Kabar mengejutkan dikeluarkan oleh FIFA. Federasi sepakbola tertinggi di dunia itu mengumumkan bahwa pemain-pemain dari 19 tim yang mengikuti Piala Dunia U-17 di Meksiko pada Juni lalu ternyata mengonsumsi satu zat terlarang bernama Clenbuterol. Hal ini ditemukan setelah sebuah laboratorium di Cologne, Jerman, menguji urin dari seluruh pemain yang mengikuti Piala Dunia tersebut.Dari hasil uji laboratorium, ditemukan bahwa 109 dari 208 urin yang diambil dari pemain-pemain muda tersebut memiliki kandungan Clenbuterol, meski kebanyakan dari mereka memiliki konsentrasi zat di bawah level yang dilarang.
Menurut petugas medis FIFA, Jiri Dvorak, kasus ini sangat mengejutkan meski ia yakin para pemain muda tersebut mungkin tidak sengaja mengonsumsi zat terlarang tersebut.
"Ini bukan masalah doping, tapi masalah kesehatan publik," kata Dvorak seperti dikutip Yahoo Sports.
Badang anti-doping internasional atau WADA dan FIFA sendiri sepertinya tidak akan mengambil sikap untuk memberikan hukuman kepada para pemain tersebut karena ada indikasi bahwa zat tersebut terkontaminasi dalam makanan yang dikonsumsi para pemain.
"Ini merupakan masalah yang serius bagi WADA. Sekarang diketahui bahwa ini adalah isu penting, peringatan akan segera dikirimkan (kepada seluruh negara)," kata Olivier Niggli, direktur WADA.