Phil Jones semalam akhirnya resmi diboyong oleh Manchester United. Pemain belakang U-21 Inggris ini dihargai tinggi, 16,5 Juta Pound plus berbagai klausa yang bisa meroketkan harga tersebut menjadi di atas 20 Juta Pound. Upaya Blackburn Rovers untuk meningkatkan harga pemainnya di saat-saat akhir membuahkan hasil.Beberapa hari sebelumnya, Jordan Henderson juga resmi bergabung dengan Liverpool. Anggota lain tim nasional muda Inggris yang sedang bertarung di Piala Eropa U-21 di Denmark ini juga berlabel 20 Juta Pound.
Entah karena memang talenta-talenta Inggris saat ini sedang sangat bersinar, atau semua ini dipengaruhi peraturan UEFA yang semakin ketat mengenai pemain lokal, yang jelas berbagai akademi sepakbola di Inggris kini semakin produktif dalam menghasilkan pemain-pemain baru yang bertalenta tinggi dan, ehm, mahal.
Ini membuat berbagai klub besar mulai mengalihkan targetnya. Dari sebelumnya harus berkeliling Eropa, dan sesekali juga sampai ke pelosok Amerika Latin, kini mereka lebih banyak mencari pemain di halaman belakang mereka sendiri.
Jones dan Henderson baru dua nama. Masih banyak lagi yang akan menyusul dengan label harga minimal 16 Juta Pound. Ashley Young dan Connor Wickham menjadi nama-nama lain yang punya label harga tinggi dan kemungkinan akan segera berpindah klub.
Pergerakan ini sudah dimulai sejak musim lalu. Kita melihat bagaimana Inggris sedikit dikejutkan dengan transfer super mahal Andy Carroll dari Newcastle ke, lagi-lagi, Liverpool. Ada juga Darren Bent yang pindah dari Sunderland ke Aston Villa dan langsung memberikan pengaruh sangat positif. Dan jangan lupakan Chris Smalling. Transfernya dari Fulham ke United musim lalu membuatnya kini menjadi salah satu pemain belakang dengan masa depan paling cerah.
Nama-nama Inggris lain juga banyak yang siap semakin bersinar dan menjadi rebutan. Arsenal punya Jack Wilshere, potensinya mengundang banyak kekaguman klub besar. Di United ada Danny Welbeck dan Tom Cleverley yang baru kembali dari musim yang cukup baik di klub pinjaman mereka. Daniel Sturidge sudah siap untuk kembali ke Chelsea dan membuktikan ia layak untuk meraih posisi di skuadnya.
Kritikan jelas muncul untuk kebijakan klub-klub ini. Para pemain Inggris dinilai belakangan dihargai terlalu mahal. Lebih dari kemampuan yang sebenarnya mereka miliki. Liverpool menjadi salah satu sorotan. Keputusan mereka membeli pemain Inggris dengan harga lebih dari 20 Juta Pound mengundang pertanyaan. Klub ini dinilai bisa meraih lebih dengan dana yang mereka keluarkan jika membeli pemain asing semacam Javier Hernandez, Mesut Ozil, Rafael van der Vaart, Ricardo Carvalho atau bahkan Ibrahim Afellay.

Tadi di luar fakta bahwa Hernandez dan Van der Vaart adalah dua transfer perjudian yang berhasil, klub-klub di Inggris memang seharusnya mencari Ozil-Ozil lain di dalam tanah mereka sendiri. Dan selain berbagai kritikan tajam tersebut, Inggris sebenarnya bersyukur klub-klub mereka tidak mencari solusi instan semacam Ricardo Carvalho.
Mereka juga memilih untuk menginvestasikan uang yang begitu besar pada talenta-talenta lokal. Dan percaya bahwa ini adalah jalan yang tepat untuk memperkuat tim mereka. Baik untuk saat ini, atau lebih penting lagi, untuk di masa mendatang.
Sejarah sendiri sudah membuktikan, keberanian klub untuk berinvestasi terhadap pemain lokal Inggris jarang sekali mengalami kegagalan total. Ada nama-nama semacam Theo Walcott, James Milner, Adam Johnson, dan juga Stewart Downing yang sempat disebut terlalu mahal saat dibeli ketika itu. Sekarang? Nilai mereka terus dan terus meningkat.

Sir Alex Ferguson bisa menjadi contoh lain. Ia selalu memilih bibit-bibit “premium†Inggris. Wayne Rooney dan Rio Ferdinand berlabel di atas 30 Juta Pound. Michael Carrick dan Owen Hargraeves sekitar 20 Juta Pound. Dan pembelian ini terbukti tidak terlalu buruk mengingat tim ini belakangan sering sekali menjadi juara Liga.
Melihat prospek semacam ini, jelaslah mengapa kini klub-klub besar Inggris lebih memilih untuk mencari pemain-pemain dengan darah lokal. Dan mengurangi pembelanjaan mereka di akademi Liga Eropa lain semacam Portugal, Prancis, Belanda, Jerman, atau Spanyol. Nama-nama semacam Henderson dan Jones sepertinya akan lebih menghiasi jendela transfer ke depannya, dibandingkan Bebe, Ozil atau Babel lainnya.
Apakah keputusan ini akan berjalan dengan lancar dan segala uang yang mahal tersebut bisa terbayarkan? Atau malah menjadi bumerang? We’ll just wait and see.