Menengok Kembali Piala Eropa 1960

April 18, 2012 oleh Mahdi Manshuri
Dilihat sebanyak 787 Kali

Bicara kejuaraan sepakbola perdana antar negara Eropa, sosok Henri Delaunay menjadi yang terdepan. Pria yang telah mangkat lima tahun sebelum turnamen perdana Euro 1960 di Perancis, negara kelahirannya, sudah menjadi pencetus berbagai event akbar sepakbola dunia. Mantan pemain Etoile des Deux Lacs di Paris bersama Jules Rimet sepakat untuk menggelar ajang sepakbola terbesar di dunia, Piala Dunia. Kelahiran French Football Federation (PSSI-nya Perancis) pun imbas dari sumbangsih Delaunay.

Singkat cerita, pria yang harus kehilangan sepasang gigi saat meniti karir sebagai wasit usai gantung sepatu akibat terkena bola kencang di pertandingan AF Garenne-Doves dan ES Benevolence, adalah penyebab begitu mengglobalnya sepakbola hingga saat ini termasuk ajang super elit sepakbola antar klub Eropa, Liga Champion (Piala Champion).

Kerja keras Delaunay tak semudah melempar kertas proposal, dipresentasikan lalu disetujui. Sejak tahun 1927, ide pertama Delaunay tentang rancangan kejuaraan sepakbola antar negara benua biru, hingga akhir hanyatnya, buah pikirannya baru mendapatkan respon nyata saat UEFA lahir di tahun 1954. Delaunay yang ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Pertama UEFA sukses meyakinkan para rekannya. Setahun setelahnya, Delaunay mangkat. Di tahun 1957, dalam Kongres UEFA barulah pembahasan seputar ide ‘usang’ Delaunay benar-benar dibahas secara serius. Piala Eropa pun resmi diselenggarakan saat Uni Soviet menjamu Hungaria (29 September 1958) di leg 1 babak 16 besar fase knock out di Moskow Tsentralni Lenin Stadium.

Perancis, host semifinal dan final

Tuan rumah Piala Eropa 1960 ditentukan dari empat kontestan semifinal. Kewajiban Perancis –akhirnya terpilih sebagai host– cukup menyediakan stadion yang layak guna menggelar dua partai semifinal dan sepasang partai perebutan tempat ketiga serta final. Kala itu, Perancis bersama Yugoslavia, Czechoslovakia serta Uni Soviet menjadi 4 negara terkuat setelah melewati beberapa fase.

Keuntungan Les Bleus yang saat itu dipimpin bomber maut Just Fontaine menggelar partai semifinal di Parc des Princes, Paris tak membuat nyali pemain Yugoslavia ciut. Dalam partai bersejarah, 9 gol tercipta, negara komunis Eropa Timur melaju ke final. Di akherat, Delaunay mungkin tetap tersenyum melihat perjuangan negaranya yang sempat leading 2-1 di paruh pertama pertandingan, akhirnya harus takluk 4-5. Di final, Yugoslavia bersua favorit kejuaraan Uni Soviet yang menang mudah atas Czechoslovakia, 3-0 di empat besar.

Patut dicatat, pada pagelaran perdana Piala Eropa ini, negara kuat Spanyol, Jerman Barat, Italia dan Inggris memilih absen dengan alasan berbeda. Negara yang disebut pertama memilih berdiam diri setelah sang penguasa, Francisco Franco yang masih memendam dendam kepada Uni Soviet akibat perang saudara di Spanyol memutuskan menolak menjalani pertandingan menghadapi Uni Soviet di babak 16 besar. Soviet adalah penyokong Republik Spanyol Kedua –separatis bagi Spanyol– saat berlangsung Perang Saudara Spanyol selama tiga tahun (17 Juli 1936 – 1 April 1939).

Di partai puncak yang digelar di Parc des Princes, Soviet nyaris tumbang. Galic di menit 43′ mampu membawa Yugoslavia leading hingga jeda. Sebuah gol balasan Soviet dari Metreveli (49′) menjadi gol terakhir dalam waktu normal. Pertandingan pun terpaksa harus diteruskan hingga masa extra time. Di sini Ponedelnik menjadi pahlawan Beruang Merah dengan golnya di menit 113′. Negara komunis adikuasa Eropa itupun resmi menyandang sebagai penguasa sepakbola Eropa. Di pertandingan sehari sebelumnya (9 Juli 1960) 9.438 pasang mata yang sebagian merupakan pendukung Perancis harus kembali kecewa setelah dua gol Czechoslovakia di babak kedua, Bubnik (58′) dan Pavlovic (88′), sama sekali tak mampu dibalas tuan rumah.

Resume

Juara: Uni Soviet

Runner-up: Yugoslavia

Juara Ketiga: Czechoslovakia

Top Skorer: Just Fontaine (Perancis) – 5 gol

Fakta Unik:

- Gol Anatoli Ilyin (Uni Soviet) di menit keempat resmi menyandang sebagai gol perdana Piala Eropa. Ilyin membuka kemenangan 4-1 Uni Soviet atas Hungaria di leg 1 babak 16 besar di hadapan 100.572 penonton yang membludaki Moskow Tsentralni Lenin Stadium pada tanggal 29 September 1958.

- Kemenangan Perancis 7-1 atas Yunani di leg 1 babak 16 besar di Parc des Princes (1 Oktober 1958) merupakan pertandingan dengan kemenangan dengan margin gol terbesar (selisih 6 gol).

- Kemenangan Yugoslavia 5-4 atas Perancis di semifinal di Parc des Princes (6 Juli 1960) merupakan pertandingan dengan jumlah gol terbanyak (tercipta 9 gol).

- Roger Marche (Perancis) adalah pencetak gol bunuh diri pertama. Marche yang mendapatkan julukan Le Sanglier des Ardennes membobol gawang negaranya lima menit sebelum waktu normal usai di leg 2 babak 16 besar kontra Yunani. Pertandingan yang berlangsung pada 3 Desember 1958 di Apostolos Nikolaidis Stadium, Athens berakhir imbang 1-1.

- Lefter Kucukandonyadis (Turki) menjadi pemain pertama yang mencetak gol dari tendangan penalti. Penalti bersejarah ini tercipta dalam pertandingan leg 2 babak 16 besar antara Turki kontra Rumania. Pertandingan yang dimenangi Turki (2-0) dimainkan di Besiktas Inonu Stadi, Istanbul pada 26 April 1959.

- Gol kemenangan Uni Soviet di partai final melawan Yugoslavia yang dicetak Viktor Vladimirovich Ponedelnik menjadi gol pertama Piala Eropa yang tercipta di babak extra time.

- Karena negara peserta berjumlah 17, Czechoslovakia dan Republik Irlandia harus menjalani babak eleminasi pendahuluan. Czechoslovakia akhirnya melaju ke 16 besar setelah menang agregat 4-2 (kalah 2-0 dan menang 4-0)

- Arthur Ellis, wasit asal Inggris menjadi pengadil di partai puncak dimana di tahun 1956, ia juga memimpin partai puncak Piala Champion.

- Tiga pemain mampu mencetak lima gol dari babak kualifikasi hingga partai final Euro 1960 . Mereka adalah Titus Buberník (Czechoslovakia) dan duo Perancis (Just Fontaine dan Jean Vincent).

- Peserta Euro 1960 hanya dipungut biaya sebesar 100 Swiss Franc. Bandingkan dengan hadiah Spanyol pas menjadi juara Euro empat tahun silam yang mencapai 30 Milyar Swiss Franc.

- Uni Soviet menjadi satu-satunya juara Olimpiade (Melbourne 1956) yang mampu mengawinkan gelar dengan Piala Eropa. Uniknya, di partai final Olimpiade Melbaourne, lawan yang dihadapi juga sama, Yugoslavia.

- Dua bulan usai gagal di final Euro 1960, Yugoslavia mendapatkan gelar hiburan dengan menjadi juara Olimpiade 1960 setelah tiga edisi sebelumnya hanya mampu meraih medali perak. Milan Galic mampu mencetak gol di final hanya dalam waktu 60 detik.

- Sebelum menjadi venue partai puncak Euro 1960, Parc des Princes telah menjadi saksi final European Champion Clubs’ Cup (Piala Champion) 1956. Di sini, Real Mardid menjadi juara usai menang tipis 4-3 atas Stade de Reims.

- Kick off final Euro 1960 pas pukul 22.00 Minggu malam waktu Uni Soviet. Lucunya, pencetak gol kemenangan Uni Soviet, Victor Ponedelnik, di masa extra time yang sudah menginjak hari Senin jika nama ‘Ponedelnik’ diterjemahkan berarti ‘Senin’.

- Kiper Perancis, Georges Lamia kebobolan tiga gol hanya dalam rentang waktu empat menit saat tertinggal 4-2 dari Yugoslavia di semifinal sebelum akhirnya menang 5-4. Usai kegagalan di final, Lamia hanya sekali dipercaya menjaga gawang Perancis dari total 7 cap.