Penjaga Gawang Manchester United Setelah Era Van der Sar Berakhir

May 28, 2011 oleh Muhajjir Esyaputra
Dilihat sebanyak 18 Kali

Sebagai seorang manajer yang punya rekor luar biasa dalam pembelian dan mencari pemain yang luar biasa selama beberapa tahun terakhir, catatan Sir Alex Ferguson untuk posisi penjaga gawang tidaklah begitu memuaskan.

Di antara dua nama hebat semacam Peter Schmeichel dan Edwin van der Sar –dua kiper terbaik yang pernah dimiliki United sepanjang sejarah- Fergie sempat beberapa kali mendatangkan pemain-pemain yang ternyata belum cukup siap untuk menghadapi tugas berat di bawah mistar United.

Familiar dengan Mark Bosnich, Paul Rachubka, Massimo Taibi, Fabien Barthez, Raimond van der Gouw, Andy Goram, Roy Carroll, Tim Howard, Ricardo dan Nick Culkin? Nama-nama ini menjadi penghuni di bawah mistar selama masa-masa antara kepergian Schmeichel di tahun 1999 dan kedatangan Van der Sar.

Dan bahkan saat akhirnya ia berhasil mendatangkan Van der Sar dari Fulham –dengan harga hanya 2 Juta Pound, mungkin bisa dibilang pembelian dekade ini- bos United ini mengakui ia membuat kesalahan besar tidak langsung mendatangkannya ketika ia punya kesempatan pada tahun 1999 silam.

Itu adalah sebuah tema yang sempat dibahas oleh Van der Sar saat mengucapkan pidato selamat tinggal-nya setelah membawa United menang 4-2 atas Blackpool di hari terakhir Liga Premier musim ini –pertandingan terakhirnya di Old Trafford.

“Manajer membawa saya ke sini enam tahun yang lalu,” ia berkata di depan puluhan ribu pendukung United. “Mungkin itu dua tahun lebih terlambat. Saya ingin melakukannya lebih cepat lagi sebenarnya. Tapi saya sangat menikmati setiap waktu saja di sini.”

Dengan pensiunnya Van der Sar kini hanya berjarak satu pertandingan lagi saja –sebuah pertandingan besar nanti malam berjudul Final Liga Champions- maka Fergie sama sekali tidak bisa mengulangi lagi kesalahan yang sama dan harus segera mampu menemukan pengganti yang tepat dan mampu menjaga standar super tinggi dan diciptakan pemain Belanda ini selama di Old Trafford.

Fergie pekan ini mengumumkan United sudah sangat dekat untuk mendatangkan kiper Atletico Madrid David De Gea sebagai pengganti Van der Sar. Pemain berusia 20 tahun yang disebut-sebut sebagai salah satu kiper muda terbaik di Eropa.

Tapi apakah De Gea, meskipun talenta dan potensinya sama sekali tidak diragukan lagi, adalah orang yang tepat untuk mengambil alih dari VdS –yang dua lipat lebih tua- terutama jika melihat usia muda dan pengalamannya yang relatif masih minim?

Well, jika melihat ke belakang, kiper yang paling bersinar milik United adalah yang berusia lebih tua. Yang mencapai masa kejayaannya di akhir 20an dan awal 30an tahun. Pengalaman yang mereka bangun selama bertahun-tahun menjadi faktor krusial dalam posisi spesial di lapangan hijau ini.

Schmeichel berusia 35 tahun saat memutuskan pensiun dalam musim Treble luar biasa United. Sedangkan VdS akan berusia 40 tahun saat pensiun nanti malam. Dua ini menjadi bukti pencapaian Fergie sejauh ini.

Inilah mengapa, jika benar United memilih De Gea, pilihan ini menjadi sebuah pertanyaan. Ada pilihan nama lain yang lebih tua dalam radar United. Seperti misalnya kiper Ajax Maarten Stekelenburg atau Manuel Neuer dari Schalke. Jadi, De Gea adalah sebuah pertaruhan potensial yang bisa berbahaya.

Kiper-kiper yang sempat gagal bersinar di United sebelumnya bisa menceritakan hal ini. Ini bukanlah klub untuk pemain manapun yang memiliki kekuatan mental kurang sempurna. Pekerjaan ini meminta mental yang super tinggi di samping kemampuan menjaga gawang yang juga sempurna.

Tim Howard misalnya. Ia bergabung saat berusia 24 tahun sebagai pengganti Fabien Barthez. Ia berhasil menjadi pilihan utama. Tapi kesalahannya saat melawan Porto di Liga Champions –yang akhirnya membuang United- menjadi awal dari akhir karirnya di Manchester.

Ia pun akhirnya pindah ke Everton. Dan kini di usianya yang 32 tahun, Howard menjadi semakin baik dan semakin baik lagi. Ini kembali membuktikan teori Fergie tentang bagaimana seorang kiper yang semakin hebat saat ia menua.

De Gea adalah seorang penghenti tembakan yang luar biasa. Ia punya ketenangan dan antisipasi yang hebat untuk seorang pemain muda. Dan ia bisa menjaga pertahanannya dengan baik selama dua musim belakangan di Atletico.

United punya tim scout yang hebat. Ingat saat mereka menemukan Javier Hernandez musim lalu? Jadi De Gea bisa saja adalah salah satu hasil dari mata tajam mereka. Dan untuk mem-back up argumen kiper muda bisa juga sukses, kita hanya perlu melihat ke tim tetangga. Joe Hart, yang baru berusia 24 tahun, berhasil bersinar dan menjadi salah satu pemain paling esensial di Manchester City. Ia juga kini menyandang predikat kiper utama tim nasional Inggris.

Tapi tetap saja. Akan menjadi pertanyaan apakah De Gea mampu menghadapi tekanan unik untuk bermain di salah satu klub terbesar di dunia –profil United yang artinya harus bisa menghindari kesalahan sekecil apapun saat tampil nanti.

Jika mampu, maka ia akan punya kemampuan alami untuk mengikuti jejak Schmeichel dan Van der Sar menjadi legenda United. Sekaligus membantu deretan generasi baru yang siap bersinar di Old Trafford pada musim-musim mendatang.

Jika tidak? Ia akan bergabung dengan deretan nama semacam Bosnich, Taibi, Howard, dan Carroll –orang orang yang terbukti bahwa tekanan bermain untuk klub sebesar United terlalu dahsyat dan sulit untuk mereka hadapi.

Apapun itu, era baru di bawah mistar United akan dimulai setelah malam ini. Untuk sementara, mari kita nikmati dulu pertandingan terakhir Edwin van der Sar. Wembley. Barcelona. Final Liga Champions. Dan sebuah trofi yang dijanjikan akan diangkat olehnya jika United akhirnya berhasil menang nantinya…