• berita bola,berita bola terkini,sepak bola,football manager super soccer,klasemen liga inggris, jadwal sepak bola,prediksi bola,liga inggris,liga champion

Meski Kalah, Portugal Tampil Berani Menghadapi Spanyol

Portugal akhirnya kalah dari Spanyol lewat adu penalti. Padahal mereka sudah bermain bagus dengan tampil berani di sepanjang laga.

Di babak pertama dan babak kedua, Portugal sebenarnya mampu untuk meredam permainan possession ala Spanyol. Spanyol praktis sangat kesulitan untuk mengembangkan permainan seperti yang biasa mereka lakukan di pertandingan-pertandingan sebelumnya. Pertandingan jadi berjalan kurang menarik dan bola lebih banyak bergulir di tengah.

Portugal tidak seperti tim-tim lain yang selalu menarik mundur seluruh pemainnya ke belakang, seperti yang kita lihat dilakukan oleh Perancis di perempat-final lalu. Portugal malah berani melakukan tekanan mulai dari depan dan tengah, sehingga tidak mudah bagi Spanyol untuk membangun serangan dari belakang yang mengandalkan passing pendek yang cepat sampai maju hingga pertahanan lawan, sebagaimana biasa mereka lakukan di pertandingan-pertandingan sebelumnya. Ini artinya, Portugal sukses melakukan pressing ketat tersebut. Hal ini terlihat hampir di sepanjang 90 menit waktu normal.

Itu sisi positifnya. Tetapi tetap saja ada dampak negatif dari taktik yang dilakukan oleh Portugal ini. Dengan melakukan pressing ketat habis-habisan sejak awal pertandingan hingga akhir 90 menit, akibatnya stamina pemain Portugal menjadi habis di akhir-akhir. Portugal praktis mengeluarkan begitu banyak energi dengan mengejar Spanyol di sepanjang laga. Hal ini terlihat dari bagaimana mereka mulai gagal melakukan tekanan tersebut di babak tambahan.

Selain itu, karena kerap berada di dekat pemain lawan, ketika melakukan serangan balik, Cristiano Ronaldo dan Nani jadi kurang mendapatkan ruang untuk berkreasi. Akibatnya, kedua pemain ini menjadi kurang kreatif ketika melakukan serangan balik, dan gampang ditekan balik oleh lawan ketika membawa bola.

Spanyol sempat membuat perubahan di babak kedua dengan masuknya Cesc Fabregas, Jesus Navas, kemudian Pedro. Inilah yang mengubah pertandingan ini. Ketiga pemain ini memberikan kreatifitas baru bagi tim Spanyol, sehingga mereka lebih mampu mencari celah di pertahanan Portugal. Selain itu, mereka juga dibantu oleh stamina Portugal yang sudah habis di akhir pertandingan. Akibatnya, Spanyol mampu mengacak-acak Portugal di dua kali 15 menit babak tambahan waktu. Mereka bahkan seharusnya bisa unggul bila saja Rui Patricio tidak menepis peluang emas Andres Iniesta di babak tambahan yang pertama.

Patut dipertanyakan memang mengapa Cristiano Ronaldo harus diletakkan sebagai penendang penalti kelima. Namun untuk urusan tos-tosan, para pemain Spanyol tampaknya memang lebih berpengalaman dibandingkan Portugal. Dan kita semua tahu, pengalaman adalah hal yang penting ketika menghadapi situasi seperti adu penalti.

Saya memilih Iker Casillas sebagai pemain terbaik mereka di pertandingan ini, meski Joao Moutinho sebenarnya sangat baik dalam hal menjaga Xavi sehingga bermain tidak begitu baik di laga malam tadi.