PFA Player Of The Year 2011: Gareth Bale

April 18, 2011 oleh Muhajjir Esyaputra
Dilihat sebanyak 19 Kali

Akhirnya pemenang penghargaan yang didasari dari voting para pemain profesional di Inggris ini diumumkan juga. Dan Gareth Bale –secara mengejutkan di satu sisi, dan bisa ditebak di sisi lainnya- berhasil meraih penghargaan untuk tahun ini.

Ia pun menjadi pemain keempat Wales yang berhasil menerima penghargaan ini setelah Ian Rush, Mark Hughes, dan Ryan Giggs di tahun-tahun sebelumnya.

Penampilan Bale musim ini sebenarnya tidak begitu istimewa. Perolehan assist dan gol-nya sangatlah minim. Apalagi jika dibandingkan dengan beberapa kandidat lain. Namun talenta yang dimilikinya memang tidak bisa diragukan lagi. Ia menunjukkannya dalam beberapa pertandingan di musim ini. Terutama saat bersinar terang menghadapi Inter Milan di Liga Champions.

Sinar dan sorotan media menjadi elemen super penting tampaknya dalam pemilihan kali ini. Bale saat itu langsung dipuji-puji sebagai The World’s Greatest. Alias pemain terbaik di dunia. Sesuatu yang sedikit konyol karena di dunia masih ada pemain bernama Cristiano Ronaldo dan, tentu saja, Lionel Messi.

Yang juga membuat keputusan ini sangat mengejutkan adalah penampilan Bale di Spurs musim ini juga sama sekali tidak istimewa. Secara konsistensi, ia berada jauh di bawah pemain-pemain lain semacam Rafael van Der Vaart dan Luka Modric. Meski secara pembicaraan di media, ia selalu menjadi headline di berbagai tempat.

Terpilihnya Bale juga cukup menciptakan banyak suara tidak suka dari banyak pihak. Para jurnalis Inggris juga banyak yang bersuara di Twitter. A joke of the year, they said. Apalagi ditambah fakta sang pemain terbaik hanya duduk di posisi kedua di Young Player Of The Year. Kalah dari Jack Wilshere.

Well, whatever it is, gelar ini sekarang sudah menjadi milik Bale. Tidak peduli musim masih menyisakan sekitar satu bulan lagi dan Spurs masih juga belum memastikan satu posisi di Liga Champions musim depan –satu satunya tempat di mana Bale bisa menunjukkan penampilan terbaiknya, setidaknya di musim ini.

Yang harus tetap dihargai dan diapresiasi memang talenta pemain yang masih berusia 21 tahun ini. Di hari baiknya, nyaris tidak ada orang yang bisa menghentikan kecepatannya. Tembakannya bagus dan umpan-umpannya akurat. Mungkin inilah yang menjadi pertimbangan para pemilih. Meski hal ini sudah dilakukan oleh, let’s say, Nani sepanjang musim ini.

Dalam wawancara setelah menerima penghargaan ini, Bale berkata:

“Saya lebih dari bahagia, sangat-sangat bahagia. Ini adalah penghargaan yang luar biasa besar dan ini adalah sebuah kehormatan yang hebat untuk menerimanya. Terutama dari sesama pemain professional lainnya. Ini benar-benar sebuah kehormatan. Saat anda melihat nama yang pernah menang sebelumnya, anda hanya bisa berkata ‘wow!’”

“Belum begitu banyak orang Wales yang memenangi trofi ini tapi ini hebat dan sangat hebat untuk saya secara pribadi. Dan ini tidak hanya untuk saya, ini untuk semua rekan satu tim yang sudah membantu saya sepanjang musim. Dan ini memang untuk semua orang, tentunya.”

Bale mengalahkan enam pemain lain yang menjadi nominasi dalam penghargaan kali ini yaitu Charlie Adam, Samir Nasri, Scott Parker, Carlos Tevez, Rafael van der Vaart dan Nemanja Vidic. Sebuah kemenangan yang manis dan layak dirayakan olehnya dan juga seluruh penghuni White Hart Lane.

Apakah ia memang berhak mendapatkannya? Tentunya ini akan menjadi perdebatan panjang yang mungkin baru akan berakhir saat Bale menunjukkan performa luar biasanya sekali lagi. Partai mid-week melawan Arsenal nanti, perhaps?

Yang pasti, dengan usianya yang masih sangat muda, Bale masih berkembang menjadi lebih baik lagi. Ini yang mungkin bisa menjadi penentu terpilihnya ia untuk musim ini. Dan jika dengan rate penampilan seperti ini ia bisa menjadi pemain terbaik di Liga Inggris, bayangkan apa yang bisa ia capai saat ia jauh lebih berkembang lagi.

Congrats, Bale!