Setelah pertandingan berakhir, United memang tetap berada di puncak klasemen. Unggul empat poin dari Arsenal. Dengan satu pertandingan lebih banyak. Artinya, jikapun Arsenal memenangi satu pertandingan sisa mereka, runner up musim lalu ini tetap unggul satu poin.
Good news?
Probably. Tapi jika melihat jadwal yang akan dihadapi United dalam 10 pertandingan terakhir mereka di Liga Premier, maka akan muncul pertanyaan besar: mampukah mereka menjaga jarak yang begitu tipis dengan Arsenal? Apalagi mengingat rekor buruk mereka di pertandingan away.
Manchester Merah masih harus berhadapan dengan seteru-seteru utamanya dalam 3 bulan ke depan. Liverpool di Anfield, Arsenal di Emirates Stadium, dan Chelsea di Old Trafford. Satu kekalahan dari ketiga pertandingan ini sudah cukup untk membawa Arsenal mengambil alih puncak klasemen –dengan asumsi anak-anak asuh Arsene Wenger tidak kalah sama sekali.
Ujian yang terdekat ada pada akhir pekan ini. Mengunjungi Liverpool di Anfield. Selain membawa luka besar akibat kekalahan kemarin, United juga membawa lubang besar di lini pertahanannya. Tidak ada Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic. Johnny Evans juga masih absen karena cedera. Sir Alex Ferguson harus bergantung pada Chris Smalling –yang kemarin baru membuat pelanggaran yang berakibat penalti- dan… Wes Brown. Mengkhawatirkan? A bit.
Di luar tiga lawan yang memang selalu terbentuk untuk bersaing di papan atas tersebut, sisa pertandingan United lain tidak ada yang bisa dianggap mudah. West Ham, Newcastle United, dan Blackburn Rovers menanti mereka di pertandingan away. Sementara Bolton, Fulham, Everton, dan Blackpool mengunjungi Old Trafford. Nyaris tidak mungkin membayangkan United menyapu bersih semua poin dari pertandingan ini.
Harus diakui
, penampilan United memang tidak begitu meyakinkan musim ini. Seperti sebuah rollercoaster, mereka bisa tampil luar biasa di sebuah pertandingan, tapi bisa juga kalah dari Wolves di pertandingan selanjutnya dengan level permainan yang sangat anjlok.
PR Fergie yang terlihat jelas ada di lini tengah, mereka butuh setidaknya satu nama pemain lagi yang punya pengaruh besar untuk mengontrol pertandingan. Masih mengandalkan Paul Scholes dan Ryan Giggs jelas bukan opsi yang sehat untuk tim sebesar United.
Untuk menjalani sisa musim ini, peluang juara United memang masih terbuka lebar. Setidaknya mereka harus menghindari lagi terpeleset dari tim-tim yang seharusnya bisa dikalahkan. Rekor away juga wajib diperbaiki. 10 pertandingan tersisa, unggul empat poin. Tidak terlalu buruk. Apalagi jika sang rival, Arsenal sesekali terpeleset dalam lomba lari menuju puncak yang semakin seru ini.
Jadi, bagaimana menurut anda? Apakah United punya cukup sumber daya dalam tim untuk tidak terpeleset lagi dan melaju mulus dalam 10 pertandingan tersisa? Ataukah mereka harus mengucapkan selamat tinggal pada gelar ke-19 yang sebelumnya sudah sempat sangat dekat di depan mata?