Kiper Manchester United (MU), Edwin van der Sar, mengaku masih mampu bermain di level tinggi dan belum berpikir pensiun. Menurutnya, meski tak lagi muda, ia masih bisa bertahan dan menjadi bagian pengembangan pemain muda MU.
Masa depan Van der Sar
di MU sempat menjadi tanda tanya besar ketika ia mengalami cedera jari tangan pada 2009. Apalagi, saat itu istri Van der Sar, Annemarie van Kesteren, mengalami sakit perdarahan otak yang membutuhkan perawatan di Belanda dan pendampingan Van der Sar.
Menurut pemberitaan di Inggris, MU menanggapi situasi itu dengan berburu kiper-kiper berbakat untuk menggantikan Van der Sar. Namun, Van der Sar akhirnya tetap di Old Trafford, menyusul pulihnya jari dan istrinya.
Keputusan bertahan Van der Sar didorong oleh rasa terima kasih karena MU terus mendukung dan memahami situasinya. Mengingat usia, keputusannya bertahan lebih merupakan usaha memberi MU waktu untuk mencari penggantinya secara lebih cermat.
Namun, Van der Sar menemukan bahwa, dengan usia menjelang 40 tahun, ia masih mampu menjawab kepercayaan tim. Ia pun mengaku tak memusingkan masa depannya meski kontraknya cuma menyisakan masa satu tahun.
"Aku telah mendengar pertanyaan (soal masa depan) selama tiga atau empat tahun. Kadang kala, Anda terkejut juga. Ini merupakan klub hebat untuk dibela," ungkap Van der Sar.
"Anda bermain di Premier League, Liga Champions, dan berpeluang menjuarai gelar, trofi, dan persaingan dengan pemain-pemain terbaik di liga ini,"
"Itu sesuatu yang terlalu sayang untuk berhenti dikerjakan. Aku masih sangat menikmati. Sekalipun (tak lagi muda), masih merupakan kesenangan untuk bekerja keras supaya menjadi starter pada pertandingan Selasa atau Sabtu malam,"
"Kami memiliki kombinasi pemain senior dan yunior bagus dan musim panen pemain muda akan tiba. United menekankan bahwa mereka adalah klub yang melahirkan pemain muda. Aku bisa melihat beberapa yang akan ada di sini untuk waktu lama," paparnya.