Setelah berbelanja di bursa transfer Januari lalu dengan mendatangkan Luis Suarez dan Andy Carroll, Fenway Sports Group selaku pemilik Liverpool dengan jelas mengungkapkan keinginan mereka untuk merombak skuad The Reds di musim panas ini. Kegagalan mereka melaju ke Liga Champions ataupun Liga Europa musim depan sepertinya benar-benar menampar mereka sehingga telah menugaskan Kenny Dalglish untuk mencari pemain-pemain yang cocok dengan skema permainan yang akan dimainkannya musim depan. Dengan dana segar yang dimiliki oleh sang pemilik, rasanya tak terlalu sulit bagi Liverpool memboyong pemain-pemain berkualitas merumput di Anfield musim depan.
“Kami ingin mendapatkan pemain-pemain yang paling berkualitas yang mampu kami beli,†ungkap Dalglish, seperti dikutip dari Guardian.
Tetapi toh meskipun dana transfer cukup berlimpah, neraca keuangan klub harus tetap positif, apalagi sehubungan dengan akan diberlakukannya financial fair play oleh UEFA. Karena itulah, selain harus berusaha mencari pemain-pemain baru, Liverpool juga harus berusaha menjual pemain-pemain mereka yang selama ini menguras keuangan klub karena gaji yang selangit namun kontribusinya nyaris tak ada. Hal ini pun pernah diutarakan oleh John W. Henry selaku pemilik utama Liverpool. Menurutnya kedalaman skuad Liverpool sangat kurang, padahal skuad mereka saat ini merupakan skuad dengan gaji termahal keempat di Liga Primer.
“Kejutan terburuk yang kami dapatkan (ketika mengambil alih Liverpool pada Oktober 2010) adalah kurang dalamnya skuad ini. Perhatian utama kami adalah bertanggung jawab atas masalah ini dan hal ini merupakan masalah yang lebih besar daripada yang kami takutkan.â€
Tak heran selain akan mencari pemain-pemain berkualitas untuk meningkatkan kekuatan Liverpool agar siap bersaing musim depan, mereka juga akan menjual pemain-pemain mahal namun kontribusinya sangat minim. Nah, siapakah pemain-pemain yang dimaksud?
Joe Cole
Pemain Inggris ini datang dengan cukup heboh pada musim panas tahun lalu. Tak mendapatkan perpanjangan kontrak di Chelsea karena permintaan gaji yang tak disetujui, ia lalu berlabuh di Anfield yang setuju membayarnya 100 ribu pounds per pekan, dan memberinya kostum bernomor punggung 10. Dengan bayaran yang sangat tinggi tersebut, tak heran jika Liverpool berekspektasi tinggi pada pemain yang bisa bermain di dua sisi lapangan ini. Tetapi hasilnya? Joe Cole hanya bermain sembilan kali sebagai starter di liga musim 2010/11 ini, dan mencetak dua gol. Mengecewakan? Tentu.
Milan Jovanovic
Sama seperti Joe Cole, Jovanovic juga datang ke Anfield dengan status bebas transfer. Tetapi di musim lalu, ia bahkan lebih merugikan Liverpool dibandingkan Joe Cole. Dibayar lebih tinggi daripada Joe Cole, Jovanovic justru hanya bermain lima kali sebagai starter dengan total 10 kali penampilan di Liga Primer dan sama sekali tak mencetak gol. 120 ribu per pekan yang dibayarkan Liverpool sebagai gajinya pun seakan melayang begitu saja, tak terlalu berarti bagi perjalanan Liverpool musim lalu.
Paul Konchesky
Dibeli dengan nilai sekitar tiga hingga empat juta pounds dan digaji sebanyak lima juta pounds dalam satu tahun, Konchesky justru harus menyingkir ke Nottingham Forrest di paruh kedua musim ini karena tak dibutuhkan di Liverpool. Ini adalah salah satu contoh kebijakan transfer yang buruk dari Roy Hodgson, yang ikut memboyong Konchesky seiring perpindahannya dari Fulham ke Liverpool. The Reds tak pelak harus segera menjualnya, atau mereka akan terus menerus merugi karena terus memberi gaji tinggi kepada Konchesky tetapi tak mendapatkan kontribusi apapun dari sang pemain.
Christian Poulsen
Ia didatangkan dari Juventus dengan harapan mampu menggantikan peran Javier Mascherano sebagai jangkar di skuad Liverpool. Sayangnya Roy Hodgson, manajer Liverpool saat itu, lupa Poulsen sudah memasuki masa penurunan performanya bahkan sejak ia bergabung bersama Juventus. Buktinya, tak ada klub selain Liverpool yang menginginkan jasa pemain yang kini berusia 31 tahun ini. Karena itu, tak heran di Liverpool ia bermain buruk dan tak jarang mendapatkan cemoohan dari pendukung Liverpool sendiri. Total ia hanya bermain dalam 12 pertandingan di liga musim ini, padahal ia dibayar cukup tinggi, 4,5 juta pounds dalam satu tahun. Pemborosan.
Brad Jones
Ia hanya berstatus sebagai kiper pelapis Jose Manuel Reina, tetapi gajinya cukup tinggi. Liverpool membayar Jones 2,3 juta pounds dalam satu tahun, atau kurang lebih 44 ribu pounds per pekan hanya untuk duduk di bangku cadangan. Mungkin Dalglish bisa mencari kiper lain yang lebih murah jika hanya untuk dijadikan pelapis Reina.