What else can w
e say? Setiap kali derby days antara dua klub ini, tensi pertandingan pasti meningkat. Rivalitas satu kota antara keduanya membuat percikan api selalu muncul. Apalagi saat taruhannya setinggi saat ini: satu tempat di final Piala FA.
City dan United sudah bertemu dua kali musim ini. Yang pertama berakhir membosankan tanpa gol di Eastland. Dan saat main di Old Trafford, siapa yang bisa melupakan goal of the season Wayne Rooney yang membawa tuan rumah menang 2-1.
Kali ini, pertandingan berlangsung di tempat netral. Dengan City yang mencoba menghapus puasa gelar selama 35 tahun mereka, dan dengan United ingin menjaga peluang treble kedua mereka tetap terbuka lebar. This is gonna be a huge match.
Kondisi City sendiri agak mengkhawatirkan. Mereka baru saja dihantam telak 3-0 oleh Liverpool hari Senin kemarin. Sebuah pukulan bagi peluang mereka untuk tampil di Liga Champions musim mendatang.
Seakan ke
adaan belum begitu buruk, Carlos Tevez juga harus absen di pertandingan kali ini –dan kemungkinan hingga akhir musim- akibat cedera yang didapatnya di Anfield kemarin. Belum lagi masalah internal yang memperlihatkan betapa “manjaâ€-nya bintang-bintang City.
Namun semua hal buruk ini jelas coba dihapus oleh Roberto Mancini demi mendapatkan gelar. Edin Dzeko dan Mario Balotelli bisa diharapkan untuk maju dan menunjukkan mengapa mereka layak dibeli dengan harga tinggi.
Lini tengah City juga sebenarnya cukup mengkilap. Gareth Barry cs seharusnya bisa mengimbangi United. Dan bahkan juga mungkin mengungguli mereka. Motivasi besar untuk mendapatkan titel Piala FA dengan mengalahkan rival sekota jelas menjadi modal besar bagi City dalam menghadapi pertandingan kali ini.
Sementara kondisi berbeda dialami Manchester United. Mereka sedang berada dalam performa terbaiknya musim ini. Rentetan kemenangan dengan penampilan impresif menjadi bukti. Peluang meraih tiga gelar pun masih terbuka.
Yang terakhir menjadi korban permainan gemilang United adalah Chelsea di Liga Champions. Di mid-week kemarin, Ryan Giggs menjadi inspirator kemenangan 2-1 yang menempatkan timnya di semifinal menghadapi Schalke.
Rekor menghadapi sang bitter rival juga sangat berpihak pada United. Terakhir kali mereka kalah adalah di semifinal Carling Cup musim lalu. Itupun akhirnya tidak berarti apa-apa karena United menang di leg kedua.
Penampil
an Nani-Antonio Valencia atau Ryan Giggs di lini tengah sedang bagus-bagusnya. Michael Carrick pun sudah menemukan performa terbaiknya lagi. Sementara di lini belakang, duet mengerikan Rio Ferdinand-Nemanja Vidic sudah kembali untuk menjadi tembok yang menghadang semua peluang lawan.
Masalah muncul di lini depan. Wayne Rooney masih menjalani skorsing akibat kata-kata kotornya di televisi nasional saat melawan West Ham. Tapi Sir Alex Ferguson rasanya tidak perlu terlalu khawatir. Dimitar Berbatov dan Javier Hernandez siap melapisi kekurangan ini. Dua orang ini sering tampil gemilang di saat-saat krusial.
Pertandingannya sendiri seharusnya berlangsung terbuka. Sistem satu pertandingan memang memaksa kedua tim untuk mengejar gol demi meraih kemenangan. Dan dengan potensi menyerang yang dimiliki kedua tim, kita bisa mengharapkan sebuah pertandingan menyerang yang hebat.
Siapa unggul? Di atas kertas, United seharusnya bisa melaju mulus ke Final. Dengan segala kondisi buruk City dan juga performa mereka saat ini, kemenangan menjadi sesuatu yang pas.
Tapi tunggu dulu, City jelas punya motivasi berlipat ganda untuk lolos ke final. Faktor kebencian melihat tetangganya terus meraih gelar tanpa henti jelas menjadi sebuah energi besar untuk menghentikan laju United. Jadi mereka pun punya peluang yang nyaris sama untuk lolos.
Well… Let’s just sit back and enjoy the match. It’s Manchester Derby, everyone!