Wolverhampton 0 – Liverpool 0

January 27, 2010 oleh Muhajjir Esyaputra
Dilihat sebanyak 9 Kali

Satu poin yang kian menjauhkan Liverpool dari zona Liga Champions, yeah.. Zona Champions bukan juara liga, dan sebaliknya satu poin yang sangat berharga bagi tuan rumah dalam upaya mereka lepas dari zona degradasi.

Kembalinya Gerrard sebenarnya menjadi salah satu jaminan bagi tim tamu untuk mengalahkan Wolves. Dan mereka nyaris melakukannya di babak pertama.

Selama 45 menit, Rafael Benitez melihat skuadnya mampu mendominasi. Tapi, dengan tidak adanya penyelesai handal semacam Torres di depan, yang terjadi hanyalah rasa frustasi. Gerrard sendiri dengan sukses dimatikan oleh Michael Mancienne.

Di sisi lain, Mick McCarthy memilih formasi 4-5-1. Dengan membiarkan striker mahalnya, Kevin Doyle bermain sendirian di depan.

Keputusan yang tepat. Karena dengan formasi ini mereka mampu mengimbangi, dan bahkan membuat Liverpool membentur tembok dengan penampilan gemilang Jody Craddock.

Babak pertama dimulai sesuai dengan prediksi. Corner Steven Gerrard di menit kedua sukses disambar Albert Riera. Namun bola masih jauh meleset dari sasaran.

Selanjutnya giliran Dirk Kuyt yang mencoba peruntungannya. Namun tembakannya masih bisa di-blok oleh Craddock.

Tapi di tengah tekanan dan dominasi Liverpool, justru Wolves yang mendapat peluang terbaik di babak pertama.

Menit ke 33, Matt Jarvis sukses melewati Jamie Carragher untuk memberikan sebuah umpan manis pada Kevin Doyle. Sayangnya, penyelesaian Doyle masih sedikit melebar dari gawang Pepe Reina.

Jarvis menjadi salah satu figur penting dan berbahaya pada pertandingan ini. Umpannya pada Kevin Foyle kembali mengancam. Tapi sundulan Foyle masih bisa ditangkap oleh Reina.

Babak pertama berakhir dengan satu lagi peluang bagi Liverpool.

Sayang upaya si anak baru, Maxi Rodriguez masih bisa dihentikan oleh Christophe Berra.

It’s 0-0 in the first half.

Dominasi Liverpool terhenti di babak kedua. Wolves mampu menemukan permainan mereka dan mulai semakin percaya diri. Hasilnya: tuan rumah berbalik menguasai pertandingan.

Tapi bukan berarti tim tamu tidak berpeluang, justru di babak kedua Gerrard mendapatkan peluangnya.

Setelah nyaris mati kutu sepanjang babak pertama. Namun Berra kembali cukup aware untuk menghentikan upaya sang kapten.

Selanjutnya giliran Riera membuat Markus Hahnemann bekerja keras dengan menepis tembakan first time-nya dari ujung kotak penalti.

Di sisi lain lapangan, Kevin Doyle mampu membuat barisan pertahanan Liverpool beberapa kali kerepotan dengan pergerakannya.

Tapi hanya sampai di level itu saja. Tidak ada penyelesaian yang cukup baik. Sekalipun ia sempat memperoleh ruang tembak yang cukup leluasa.

Anak-anak muda Wolves terus berusaha menguasai pertandingan dan mencuri gol. Namun, Dirk Kuyt kembali mengancam. Tembakannya, hasil umpan Gerrard, masih melayang tipis dari mistar.

Tidak mau kalah, gantian Doyle yang tampil impresif dengan melewati Martin Skrtel. Again, his shot was just wide.

Dan akhirnya, pertandingan minim peluang ini -Wolves ‘hanya’ melakukan 6 shot, Liverpool 8- selesai.

The scoreboard reads: 0-0.

Liverpool, di tengah terpaan gosip sang pelatih akan pindah ke Juventus, kembali kehilangan poin berharga.

Padahal mereka punya momentum untuk melewati Manchester City di klasemen jika menang lawan Wolves. 4th place, once again, seems far-far away.

Sebaliknya, tuan rumah mendapatkan sebuah poin penting dari salah satu tim besar dalam upaya mereka menyelesaikan pertarungan dalam level berbeda dengan Liverpool. Berbeda, namun tidak kalah ketat. Zona degradasi.

McCarthy akan cukup bangga dengan penampilan anak asuhnya, dan  jika mereka bisa terus bermain seperti ini, jaminan posisi aman ada di depan mata.