What Happened In The Premier League?

March 24, 2011 oleh Muhajjir Esyaputra
Dilihat sebanyak 53 Kali

1. Typical Arsenal

Sepakbola yang mengalir lancar. Gol hasil kerja sama banyak pemain. Penampilan yang dipuji-puji pengamat sepakbola. Calon peraih juara. Di posisi teratas klasemen. Cedera pemain inti. Kesalahan kiper… Berkali-kali. Dari kiper yang berbeda. Lini belakang yang kelewat lemah. Ada di posisi terbawah klasemen disiplin. Kehilangan banyak peluang juara di banyak kompetisi hanya dalam waktu singkat. What’s that? Arsenal. Tapi di balik semua itu –meski kehilangan dua poin di West Brom dan masih tertinggal LIMA poin dari Manchester United- peluang juara Arsenal masih ada di tangan mereka sendiri. Seperti juga United. Terdengar sulit dan nyaris tidak mungkin, memenangi sembilan pertandingan tersisa dan Gunners akan juara. Jika tidak berhasil, dan kemungkinan inilah yang akan terjadi, Arsenal akan kembali menjalani masa-masa menyakitkan tanpa gelar.

2. Masih Banyak Klub yang Belum Aman… Nyaris setengahnya.

Setiap minggu pertandingan di Liga menyajikan hasil-hasil yang membuat posisi di klasemen papan bawah terus berubah-ubah dengan drastis dan sama sekali tidak bisa diprediksi. Wigan dan Wolves bisa dengan mudah dianggap sudah terbuang –namun mereka malah berhasil menang dari Birmingham City dan Aston Villa. Dan berkat hasil ini –plus kejutan luar biasa yang entah bagaimana selalu bisa diciptakan Wolves- delapan tim di atas keduanya sekarang masih terancam terbuang musim depan. Bahkan Newcastle United –yang dihajar 0-4 oleh Stoke City- masih belum aman dengan 36 poin di posisi ke 11. Dan melihat enam pertandingan selanjutnya, empat adalah tim di atas mereka, dan termasuk Chelsea dan Liverpool away, The Magpies bisa dengan mudah kembali ke Championship musim depan. Begitu juga dengan Aston Villa. Atmosfir di klub ini sudah sama sekali jauh dari kata sehat. “Serangan” pada sang manajer, Gerard Houllier, semakin memburuk setiap harinya.  Dan kekalahan dari Wolves di Villa Park jelas tidak membantu.

3. Seamus Coleman. Wait, Who?

Coba lihat daftar panjang Pemain Muda Tahun Ini versi PFA. Dengan sekilas, anda akan menyadari sedikit kekurangan. Tidak ada nama Seamus Coleman di dalamnya. Oke. Siapa dia? Di tengah semakin stabilnya penampilan Everton yang membawa mereka sekarang duduk di posisi kedelapan, ada satu bintang muda baru di sisi kanan mereka yang siap terus bersinar. Tanpa banyak publikasi, ia terus membangun karirnya dan terus tampil baik. Seperti yang ia tunjukkan saat melawan Fulham. Mencetak gol dan mencetak assist yang sama baiknya. Here’s the best part. Everton cuma menghabiskan 60,000 pound untuk mendatangkannya.

4. And of course… Matt Jarvis

Satu lagi deal yang rasanya sangat menguntungkan. Wolves menghabiskan 600,000 pound (atau 10 kali Seamus Coleman, atau 1/83-nya Fernando Torres…) untuk mendatangkan Matt Jarvis dari Gillingham tahun 2007 silam untuk membantu mereka lepas dari divisi Championship. Dan sekarang pemain sayap ini sedang bersiap untuk menjadi pemain Wolves perdana semenjak Steve Bull (Who?) yang akan menjalani cap perdana dengan tim nasional Inggris. Ia mendapatkan panggilan mengejutkan dari Fabio Capello. Meski mengejutkan, penampilan hebat Jarvis sepanjang musim ini menjadi alasan yang sangat tepat. Memimpin tim-nya yang sering tampil mengejutkan, Jarvis punya kecepatan dan bola akhirnya sangat superior. Satu catatan, tidak ada pemain lain di Liga Premier yang melakukan crossing sesering dirinya musim ini… Setiap 8,5 menit. Whew.

5. Tidak Ada Karma dalam Sepak Bola. Or is there?

Setelah Dirk Kuyt mencetak gol dari penalti yang didapat di LUAR kotak penalti Sunderland, banyak fans Liverpool langsung menyebut gol ini adalah karma dari “gol bola pantai” yang terkenal musim lalu itu. Really? Well. Jelas sangat meragukan. Tidak ada yang namanya Dewa sepakbola. Yang ada hanyalah nasib baik dan nasib buruk. Kemarin adalah nasib buruk bagi Sunderland untuk mendapatkan dua cedera di menit-menit awal pertandingan dan harus dihukum penalti yang tidak sah tersebut. Bukan karma. Dan satu lagi yang harus diingat, siapa yang dulu melempar bola pantai itu ke lapangan? Yap. Fans Liverpool.