Mengapa Aguero adalah Pemain Yang Tepat Menggantikan Tevez

July 20, 2011 oleh Muhajjir Esyaputra
Dilihat sebanyak 10 Kali

Tevez, yang kini sedang berada di Argentina, kabarnya semakin dekat dengan klub Brazil, Corinthians dalam sebuah transfer yang bernilai sekitar 40 Juta Euro. Kapten City ini berkata ia ingin pindah ke tempat yang lebih dekat dengan rumahnya di Argentina, setelah keluarganya gagal beradaptasi dengan baik di Manchester.

Dan di sinilah muncul nama Sergio Aguero. Pemain Atletico Madrid ini sudah terang-terangan menyebut ingin pindah. Dan prospek cerah bermain di Liga Champions membuat City menjadi salah satu opsi paling masuk akal. Apalagi dengan kekuatan uang yang dimiliki sang Manchester Biru.

Lalu pertanyaan besarnya, apakah Aguero orang yang tepat untuk menggantikan Tevez? Seperti yang kita tahu, mantan pemain Manchester United ini punya pengaruh luar biasa besar. Keberadaannya sering menjadi kunci kemenangan City. Golnya krusial, dan kengototannya membawa timnya melaju.

Berikut ini beberapa perbandingan antara Tevez dan Aguero. Dua orang striker Argentina yang kini melekat dengan kota Manchester.

Umur dan Kemampuan Mencetak Gol

Ini adalah sebuah perbandingan yang sederhana. Tevez lebih tua empat tahun dari Aguero. Ia berusia 27 tahun. Hingga saat ini, ia mencetak 101 gol dari 262 pertandingan. Rata-ratanya: 0.39 gol per pertandingan. Not so bad, eh?

Hmm. Not really. Bandingkan dengan Aguero. Usianya baru 23 tahun. Ia hingga sekarang sudah menciptakan 120 gol dari 281 pertandingan. Rata-ratanya 0,43 gol per pertandingan. Dari data statisik ini bisa dilihat, Aguero “sedikit” lebih unggul. Ditambah lagi usianya yang jauh lebih muda, City bisa benar-benar mendapat pengganti yang sempurna.

Penampilan di Level Eropa

Aguero sudah menciptakan 16 gol dari 34 penampilan di kompetisi Eropa sejauh ini. Meski lebih banyak bertanding di kasta kedua, jumlah ini jauh lebih banyak dari Tevez yang hanya punya catatan 6 gol dari 33 pertandingan.

Apakah ini berarti Aguero akan menjadi kunci kesuksesan City di kasta tertinggi Eropa musim mendatang? He could be…

Top Scorer?

Di Liga Spanyol, Aguero finis di posisi ketiga dengan 20 gol. Dan hanya kalah dari… Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi –dua orang monster. Sementara di Inggris, Tevez menjadi top scorer bersama Dimitar Berbatov dengan jumlah gol yang sama, 20.

Istimewanya, kedua pemain ini sama-sama menciptakan 33 persen dari total jumlah gol yang dibuat klub mereka musim lalu. Sebuah bukti sederhana betapa besar pengaruh mereka pada tim masing-masing.

Kontribusi Terhadap Tim

Jika ditambah dengan catatan assist, pengaruh kedua pemain ini terhadap klub masing-masing juga semakin membesar. Tevez berkontribusi dalam 43 persen gol Manchester City. Baik dalam menciptakan gol atau memberikan assist-assist sempurna.

Sementara Aguero punya catatan yang juga tidak terlelu buruk. 35 persen gol yang diciptakan Atleti musim lalu ada nama Aguero-nya. Baik sebagai pencetak gol ataupun pengumpan. Sebagai perbandingan, City melesakkan 60 gol musim lalu, sementara Atletico punya catatan 62 gol.

Pemain Penting dalam  Pertandingan

Catatan yang mengerikan: Manchester City tidak pernah kalah dalam pertandingan di Liga setiap kali Tevez menciptakan gol. Totalnya? 25 kemenangan dan 2 hasil imbang. Sebuah catatan dan pengaruh yang rasanya sulit untuk diulangi dan digantikan siapapun.

Aguero sendiri rekornya mungkin tidak 100 persen sempurna. Tapi ia menunjukkan keberadaannya dalam lapangan bisa meningkatkan peluang Atleti untuk menang. Total golnya berkontribusi dalam 15 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 6 kekalahan untuk Atleti. Not bad.

The Golden Boys

Anak-anak emas. Literally. Kedua pemain ini pernah mencicipi medali emas olimpiade bersama Argentina. Tevez mendapatkannya pada tahun 2004 silam, dan Aguero menyusul empat tahun setelahnya.

Keduanya sama-sama menjadi andalan di lini depan tim muda Argentina ketika itu. Dan kini, seperti juga di tim nasional, Aguero siap menggantikan posisi sang seniornya.

Tambahan kecil: Mereka juga bisa bernyanyi!

Di luar lapangan, kedua pemain ternyata punya sedikit karir di genre musim Cumbia di Argentina. Band Los Leales sempat membuat lagu berjudul El Kun Aguero (julukan sang pemain) dengan Sergio sebagai penyanyi utama.

Sedangkan Tevez –di luar dugaan- juga menjadi frontman sebuah band bernama Pialo Vargo. Sebuah band yang melibatkan saudara laki-lakinya Diego di dalamnya.

Dengan begitu banyak persamaan, apakah ini artinya Aguero siap menggantikan Tevez di Manchester City untuk musim depan? Only time will tell…