Sepakbola Inggris dan Obat Terlarang: Sebuah Sisi Gelap

September 15, 2011 oleh Ethan Hajira
Dilihat sebanyak 24 Kali

Tapi berbagai kasus ini ditutupi oleh pihak-pihak berwenang di Inggris. Sebuah acara dokumenter di Channel 4 menunjukkan bahwa ada pemain semacam Garry O’ Connor yang di banned karena terbukti positif menggunakan kokain.

Hanya saja, kasus lain yang ditutupi ternyata jauh lebih banyak. Tes secara acak memang sering diadakan, namun hasilnya justru sering dilewatkan begitu saja.

Pemberitaan ini menyebut ada 240 tes yang harus diabaikan di antara bulan April 2007 hingga Agustus 2010 karena pemain yang harusnya dites seringkali tiba-tiba menghilang ketika petugasnya datang.

Rio Ferdinand adalah salah satu contoh nama besar yang harus absen selama delapan bulan pada tahun 2004 silam karena tidak mengikuti tes obat-obatan terlarang. Sekarang, pemain harus absen sampai tiga kali dulu sebelum akhirnya dihukum.

The World Anti-Doping Agency meminta FA Inggris lebih transparan lagi untuk menunjukkan pada publik berapa banyak pemain Liga Premier yang menjalani tes tersebut dan kapan tes dilakukan.

FA sendiri sempat terlihat kesal dengan pemberitaan ini dan langsung membantah. Mereka menyebut angkanya tidak terlalu signifikan. Hanya ada setidaknya lima tes doping yang terlewat dalam lima Liga Terbesar mereka dalam tiga tahun belakangan.

Keberadaan kokain di tengah-tengah pemain Sepakbola sebenarnya sudah menjadi sebuah rahasia umum. Tekanan yang berat dari berbagai sisi, membuat para pemain bergaji jutaan pound ini mencari bahan-bahan “rekreasi” tersendiri.

Kokain –ditambah berbagai zat atau obat lainnya- dan sepakbola sudah hidup berdampingan sangat akrab dalam tahun-tahun belakangan. Sulit untuk memisahkannya begitu saja.

Tidak bisa dibenarkan memang. Namun gaya hidup ala selebritas membuat mereka seringkali terjebak dalam pergaulan yang melibatkan obat-obatan terlarang, wanita, dan tentunya minuman keras.

Karena itu berbagai tes doping dan tes obat-obatan terlarang memang menjadi sebuah instrumen wajib yang dilakukan oleh pihak berwenang semacam FA dengan bantuan lembaga anti doping.

Hanya saja, temuan stasiun televisi Inggris ini menjadi sangat menarik karena tuduhan cover-up alias upaya menutu-nutupi kasus obat terlarang di pemain. Pertanyaan besar yang muncul adalah, siapa saja pemain yang terlibat? Begitu besarkah namanya hingga FA sampi rela melindungi kasusnya?

Mungkin sebagian besar dari kita bisa menebak-nebak pemain kesayangan mana yang hidupnya tidak bisa lepas dari kokain. Jika bergeser sedikit ke masa lalu, kita sempat melihat bagaimana Diego Maradona merusak hidup dan karirnya dengan benda yang satu ini.

Sekarang, akses obat terlarang ke dunia pemain Sepakbola semakin terbuka lebar. Dari dulu memang sudah ada, tapi sekarang lebih-lebih lagi.

Apa solusinya? Seperti yang diminta tadi, FA seharusnya memang bersifat lebih transparan terhadap setiap tes doping dan obat terlarang yang mereka lakukan. Dan tidak pandang bulu terhadap siapa saja pemain yang terlibat di dalamnya.

 Jadi, setelah berbagai kehebohan ini, apakah kita akan segera melihat beberapa pemain besar Liga Premier akan absen dari lapangan selama beberapa bulan karena terlibat masalah obat terlarang? We’ll see. Tapi kemungkinannya sangat kecil.

*penulis adalah mantan pemain sepakbola keturunan Inggris-Jepang. Kini menetap di Manchester. Lebih memilih makan Fish and Chips di atas koran dibandingkan sushi.