Kehadiran pemain asal Spanyol berlabel 17,8 Juta Pound ini memang menjadi sebuah perjudian tersendiri bagi Sir Alex Ferguson. Kini, di bawah mistar United, ia siap bersaing memperebutkan (atau mempertahankan, jika dilihat dari segi harga) tempat dengan Andres Lindegaard dan Ben Amos.
Setelah menjalani break tambahan sebagai ‘hadiah’ karena tampil di Piala Eropa U-21, De Gea akhirnya menjalani debut yang dinanti-nantikan. Inilah sedikit ulasan penampilannya di pertandingan menghadapi Chicago Fire yang berakhir 3-1 untuk kemenangan United tersebut.

Keberadaan di Lapangan
Pemain ini tampaknya memiliki kemampuan untuk menunjukkan posisi dirinya di lapangan. Meski harus rela kebobolan di menit-menit awal, De Gea tampak tidak goyah dan tetap percaya diri mengeluarkan segala pendapatnya pada para defender di depannya.
Hanya beberapa saat setelah kick off, ia sudah terlihat berteriak-teriak di sekitar kotak penalti untuk meminta bek-nya lebih merapat lagi. Menunjukkan apa yang ia mau dengan tangannya. Satu hal yang mungkin masih harus diperbaiki adalah penampilan fisiknya, ia harus bisa sedikit lebih tebal lagi untuk menegaskan tempatnya di Sepakbola Inggris.
Penyelamatan
De Gea menghadapi beberapa tembakan langsung yang mengarah padanya dengan nyaman, dan membuat dua penyelematan gemilang. Yang pertama datang beberapa saat sebelum babak pertama usai saat Patrick Nyarko terlihat nyaris pasti bisa mencetak gol dengan hanya tinggal menghadapi sang kiper. Tapi kaki kanannya menepis peluang ini dan bola pun melebar.
Kemudian, beberapa saat sebelum United mendapatkan gol penyama kedudukan mereka, Orang Spanyol ini berhasih menepis dengan sangat baik tembakan rendah dari Orr Barouch.
Crossing
Ini adalah masalah yang lumayan terlihat dan akan menjadi PR di musim mendatang. De Gea terlihat sedikit lambat dan tidak nyaman menghadapi bola-bola tinggi. Gol pertama Chicago menjadi sebuah bukti nyata. Dan di EPL nanti, ia akan menjalani tes yang jauh lebih berat di area ini.
Di pertandingan ini sendiri, ia hanya menghadapi sedikit crossing setelah gol pertama tersebut. Salah satu yang berhasil dihadapinya dengan baik adalah saat crossing ke tiang jauh ditangkapnya dengan sempurna dan secara cepat melepaskan Gabriel Obertan untuk meneruskan bola pada Danny Welbeck –yang nyaris mencetak gol.

Distribusi Bola di Lapangan
Seperti Edwin van der Sar, De Gea terlihat sangat nyaman saat menguasai bola. Kecuali satu passing ke Phil Jones yang harus dengan susah payah diupayakan oleh Patrice Evra agar tidak out, ia nyaris tidak membuat kesalahan apapun.
Dan ia juga terlihat cukup percaya diri untuk menghadapi Diego Chaves satu lawan satu dan mengamankan bolanya saat sang striker dua kali mencoba menyerang.
Komunikasi
Baru bertemu dengan rekan-rekan satu timnya sekitar seminggu dan bermain di belakang total DELAPAN defender –hanya tiga di antaranya yang mengerti bahasa Spanyol. Tetapi ia tampaknya berhasil menyampaikan semua poinnya menggunakan isyarat tangan. Ia juga sering terlihat berteriak memberikan instruksi –apakah rekan rekannya mengerti adalah satu hal yang berbeda.
Kompetitisi
Seperti disebut di atas, kiper United tidak hanya De Gea. Dan dalam tur pramusim ini, Andres Lindegaard dan Ben Amos sudah diberi kesempatan untuk tampil sebelum sang bintang baru datang. Ini sedikit penilaianya.
Lindegaard: Tampil cukup baik di pertandingan perdana saat menghadapi New England Revolution, dan hanya kebobolan akibat sebuah defleksi yang cukup deras.
Kemampuan dan potensi Lindegaard benar-benar terlihat saat pertandingan selanjutnya di Seattle. Mampu tampil tenang dan meyakinkan, ia menciptakan sebuah double-save yang luar biasa sebelum babak pertama berakhir di pertandingan tersebut.
Amos: Baru mendapat jatah bermain 45 menit sepanjang tur ini berjalan. Yaitu menggantikan Lindegaard di babak kedua saat menghadapi Seattle Sounders. Seolah terpengaruh penampilan gemilang ‘rival’-nya, berhasil menjaga gawang United tidak kebobolan dan menciptakan satu penyelamatan gemilang.
Pemain ini kemungkinan besar akan menjadi pilihan ketiga untuk musim depan. Namun seperti yang juga diakui oleh Fergie, tiga kiper ini punya peluang yang nyaris sama untuk tampil. Jadi, jika Amos mampu meyakinkan sang pelatih, bukan tidak mungkin posisi di bawah mistar menjadi miliknya.
Jadi, apakah De Gea akan dengan nyaman mengklaim posisinya sebagai No.1 di United? Hanya waktu yang akan menjawab. Debutnya sendiri berjalan cukup meyakinkan, dan ia sepertinya tidak punya arah lain selain menjadi lebih baik ke depannya.
Seperti kata Lindegaard, “Ini adalah pekerjaan menjadi penjaga gawang yang paling menarik di dunia. Semua orang menginginkannya, dan tentu saja saya tidak berbeda!â€
Prepare for the competition!