Sriwijaya FC vs Arema Indonesia, Final Impian

29/07/2010

Oleh: Mahdi Manshuri

Partai final Piala Indonesia musim ini antara Sriwijaya FC menghadapi Arema Indonesia layak disebut final impian.

Jika melihat kiprah kedua kesebelasan sejauh ini, laga final antara Sriwijaya FC menghadapi Arema Indonesia merupakan puncak dari dua kekuatan sepak bola Indonesia saat ini. Arema Indonesia merupakan juara Djarum Indonesia Super League musim ini. Singo Edan berhasil mengatasi kejaran Persipura Jayapura yang harus terbelah konsentrasinya dengan bermain di Liga Champions Asia.

Di babak delapan besar, Singo Edan harus berjumpa tim kuat asal Bandung. Mungkin jika penjaga gawang sekaligus pemain terbaik DISL Kurnia Meiga tak cakap dalam menghalau dua tendangan penalti Christian “ El Loco” Gonzalez dalam leg pertama di stadion Kanjuruhan, ceritanya akan lain. Bahkan saat leg kedua di stadion Si Jalak Harupat, Soreang, bermain dengan 10 pemain mulai dari menit ke -28, anak asuh Robert Alberts masih sanggup mengamankan tabungan tiga gol  di leg pertama dengan hanya kalah dua gol.

Sementara partai semifinal yang hanya digelar sekali tanding terbilang cukup mudah. Macan Putih takluk 4-0. Namun patut ditatat! Macan Putih maju ke semifinal setelah menekuk Persija Jakarta.

Bagaimana dengan sang juara bertahan?

Rachmad Darmawan dipastikan tak akan menukangi Laskar Wong Kito musim depan sekalipun tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini sanggup menghadirkan juara untuk kali ketiga. Ivan Kolev telah siap menjadi nakhkoda baru Ferry Rotinsulu cs. Iming-iming besaran bonus yang wah dari pihak manajemen benar-benar membuat Zah Rahan cs bermain trengginas. Setelah mampu membungkam Persebaya Surabaya di babak delapan besar, giliran Persipura harus kembali takluk di tangan Fery Rotinsulu. Penjaga gawang yang handal dalam drama adu penalti ini membuat dendam Tim Mutiara Hitam di final Piala Indonesia musim lalu tak terbayar.

Laga semifinal antara Sriwijaya FC menghadapi Persipura cenderung lebih menarik daripada laga derby Jawa Timur antara Arema Indonesia melawan Persik Kediri. Hingga akhir babak kedua periode waktu tambahan, kedua semifinalis masih sama-sama kuat dengan skor 2-2. Dalam drama adu tendangan 12 pas, Fery Rotinsulu cs berhasil menunaikan tugas dengan baik. Sriwijaya FC pun melangkah ke final untuk kali ketiga secara berturut-turut.

Pindahnya tempat final dari Sidoarjo ke Solo membuat Sriwijaya gembira. Pasalnya, kondisi rumput yang lebih baik memang disukai anak asuh RD. RD sempat berujar kekalahan dari Persitara di stadion Soemantri Brojonegoro dalam pekan-pekan terakhir Liga Super beberapa waktu yang lalu disebabkan buruknya kondisi lapangan. Pun dengan situasi saat semifinal menghadapi Persipura yang harus diakhiri dengan drama adu tendangan 12 pas.

Menjadi juara dalam dua tahun terakhir, tentu saja bukan prestasi kebetulan belaka. Saat menjuarai Piala Indonesia untuk kali pertama, Zah Rahan cs bahkan sanggup mengawinkan dengan gelar juara liga. Musim lalu, pesta Sriwijaya FC dalam perebutan gelar juara sedikit ternoda. Persipura melakukan aksi mogok, setelah kecewa dengan kepemimpinan wasit Purwanto dalam laga final yang berlangsung di kandang Sriwijaya FC.

Namun catatan ini membuat Sriwijaya FC sanggup menggagalkan misi double winners Persipura, karena saat itu Tim Mutiara Hitam menjadi jawara liga.

Apakah catatan manis Sriwijaya FC tersebut akan berulang?

Arema Indonesia yang sebelumnya biasa kita kenal dengan sebutan Arema Malang juga telah menjadi kampiun ajang ini saat diarsiteki Benny Dollo. Kala itu Firman Utina memimpin rekan-rekannya menjuarai di tahun 2005 dan 2006. Sementara dalam dua kesempatan terakhir berganti Rachmad Darmawan yang berhasil membawa pasukannya memegang erat trofi Piala Indonesia.

Dari sisi sejarah dan materi tim, kedua finalis ini nyaris seimbang. Arema Indonesia mungkin minus Esteban Guillen yang telah pulang kampung karena tak mendapatkan kejelasan kontrak dari manajemen Singo Edan bisa sedikit mengurangi kekuatan sang juara liga. Isu hengkangnya Robert Alberts ke PSM juga sedikit mengganggu kondisi tim. Yang pasti, puluhan ribu Aremania dipastikan akan "nglurug" dari Malang ke Solo untuk melihat pesta double winners tim kesayangannya.

Dengan kedua pelatih yang gemar menampilkan pola 4-4-2 sembari bermain menyerang, dipastikan laga final nanti akan tersaji kualitas pertandingan yang menarik.

Kita tunggu saja besok Minggu (1/8) di stadion Manahan, Solo.

 


Komentari artikel ini dan kumpulkan poin di account elo (max 10 poin per hari untuk point komentar).Selebihnya komentar elo tidak mendapatkan poin. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik di Collections Super Soccer. Belum terdaftar sebagai member www.supersoccer.co.id? segeralah mendaftar di sini dan segera kumpulkan poin supaya bisa cepat belanja.