Dalam beberapa dekade terakhir, Belanda menjadi negara penghasil pemain handal. Kita tentu tidak meragukan akademi Ajaz sebagai produsen pemain berkualitas, misalnya. Kehebatan pesepakbola asal negeri Kincir Angin tersebut turut merembet hingga ke daratan Britania. Beberapa nama besar mulai hijrah dan bermain untuk klub-klub Liga Inggris.
Tercatat sejak formasi Premier League diluncurkan, jumlah total pemain Belanda yang merumput di Inggris sebanyak 84 pemain. Ini jumlah tertinggi kedua sebuah negara yang menyuplai pemain setelah Prancis yang mengimpor pemainnya tak kurang sebanyak 149 orang. Dan jumlah itu sepertinya akan terus bertambah di musim-musim mendatang mengingat iklim sepakbola Inggris yang cocok untuk pemain Belanda.
Berita transfer di hari-hari terakhir ini gencar menyebut pengatur serangan Inter Milan Wesley Sneijder yang kian dekat ke Old Trafford. Andai berhasil menjadi pemain Manchester United, Sneijder akan mengikuti jejak para pendahulunya di EPL. Dan itu bukan perkara yang mudah. Karena dari 84 pemain itu, tidak banyak yang dapat menaklukkan belantara EPL.
Jika bicara pemain Belanda tersu
kses di Liga Inggris, kita tidak bisa melupakan nama Dennis Bergkamp. Penyerang yang ditebus Arsenal dari Inter Milan dengan mahar sebesar 8.5 juta Euro pada 1995 silam segera menjelma menjadi pemain yang merubah wajah The Gunners. Tiga gelar Premier League serta empat trofi Piala FA menjadi bukti kehebatan The Non-Flying Dutchman. Segala kehebatan Arsenal di era Premier League bisa ditelusuri dari jejak peninggalan Bergkamp. Dan tentu kita juga dapat melacaknya dari Marc Overmars dan Giovanni van Bronckhorst, dua pemain Belanda lain yang tergolong sukses di London Utara.
Pemain Belanda lain yang meninggalkan jejak manis di Inggris adalah Edwin Van Der Sar. Palang pintu lulusan akademi Ajax Amsterdam ini menjadi kunci kesuksesan Setan Merah dalam enam tahun terakhir. Kita bisa melihat ketika Van Der Sar datang ke Old Trafford dari Fulham pada 2005 silam, ia segera membuat perubahan instan. Si Opa adalah jawaban Sir Alex akan kebutuhan penjaga gawang setelah Peter Schmeichel pensiun dan Fabien Barthez membuat terlalu banyak blunder. Prestasinya? Segudang. Catat ini: 4 gelar liga domestik, 1 gelar Piala Liga, 1 trofi Liga Champions, 1 trofi Piala Dunia Antar Klub, 3 kali dinobatkan sebagai penjaga gawang terbaik Eropa dan 4 kali terpilih dalam susunan PFA Player Of The Year.
Satu hal y
ang dapat meringankan beban Sneijder andai ia jadi berlabuh di United adalah fakta bahwa Old Trafford merupakan rumah dari pemain Belanda yang tergolong berhasil di Inggris. Masih ingat Jaap Stam? Palang pintu yang dibeli MU dari PSV ini merupakan pilar penting penyumbang treble winners di tahun 1999. Nama lain yang berkilau di sisi merah kota Manchester tak lain dan tak bukan adalah Ruud van Nistelrooy. Meski tidak meraih banyak gelar sepanjang masa baktinya berkaus merah, tapi RvN adalah predator di depan gawang lawan dimana ia seringkali mencetak gol untuk bersenang-senang.
Ada yang berhasil, ada pula yang gagal. Daftar ini bisa diisi dengan nama Ryan Babel yang musim depan bermain di Bundesliga. Eks Liverpool ini gagal memenuhi ekspektasi besar yang disampirkan di pundaknya setelah hanya sanggup bermain baik di musim pertamanya saja. Sejak itu, pemain yang kerap digadang-gadang sebagai Thierry Henry baru ini tak pernah mampu mengamankan satu tempat di tim inti The Reds. Hoffenheim pun menjadi pelabuhan barunya.
Lalu siapa pemain Belanda yang menjadi pembelian terburuk di Premiership? Mungkin jawabannya adalah Winston Bogarde. Bek yang dibesarkan SVV sebeluim besar bersama Sparta Rotterdam dan Ajax ini mengakui kalau uang adalah alasan kepindahannya dari Barcelona ke Chelsea. “Dunia ini adalah tentang uang. Jika anda ditawari uang besar maka anda seharusnya menerimanya. Itu yang saya lakukan. Saya mungkin saja salah satu pembelian terburuk di Premiership, tapi sejujurnya saya tidak peduli,†ujarnya.