
Hasil kacamata di leg 1 babak perdelapan final Liga Europa di Eindhoven seharusnya disyukuri wakil Skotlandia, Glasgow Rangers. Apalagi final Liga Europa tahun ini bakal dihelat di Dublin, di mana ibukota Irlandia tersebut begitu dekat dengan kota Glasgow. Dukungan fanatik fans Gers tentu bakal membuat wakil Belanda seperti masuk ke dalam neraka bernama Ibrox.
Alih-alih mencetak gol terlebih dahulu, sebuah serangan yang tersusun rapi berhasil disempurnakan Jeremain Lens 13 menit selepas kick off.
Gers tak mau tinggal diam. Waktu pertandingan masih panjang. Maurice Edu melewatkan sebuah peluang besar yang diklaim sebagai bentuk pelanggaran yang seharusnya berujung tendangan penalti. Gelandang PSV Atiba Hutchinson terlihat jelas menyentuh bola dengan tangan. Namun wasit Robert Schorgenhofer tak bergeming.
Sebuah kejadian yang sangat disesalkan bos The Light Blues, Walter Smith. Menurut Smith, kejadian tersebut sangat jelas terlihat dan tak hanya berhadiah tendangan penalti bagi timnya, Atiba bahkan layak diberi kartu merah.

Pola 4-5-1 pun dimodifikasi Smith agar timnya mampu tampil lebih menyerang. El Hadji Diouf masuk menggantikan Lafferty yang mulai kelelahan. Namun upaya ini tak berujung gol. Saling menciptakan peluang, penampilan gemilang penjaga gawang PSV, Andreas Isaksson menjadi penentu akhir melempemnya serangan tuan rumah. Wakil Skotlandia pun terlempar dari Liga Europa.
###YOUTUBE###