Brian Jensen, yang dijuluki "The Beast", tampil perkasa sepanjang pertandingan. Kalau bukan berkat jasanya, mungkin Burnley akan kalah dengan skor yang jauh lebih besar.
Kalah 3-0, Burnley seolah tersadar dari mimpi indah selama 2 pekan: Mengalahkan Manchester United dan Everton dengan skor masing-masing 1-0. Bagi Chelsea, kemenangan ini membuat rekor mereka sempurna di BPL musim ini. 4 out of 4.
Bombardir gawang yang dijaga Jensen berlangsung dari menit ke-3, sebuah tembakan dari Anelka yang menusuk ke dalam masih terlalu pelan untuk mengalahkan kiper Burnley tersebut. Belum satu menit berselang, lagi-lagi Anelka hampir berhasil menyundul sebuah crossing Michael Ballack.Only inches away.
Anelka (mulai mubazir), Ballack, Terry, Essien.
Semua tembakan mereka berhasil dihentikan sang Monster.
Di sela-sela arus demi arus serangan The Blues yang seolah tak berhenti, Burnley sejatinya mampu mencuri kesempatan. McCann dan Mears menyia-yiakan dua kesempatan emas (karena langka) untuk menjebol gawang Petr Cech.

Kegagalan tersebut patut disesali Burnley, karena pada stoppage time babak pertama, Kombinasi Essien-Drogba-Anelka akhirnya berhasil meruntuhkan pertahanan Burnley, atau Brian Jensen tepatnya. Essien dengan umpan terobos, Drogba dengan crossing rendah, dan Anelka untuk menyepak bolanya ke dalam gawang.

Memasuki babak ke-2, The myth of the Monster really became a myth. Chelsea menggandakan keunggulannya melalui sebuah sundulan Michael Ballack. Menerima umpan chip Frank Lampard, sang kapten timnas Jerman menyundul bola untuk membuat skor menjadi Chelsea 2, Burnley 0.

Makin menggilanya Chelsea berujung dengan gol ke-3 beberapa menit kemudian. Ashley Cole mencetak sebuah gol indah yang sama langkanya dengan peluang-peluang emas Burnley setelah melakukan kerjasama one-two dengan Frank Lampard.
Sang Monster tersungkur setelah memberikan perlawanan alot, Burnley kembali ke dunia nyata, dan lagi-lagi Pasukan Carlo Ancelotti melanjutkan performa baik di awal musim.