
Setelah sempat dikenal sebagai pembelanja ulung di masa awal kekuasaan dinasti Roman Abramovich, Chelsea menggunakan pendekatan berbeda musim ini. Lima pemain senior resmi menanggalkan seragam biru London musim lalu: Deco, Ballack, Joe Cole, Belletti dan Carvalho. Sebagai gantinya, Chelsea lebih memilih untuk mendayagunakan beberapa pemain muda, terutama lulusan akademi seperti Jeffrey Bruma dan Josh McEachran, untuk mengisi posisi mereka. Pesan dari Ancelotti jelas, Chelsea sedang meremajakan diri.
Tapi lalu para pemain muda itu dituding sebagai salah satu biang keterpurukan Chelsea di tengah musim ini. Saat badai cedera menerpa skuad utama Chelsea, mereka dipanggil keluar dari bangku cadangan untuk mengganti pemain yang lebih berpengalaman dan diminta spontan untuk mengubah hasil pertandingan. Itu tugas yang terlalu berat.

Walau Don Carlo mengaku bahwa eksperimennya tidak salah, meski dengan taruhan trofi liga bisa melayang keluar dari lemari Stamford Bridge di akhir musim. “Tidak ada yang salah, kami telah menemukan pemain yang hebat dalam diri McEachran. Beberapa lulusan dari akademi pun akan segera mendapat kesempatan untuk bermainâ€, tegasnya.
Lalu datanglah bursa paruh musim di bulan Januari dan Chelsea datang mengetuk pintu Liverpool dengan membawa uang 40 juta Pounds dengan niatan membawa Fernando Torres keluar dari Anfield. Pembicaraan dengan kubu Benfica pun masih berlanjut untuk proses kepindahan David Luiz. Tawaran itu datang di minggu yang sama saat Chelsea meminjamkan Patrick van Aanholt ke Leicester City dan Gael Kakuta ke Fulham. Apakah Chelsea sedang kembali ke kebijakan lama mereka?
“Kebijakan sama sekali tidak berubah. Kami sedang berusaha untuk memperkuat tim dengan tidak hanya mempertimbangkan musim ini namun juga masa depan klubâ€, bantah Ancelotti. Skuad yang dimiliki Chelsea kini memang tampak tidak seimbang. Campuran antara senior yang berumur di kisaran kepala 3 dan sekumpulan pemain muda bermasa depan cerah namun saat ini masih mentah. Diantara mereka terdapat sedikit sekali pemain berusia 23-26 tahun.

David Luiz, 23 tahun dan Fernando Torres yang berusia 26 tahun, jelas akan merevitalisasi skuad Chelsea. Mereka, kalau jadi bergabung, akan mampu menjembatani perbedaan usia, mengawal proses regenerasi serta menjaga tim ini tetap kompetitif. Perombakan menyeluruh pun tidak perlu dilakukan.
Tapi benarkah ini merupakan tindakan untuk meremajakan tim atau sebuah langkah panik dari Roman?
Chelsea tidak dipungkiri sedang memasuki masa gelapnya dalam kurun 15 tahun terakhir. Rentetan hasil buruk membawa mereka dikuntit Spurs dengan hanya surplus tiga angka di klasemen sementara. Kekhawatiran pun mengemuka. Meski belakangan ini performa mulai membaik, cahaya belum benar-benar menyala. Sinarnya masih redup.
Roman kini sedang bersiap untuk kembali membuka buku ceknya. Jika Torres dan Luiz sudah dipastikan berganti kostum, para pemain muda lulusan akademi tersebut bisa memiliki pembimbing yang tepat untuk mengarahkan mereka. Atau justru harus menunggu dalam waktu yang lebih lama lagi sebelum mereka bisa menjadi tulang punggung tim di masa depan.