Tanpa Nurdin Halid

March 5, 2011 oleh Samuel Bukti
Dilihat sebanyak 39 Kali

Kita ingat betul pepatah lawas ini: Buah yang baik ditentukan pohon yang baik pula.

Ini kebenaran absolut. Adalah musykil, pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang baik. Nonsens!

Delapan tahun sudah Nurdin Halid memimpin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), setelah didapuk tahun 2003. Selama menjabat, tak satupun prestasi yang bisa dibanggakan. Tim Nasional (Timnas) yang dulu sangat disegani di kawasan Asia, terlebih Asia Tenggara, kini jadi pecundang. Tak sekalipun tim sepak bola Indonesia meraih puncak tertinggi, seperti SEA Games dan Piala AFF, misalnya. Indonesia terakhir kali menyabet medali emas sepak bola saat SEA Games di Manilai, Pilifina, 20 tahun silam.

Kompetisi dalam negeri marak tudingan praktik korupsi, yang tak hanya melibatkan Nurdin Halid, tapi juga beberapa anak buahnya. Mafia wasit dan pengaturan skor sangat melekat dengan kompetisi lokal. Semua ini bermuara kepada antipati masyarakat Indonesia, khususnya pecinta sepak bola nasional, terhadap Nurdin Halid dan koleganya.

PSSI di bawah komando Nurdin Halid mandul, baik internal maupun eksternal. Tak ada yang perlu dikagetkan sebenarnya. Bagaimana mungkin sepak bola kita tangguh dan disegani, bila Nurdin Halid dan semua pengurus PSSI melakukan kebohongan berjamaah?

Sepandai-pandainya tupai melompat, satu tempo pasti jatuh. Ada kabar penting dari Swiss, markas FIFA, federasi sepak bola sejagad. Disebutkan, pada tahun 2007 FIFA sebenarnya sudah melarang Nurdin Halid untuk maju sebagai Ketua Umum PSSI. Alasannya, Nurdin pernah diputuskan bersalah oleh pengadilan. FIFA kemudian memerintahkan PSSI melakukan penilaian.

Merasa posisinya terancam, Nurdin Halid dkk sepakat menyembunyikan surat tersebut. Nurdin bersama anak buahnya pun langgeng sampai kini. Isukah ini? Jelas tidak, meski Nurdin Halid membantah. Adalah Duta Besar Indonesia untuk Swiss, Djoko Susilo yang membeberkannya. FIFA, kata Djoko, selama ini hanya mendengar dari kubu Nurdin Halid.

Djoko bahkan akan bertemu Sepp Blatter, Presiden FIFA, dalam waktu dekat. Agendanya, apalagi kalau bukan membahas kebohongan Nurdin Halid.

Kiprah Nurdin Halid di PSSI, jika kita menjadikan semua bukti yang ada, sepertinya tak lama lagi. Nurdin Halid, selesai sudah. Dengan ketua serta pengurus baru, PSSI coba bangkit. Menata sepak bola dalam negeri agar lebih profesional, salah satunya menghentikan pengucuran dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).