Everton adalah sebuah t
eka-teki karena meskipun memiliki kualitas pemain yang mumpuni, mereka selalu kepayahan setiap musim. Musim ini mereka berkutat di papan tengah dan jauh di bawah target mereka untuk bersaing di level atas. Bukan cuma konsistensi yang dibutuhkan The Toffees, tapi juga spirit bermain sebuah tim besar yang luput dari permainan mereka.
Tidak ada yang meragukan kemampuan David Moyes sebagai manajer, tapi ada sesuatu yang membuat Everton gagal mengeluarkan potensi terbaiknya di lapangan. Padahal nama-nama seperti Steven Pienaar, Tim Cahill, Louis Saha, Mikel Arteta tak lebih buruk dibanding pemain Sunderland atau Bolton misalnya.
Akhir pekan ini mereka akan menghadapi salah satu tim dengan permainan fisik paling keras di Premiership, Stoke City di Britannia Stadium, tempat di mana seluruh ballboy dilengkapi dengan handuk untuk mengelap bola agar Rory Delap bisa melemparnya dengan sempurna. Tony Pulis nampaknya kembali akan menginstruksikan para pemainnnya untuk tampil keras dan mendominasi dengan bola-bola jauh ke depan dan mengandalkan postur Kenwyne Jones untuk menjadi tembok pantul di lini depan.
Kabar baik baru diterima Stoke setelah mereka memastikan Jermaine Pennant pindah permanen ke klub tersebut setelah sebelumnya berstatus pinjaman dari Real Zaragoza. Angka 2,8 juta Pound menjadi nominal yang harus ditebus Stoke kepada klub asal Spanyol tersebut.