Yang satu mendapatkan pekerjaan dalam salah satu tim papan atas Inggris saat ini. Dengan ekspektasi super tinggi dan harga super mahal. Ia sama sekali baru dengan lapangan pekerjaannya sekarang, dan masih perlu membuktikan diri.
Yang satu lagi menerima pekerjaan untuk sebuah klub yang baru terdepak dari kasta tertinggi sepakbola di Inggris –tanpa biaya apapun. Dengan pengalaman yang sudah bertumpuk dan siap untuk mengembalikan klub tersebut ke tempat semula.
Keduanya memegang kostum klub terbaru mereka dengan sangat bangga. Tapi yang jadi pertanyaan besarnya adalah, mampukah mereka bertahan? Berapa lama?
Allardyce ada
lah salah satu nama yang menganggap dirinya sebagai seorang pelatih jenius di dunia sepakbola. Untuk saat ini, ia mengklaim jika mampu mengangkat West Ham kembali ke Liga Premier dalam satu musim, maka itu akan menjadi puncak pencapain dalam karirnya.
Dan kita ingat tahun lalu, orang yang sama menyebut dirinya lebih pantas melatih tim semacam Inter Milan atau Real Madrid dibandingkan Bolton Wanderers atau Blackburn Rovers.
Ia menolak dengan marah tuduhan bahwa permainan sepakbola yang ia mainkan cenderung kasar dan sama sekali tidak menarik. Menurutnya, ia sudah sukses setidaknya menghibur setiap fans klub yang pernah ia manajeri.
Apapun itu, bos West Ham ini sepertinya memang punya peluang untuk tetap berada di West Ham dan membawa klubnya kembali ke Liga Premier dalam waktu dekat.
Dan dalam
waktu yang nyaris sama, muncul Andres Villas-Boas di Chelsea. Ekspektasinya jelas berbeda. Semua orang menganggap keberadaan pelatih muda ini akan memberikan level manajerial yang super tinggi.
The Special One II –julukan yang diberikan karena ia dulunya membantu Jose Mourinho- sudah menyadari beban ini dan siap untuk memberikan empat gelar juga untuk Chelsea. Seperti yang dilakukannya di Porto dulu. Ia juga berjanji akan menyajikan sepakbola yang menghibur.
Ini adalah sebuah ucapan dari seorang manajer muda yang sama sekali belum pernah mengalami kegagalan dalam karirnya. Tapi jika melihat fakta bahwa orang ini baru menjalani satu musim penuh dengan tim yang begitu dominan secara domestik dengan memenangi tujuh gelar dalam sembilan tahun, mengapa harus membicarakan kegagalan?
Ini adalah perjudian yang luar biasa dari Chelsea. Mereka akan mencoba seorang pelatih muda yang begitu berpotensi, namun masih belum ada prestasi tinggi lain selain Juara Europa League. Memang, hanya butuh waktu satu musim baginya untuk menang, tapi masih ada begitu banyak tantangan lain yang masih belum terjawab olehnya.
Kesabaran mungkin dibutuhkan bagi Chelsea untuk Villas Boas mencapai kesuksesan. Sayangnya, kata sabar sepertinya tidak ada dalam kamus Roman Abramovich. Hasil instan menjadi tujuannya. Dan inilah yang harus dicapai sang pelatih muda dalam waktu dekat.
Kemampuan melatih Big Sam sudah teruji. Dan ia terkenal punya kemampuan untuk membangkitkan sebuah tim dari tidur panjang –dan menjaga mereka tetap dalam level tertinggi. Sementara Villas-Boas punya semangat muda yang luar biasa dalam cara melatihnya, dan menyuntikkan semacam testosteron baru bagi para pemain untuk mendorong mereka tampil atraktif dan maksimal.
Meski begitu, melihat berbagai kondisi di sekitarnya, sepertinya kita bisa melihat siapa di antara kedua orang ini yang akan berada di Liga Premier dalam beberapa musim ke depan. Dan walaupun sang manajer muda menggoda semua orang dengan potensinya, rasanya kestabilan dan pengalaman Big Sam bisa menjaganya tetap berada di klubnya saat ini, dan kembali ke Liga Premier dalam waktu singkat.