Manchester United dan Memori Buruk 2009

May 26, 2011 oleh Muhajjir Esyaputra
Dilihat sebanyak 22 Kali

Dari sudut pandang Sir Alex Ferguson, tidak ada alasan sama sekali. Terkadang ada saat-saat di mana sebuah tim tidak punya pilihan selain mengakui kehebatan tim lainnya setelah kekalahan. Dan bagi Fergie, satu malam di Roma 2009 adalah salah satunya. Dan ia jelas ingn melupakan hal tersebut dan –jika bisa- membuangnya jauh.

Ia hingga saat ini masih belum pernah mau bercerita apa yang sebenarnya terjadi malam itu. 27 Mei 2009. Saat Barcelona menang 2-0 atas Manchester United di Final Liga Champions. Yang terlihat adalah, satu tim dari Spanyol mampu memperagakan sepakbola yang mengandalkan penguasaan bola dengan begitu sempurna, hingga satu tim lain sama sekali tidak terlihat ikut bertanding.

Di awal musim selanjutnya Fergie dengan cepat menegaskan dirinya tidak ingin menjawab pertanyaan mengenai kekalahan tersebut. Untuk alasan yang hanya ia yang tahu, subjek ini menjadi salah satu taboo di Old Trafford. Dan hanya bisa dipecahkan dalam beberapa pekan belakangan ini. Alasannya jelas: re-match akhir pekan ini di Wembley.

Bahkan hingga sekarang pun, ia masih menolak untuk menjelaskan secara mendalam apa yang menjadi masalah ketika itu. Ia masih belum menjelaskan apa alasan timnya langsung berantakan setelah gol pertama Samuel Eto’o. Atau apa yang ia maksud saat menyebut ada sesuatu yang salah dalam persiapan United jelang final. Sesuatu yang ia janjikan tidak akan pernah diulanginya lagi sampai kapanpun.

Apa yang ia katakan mengenai Barcelona, tim yang selalu memainkan sepakbola indah penuh dengan passing dan penguasaan bola yang nyaris sempurna ini, adalah mereka bahkan tim yang lebih solid dibandingkan dua tahun silam.

Fergie berucap, “Mereka berkembang. Mereka punya kedewasaan yang lebih baik di tim saat ini. Memenangi Liga Champions ketika itu adalah satu langkah besar. Ini adalah tim yang lebih baik sekarang.”

Apakah hal yang sama bisa dikatakan pada United saat ini?

Well. Jawaban populer untuk pertanyaan ini adalah: Tidak. United sudah kehilangan superstar mereka pada tahun 2009 silam dalam diri Cristiano Ronaldo. Mereka juga sudah tanpa Carlos Tevez yang pindah ke tetangga sebelah. Yang kita bisa ingat dari Ronaldo ketika itu adalah, ia mencoba mengubah final Liga Champions menjadi one-man-event. Menembak dari segala sisi, mencoba sendirian membawa timnya juara. Hasilnya gagal –setidaknya untuk malam itu.

Sir Alex tidak pernah mau menyalahkan Ronaldo. Tapi untuk sekarang, ia percaya sudah ada cukup banyak bukti yang menunjukkan bahwa timnya tanpa Ronaldo, bukanlah tim yang lebih lemah. United baru saja memenangi Liga dengan selisih 9 poin bersih. Dan mereka mencapai final Liga Champions tanpa kebobolan satupun gol away.

Salah satu strategi Fergie musim ini adalah tidak terlalu banyak membicarakan lawannya. Dan ini terbukti sudah berjalan cukup baik hingga saat ini. Tapi rasanya memang sulit untuk tidak membahas bagaimana final 2009 silam berjalan.

Satu hal yang sering dilupakan adalah United sebenarnya sempat terlihat sangat berbahaya di awal-awal Final tersebut. Tendangan bebas Cristiano Ronaldo harus ditepis susah payah oleh Victor Valdes di menit awal. Dilanjutkan dengan rebound Park Ji Sung yang dihentikan dengan heroik oleh Park Ji Sung.

United mampu merepotkan Barcelona. Mengacaukan ritme mereka. Hingga bencana itu tercipta. Eto’o menciptakan gol pertama. Sesuatu yang langsung membuat Pep Guardiola terlihat kembali tenang di pinggir lapangan, dan United langsung kehilangan segalanya. Dan untuk memperburuk keadaan, Lionel Messi menciptakan gol dengan sundulan kepala.

Para pemain United mengakui tim mereka tampil buruk malam itu. Dan Barcelona layak diberikan pujian tertinggi karena berhasil menguasai bola dengan sempurna, tanpa mampu dihentikan siapapun. Tapi bagaimana Manchester Merah sebenarnya sempat punya secercah terang harapan untuk menghentikan sang raja dari Spanyol, tidak boleh dilupakan.

Dua tahun berselang, ada satu hal yang bisa diakui. United kali ini –meski tanpa Ronaldo- terlihat dalam kondisi yang lebih baik. Tidak ada masalah cedera yang mereka hadapi seperti waktu itu, dan tidak ada satu nama besar yang menutupi bagaimana tim mereka tampil secara keseluruhan. Bahkan leading scorer dan assist mereka –Berbatov dan Nani- kemungkinan tidak akan mendapat tempat sebagai starter. Dan, oh, ada Darren Fletcher yang siap dimainkan.

Yang jelas, saat ini United memang dihantui mimpi buruk di Roma 2009. Dan menjadi tim yang tidak begitu diunggulkan untuk memenangi gelar super bergengsi ini di Roma. Tapi seperti yang Sir Alex Ferguson pernah katakan, “Jangan pernah hapus kami sebelum pertandingan.”

Yes. We shall never write United off from any game. Especially this one…

###YOUTUBE###