Menanti Momen Kebangkitan Arsenal di Liga Premier

September 21, 2011 oleh Muhajjir Esyaputra
Dilihat sebanyak 21 Kali

Awal musim Arsenal di Liga Premier memang mengerikan. Setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol dengan Newcastle United di pertandingan awal, mereka tumbang 0-2 dari Liverpool pada partai selanjutnya.

Udah cukup buruk? Belum. Mereka harus menghadapi Manchester United di pertandingan selanjutnya. Di Old Trafford. Hasilnya? Pasukan Arsene Wenger ini pun dihantam 2-8. Sebuah kekalahan terburuk mereka semenjak entah berapa tahun.

Panik, Wenger pun langsung memanfaatkan sisa jendela transfer yang hanya beberapa hari dengan membeli lima pemain baru untuk mengisi skuad-nya yang ditinggal Cesc Fabregas dan Samir Nasri. Efektif kah pembelian ini?

Well. Lawan pertama mereka adalah Swansea. Tampil di kandang sendiri, mereka butuh sebuah blunder “aneh” kiper lawan untuk menang 1-0. Sama sekali tidak meyakinkan. But, a win is a win. Banyak yang menyebut ini bisa jadi titik kebangkitan The Gunner.

Tetot. Partai EPL mereka selanjutnya membuat aliran cercaan dan kritikan justru semakin mengalir deras. Menghadapi Blackburn Rovers –tim yang sedang terpuruk di peringkat paling bawah dan manajernya terancam didepak- Arsenal menampilkan pertunjukan Horror ala mereka di Ewood Park.

Sempat tampil baik dan bahkan unggul lebih dulu, lini belakang mereka kembali berulah. Tidak mampu mengawal set-piece dengan baik, menciptakan dua gol bunuh diri, dan terus mengkhawatirkan sepanjang pertandingan, tim London Utara ini pun harus pulang dengan tangan kosong. Tumbang menyedihkan 3-4.

Apa masalah Arsenal? Dengan jelas bisa disebut: lini belakang. Kebobolan 14 gol dalam lima pertandingan EPL pastinya bukan sesuatu yang bisa dibanggakan. Kedatangan pemain baru juga masih belum bisa melapis bolong yang sudah tercipta sejak akhir musim kemarin.

Satu titik positif yang muncul adalah saat tim lapis kedua mereka berhasil mengalahkan Shrawsbury di Carling Cup midweek ini. Tapi itupun tetap dengan penampilan mengkhawatirkan di lini belakang. PR Wenger ini sangat besar dan sangat tinggi urgensinya untuk segera diselesaikan.

Ujian sebenarnya untuk Arsenal adalah dalam pertandingan akhir pekan ini. Apakah mereka mampu bangkit, ataukah terus terpuruk dan terperosok ke zona degradasi. Saat ini, Robin van Persie cs berada di posisi ke 17. Hanya satu tingkat di atas zona merah tersebut. Satu kekalahan lagi, mimpi buruk para fans pun akan semakin menyakitkan.

Jadi, mampukah Arsenal bangkit akhir pekan ini?

Biar lebih seru, Supersoccer mau ngasi jersey original Arsenal buat lo yang bisa ngasi komentar terbaik buat artikel ini. Syaratnya cuma satu kok, weekend ini Arsenal MENANG dari Bolton, baru deh jersey nya kita kasi gratis ke lo yang komentarnya paling keren.

Siap? Baca term dan conditionnya dulu di sini.