Siapa yang menyangka, tim yang sudah unggul 2-1 di leg pertama ketika bermain di Emirates harus dicukur 3-1 oleh Barcelona di leg kedua? Arsenal mungkin datang ke Nou Camp dengan percaya diri, karena hasil imbang di sana tentu akan membuat mereka mampu melenggang ke babak delapan besar.

Namun kenyataan tak seindah impian, Arsenal diperkosa habis-habisan di sana. Barcelona seakan mengajari Cesc Fabregas cs. bagaimana cara bermain bola, tak ada satupun peluang Arsenal yang membahayakan gawang Victor Valdes.
Satu-satunya gol penyeimbang yang dicetak ke gawang Valdes adalah gol bunuh diri dari Sergio Busquets, sang penjaga gawang sedikit makan gaji buta pada pertandingan ini karena tak bekerja seperti biasanya. Sebelumnya, Barcelona unggul lebih dulu di akhir babak pertama dengan gol indah Lionel Messi.
Pertandingan menjadi semakin tak seimbang, ketika Robin van Persie mendapatkan kartu kuning kedua akibat dianggap mengacuhkan peluit wasit. Unggul jumlah pemain, Barcelona pun memanfaatkannya dengan baik. Dua gol pun kembali bersarang di gawang Manuel Almunia, melalui Xavi dan Messi yang mencetak gol keduanya melalui titik putih. Hasil akhir, Barcelona melakukan 19 tembakan, dan Arsenal? 0, alias KOSONG.
Sekit
ar dua minggu yang lalu, Arsenal merupakan satu-satunya tim di Liga Inggris yang punya peluang memenangkan empat gelar sekaligus. Saat itu mereka punya jadwal baik: ada di final Piala Carling, unggul di leg pertama Liga Champion, berada di posisi dua Premier League, dan masih hidup di Piala FA.
Namun, kekalahan menyakitkan di partai final oleh tim sekelas Birmingham di final Piala Carling, adalah pukulan telak bagi Arsene Wenger, yang ingin mengakhiri puasa enam tahun lamanya tanpa gelar apapun.
Ditendangnya mereka oleh Barcelona di Liga Champion tentu merupakan pukulan combo bagi Wenger dalam dua pekan ini. Dua peluang gelar sudah melayang, dan kini pasukan muda The Gunners harus serius di dua kompetisi yang lain.
Arsenal kini realistis, mereka kembali menatap gelar domestik yang tersisa. Hari Minggu nanti, Arsenal akan bertandang ke Old Trafford, kandang Manchester United, di perempat final Piala FA. Sulit memang menundukkan United di kandangnya, namun kemenangan adalah harga mati, apabila mereka tak mau menangis lagi untuk ketiga kalinya dalam dua minggu berturut-turut.
Di Premier League, Arsenal hanya terpaut tiga angka dari United. Mereka berpeluang besar untuk menjadi juara di sana, apalagi Arsenal masih akan menjamu United di Emirates di awal Mei mendatang. Jika mampu menang atas United, tentu perolehan poin akan menjadi sama (dengan catatan, mereka tak pernah kalah sampai saat itu datang). Mereka juga tentunya berharap United bisa terpeleset (lagi) sebelum bertemu dengan mereka nantinya.
Yang menj
adi masalah adalah, Arsenal mengalami krisis cidera di tengah pertandingan-pertandingan krusial mereka. Sang kapten, Fabregas mengalami cidera pada pertandingan melawan Barcelona, begitupun penjaga gawang Wojciech Szczesny yang harus ditarik keluar pada pertandingan itu.
Apakah para anak muda yang sudah matang ini bisa mengakhiri puasa gelar mereka musim ini? Enam tahun adalah waktu yang lama untuk sebuah tim besar, tak memenangkan apapun bukan? Di sini mental yang berbicara, apabila mereka bisa mengalahkan faktor tersebut, niscaya Arsenal bisa mengakhiri penantian panjangnya musim ini.