Mengukur Kekuatan ‘The Big Six’ Musim Depan

May 22, 2011 oleh Malvino Gladwin Mambu
Dilihat sebanyak 30 Kali

Kini sudah tak ada lagi istilah ’The Big Four’ di Premier League, dimana perburuan gelar juara biasanya hanya diperebutkan empat tim saja setiap tahunnya: Manchester United, Chelsea, Arsenal, dan Liverpool.

Manchester City dan Tottenham Hotspur kini menjelma menjadi tim papan atas yang siap bersaing dengan empat tim lainnya tersebut.

Musim depan, enam tim teratas klasemen itu akan bersaing kembali dalam perburuan gelar dan tempat di Liga Champion. Bagaimanakah gambaran peta kekuatan mereka musim depan? Mari kita telaah bersama:

1.       Manchester United

Juara Liga Inggris musim ini dan pencetak rekor gelar terbanyak dengan 19 gelarnya ini akan ditinggal beberapa pemain seniornya. Edwin van der Sar dan Gary Neville dipastikan tak akan memperkuat The Red Devils musim depan. Paul Scholes yang diperkirakan akan mengikuti jejak rekan-rekannya itu, mungkin masih akan memperpanjang kontraknya satu tahun lagi di sana.

 

Selama masih dilatih oleh Sir Alex Ferguson, United akan selalu menjadi tim yang ditakuti oleh lawan-lawannya. Meski tampil kurang meyakinkan di awal musim, United adalah tim yang paling konsisten musim ini. Tak heran mereka mampu mengambil alih puncak klasemen, dan bertahan di sana sampai saat ini sampai menjadi juara.

 

2.       Chelsea

Chelsea adalah tim yang tidak konsisten musim ini, setelah mengawali musim dengan baik, mereka kehilangan banyak poin di November dan Desember silam. Sebenarnya menjelang akhir musim mereka mulai bangkit kembali, namun untuk memenangkan apapun musim ini sepertinya sudah terlambat.

 

Carlo Ancelotti memenangkan Double Winner di musim perdananya, yaitu Premier League dan Piala FA. Namun musim ini, ia tak mampu membawa timnya memenangkan apapun. Hal ini membuat posisinya kini berada di ujung tanduk, pertandingan menghadapi Everton nanti malam bisa menjadi pertandingan perpisahannya. Jika kehilangan Ancelotti, musim depan Chelsea harus kembali menyesuaikan diri dengan hadirnya pelatih baru.

 

3.       Arsenal

Arsenal adalah satu-satunya tim yang mampu memenangkan Quadruple pada Januari silam, karena mereka masih ’hidup’ di empat kompetisi. Namun menjelang akhir musim, satu-persatu kesempatan untuk mengakhiri puasa gelar pun sirna. The Gunners dipastikan harus puasa (lagi) musim ini, setelah tak mampu memenangkan apapun. Bahkan berada di partai final Piala Carling menghadapi tim sekelas Birmingham saja, tak mampu membuat Cesc Fabregas mengangkat sebuah piala musim ini.

 

Filosofi belanja sang pelatih, Arsene Wenger, yang lebih mementingkan membeli pemain muda yang murah dan minim pengalaman ternyata menjadi bumerang buat tim tersebut. Arsenal tak punya pemimpin yang bisa membawa timnya meraih kesuksesan seperti pada awal-awal tahun 2000an. Mereka dipastikan akan kehilangan beberapa pemain pentingnya musim ini, yang sudah lelah menanti gelar. Nama-nama sepetri Denilson, Nicklas Bendtner, Andrey Arshavin, bahkan sang kapten Fabregas kabarnya akan hengkan musim panas ini. Jilka ditinggal beberapa pemain pentingnya, Arsenal harus kembali membangun skuadnya musim depan.

 

4.       Liverpool

Setelah tampil tak meyakinkan di awal-awal musim, The Reds kini mulai bangkit di tangan pelatih baru Kenny Dalglish yang menggantikan Roy Hodgson di tengah kompetisi. Jika di awal musim mereka sempat berada di peringkat 19 klasemen, lihatlah posisi mereka kini. Liverpool mulai merangsek ke papan atas, meski harus dipastikan kehilangan (lagi) kesempatan untuk berlaga di Liga Champion musim depan. Namun penampilan mereka kini yang mulai konsisten, membawa harapan baru di musim depan nantinya.

 

Meski ditinggal penyerang andalannya, Fernando Torres, yang menyeberang ke London barat di pertengahan musim, tak membuat Liverpool kehilangan ketajamannya. Mereka mendapatkan dua pemain berprospek cerah, yaitu Luis Suarez dan Andy Carroll. Kehadiran keduanya di Anfield membuat suporter mereka mulai melupakan Torres dan menggantungkan harapan pada kedua penyerang muda itu. Dalglsih berjanji akan membawa Liverpool kembali ke jaman kejayaan, ketika dirinya masih menjadi bagian dari tim itu sebagai pemain dan pelatih. Hadirnya Dalglish, menjadi kekuatan tersendiri tim Merseyside ini musim depan.

 

5.       Manchester City

Tim terkaya di dunia ini merangsek dominasi The Big Four musim ini, mereka dipastikan lolos ke Liga Champion untuk pertama kalinya musim depan. Hal ini tentunya adalah hal yang wajar, mengingat selama tiga tahun pasca diambil alih oleh seorang taipan asal Timur Tengah bernama Sheikh Mansour, City menjelma menjadi tim besar. Lebih dari 200 juta Pounds sudah dikeluarkan untuk memboyong pemain-pemain kelas dunia ke Eastlands. Bahkan mereka dibayar dengan gaji yang jauh lebih mahal dari pemain-pemain top di klub lain. City pun – akhirnya – meraih trofi pertamanya setelah 35 tahun, dengan memenangkan Piala FA setelah menundukkan Stoke City.

 

Musim panas ini, Roberto Mancini tak akan belanja banyak lagi seperti musim-musim sebelumnya. Mungkin ia hanya akan mendatangkan satu atau dua pemain saja, untuk memperkuat skuadnya guna bersaing di kompetisi tertinggi Eropa musim depan. Namun sang kapten , Carlos Tevez, tampaknya bisa saja meninggalkan City of Manchester musim ini. Kerinduan penyerang Argentina itu terhadap kedua anaknya akan menjadi pemikirannya untuk pergi dari Manchester.

 

6.       Tottenham Hotspur

Spurs adalah salah satu tim yang membuat kejutan musim ini, di musim perdana mereka berlaga di Liga Champion mereka lolos sampai ke perempat final. Bahkan tim sebesar Inter Milan, AC Milan, dan Werder Bremen mampu mereka jinakkan. Musim depan, mereka gagal mempertahankan posisi mereka di kompetisi tertinggi di Eropa itu, karena tak bisa finish di posisi empat seperti halnya musim lalu.

 

Namun di bawah kepemimpinan Harry Redknapp, Spurs tetap akan menjadi tim yang ditakuti oleh tim-tim besar lainnya musim depan. Lini tengah luar biasa yang ditempati oleh: Gareth Bale, Rafael van der Vaart, Luka Modric, dan Aaron Lennon membuat Spurs menjadi tim yang disegani. Bahkan Bale meraih penghargaan sebagai PFA Player of the Year, setelah tampil luar biasa musim ini untuk Spurs. Ia bahkan sempat mencetak hat-trick saat bertandang ke San Siro saat menghadapi Inter. Hal ini membuatnya menjadi salah satu pemain termahal di dunia, bahkan ia digadang-gadang menjadi the next Ronaldo.