimasukkan untuk melengkapi tiga striker yang diutus untuk mengurung barisan pertahanan Villa.
Misi yang berhasil. Tapi hanya pada level ‘mengurung’ saja.
Striker-striker United ini seolah sedang mengalami off-day bersama-sama dan kerap gagal memanfaatkan half-chances yang datang.
Villa sendiri mampu menunjukkan mengapa mereka adalah salah satu kuda hitam paling berbahaya musim ini. Pertahanan mereka tampil hebat untuk menghentikan setiap serangan United.
Upaya tembakan Berbatov dihentikan dengan gemilang oleh Friedel. Sebuah peluang emas yang jarang muncul, and it’s easily saves of the day.
Kemudian untuk melengkapi definisi pertahanan hebat, tentu harus ada off the line clearance.
Well, they did that too. Downing berada di tempat yang sangat tepat untuk menghalau sundulan Vidic yang sudah mengalahkan Friedel.
The Bar. Great save. Off the line. Nothing’s went in United’s way.
Dan dengan diiringi protes Fergie di pinggir lapangan, kemungkinan besar soal waktu injury time yang diberikan wasit, peluit panjang akhirnya dibunyikan.
Score line reads: Manchester United 0 – Aston Villa 1.
Kemenangan pertama Vill
a di Old Trafford sejak tahun 1983 silam.
Kekalahan perdana United di kandang musim ini.
Kemenangan yang membawa Villa duduk di posisi tiga klasemen sementara, sebelum Arsenal menghadapi Liverpool di Anfield besok.
Kekalahan yang membuat United terpaku di posisi kedua, terpaut tiga poin dari pimpinan klasemen Chelsea.
And that all just means, in this Premier League season: Anything Can Happen. And the title race, is just getting hotter and hotter…