Kedatangan Roman Abramovich ke Stamford Bridge menjadi salah satu faktor utama The Blues mengacak-acak dominasi United di kasta teratas Inggris. Ditambah Jose Mourinho sebagai otak jenius di belakang klub ini, Manchester Merah pun tergusur.
Dalam waktu yang nyaris pararel, United juga mengalami fase naik-turun. Meski sama sekali tidak pernah terlempar dari empat besar. Persaingan mereka dengan Chelsea pun terbuka lebar dan saling bergantian menjadi juara.

Persaingan ketat ini bahkan sampai terbawa-bawa ke ajang yang lebih tinggi lagi. Liga Champions. Moskow tahun 2008 menjadi saksi bagaimana John Terry menangis karena sepakan penaltinya gagal dan United berhasil mendapatkan gelar paling prestisius di Eropa tersebut.
Dan hingga detik ini persaingan keduanya untuk mendominasi Liga Inggris masih belum bisa dihentikan oleh tim manapun. Konsistensi menjadi salah satu alasan utama mengapa keduanya bisa terus merajai. Ditambah kekuatan uang tentunya.
Hanya saja, konsistensi di
bidang manajer hanya dimiliki oleh sisi Manchester. Untuk London Biru, hal ini menjadi sebuah perubahan yang konsisten. Mourinho, Avram Grant, Guus Hiddink, Carlo Ancelotti, hingga sekarang Andre Villas-Boas. Kesabaran Abramovich begitu tipis sehingga bahkan nama-nama besar ini tersingkir hanya karena tidak mampu memenangi Liga Champions.
Di lapangan, gaya bermain kedua tim sama-sama mengandalkan permainan terbuka dan menyerang. Andalannya? Lini tengah. Jika kedua tim ini bertemu di lapangan, maka lini tengah menjadi salah satu benturan yang paling dahsyat. Dan tentunya, kita bisa selalu mengharapkan adanya ledakan di sana.
Persaingan United-Chelsea mungkin tidak sepanas United-Liverpool, United-City, atau Chelsea-Arsenal. Faktor kebencian muncul lebih ke persaingan yang tercipta dalam musim-musim belakangan. Dan pertarungan yang muncul pun lebih sehat dan tidak banyak melibatkan tackle atau perkelahian tidak penting.
Musim lalu Chelsea gagal mengimbangi United. Musim sebelumnya lagi, United yang keteteran dengan performa luar biasa Chelsea. Musim ini? Sejauh ini United yang menjadi raja di klasemen dengan rekor sempurna, The Blues dengan AVB-nya masih mencoba untuk menemukan pola yang terbaik.
Yang jelas, melihat bagaimana tim mereka terbentuk, rivalitas keduanya masih belum akan berhenti dalam waktu dekat ini. Kedatangan Manchester City di antara keduanya mungkin bisa menjadi bumbu lain. But that’s another story.
Perang United-Chelsea untuk musim ini berlangsung cukup di awal. Keduanya bertemu dalam saat yang tepat. Sedang on fire. Barisan pemain muda United akan siap meladeni kematangan Chelsea yang dilengkapi lagi dengan kedatangan Juan Mata dan Raul Meireles dalam skuad mereka.
Pertanyaan siapa lebih unggul pasti akan muncul dalam setiap rivalitas yang ada. Sejauh ini, Manchester United masih terlihat lebih berada di depan. Dengan Chelsea yang berkali-kali mengganggu upaya juara mereka.
Peluang Chelsea menggeser dominasi United di Inggris? Berat dan jarak yang tercipta untuk saat ini masih terlalu jauh. Tapi, kita juga pernah berpikir hal yang sama mengenai rivalitas United dan Liverpool, kan?
Untuk sekarang, mari nikmati rivalitas sehat kedua tim ini di Liga Premier Inggris!